Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Baribis Kabupaten Brebes-Jawa Tengah, terus lakukan inovasi untuk kinerja dan layanan prima. Kali ini dilakukan melalui optimalisasi penggunaan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang akan diperkuat dan diintergrasikan dengan teknologi Geographic Information System (GIS) atau teknologi pemetaan pintar.
Mulai diimplementasi tahun 2024 di PDAM Tirta Baribis, SCADA yang merupakan arsitektur sistem aplikasi kendali secara computerized (computer) untuk integrasi komunikasi data dan informasi secara realtime untuk berbagai opersional, kini terus diperkuat. Selain keandalan sistem teknologi, juga aplikasi pendukungnya dengan inovasi pengembangan teknologi yang lebih canggih, salah satunya integrasi dengan teknologi GIS.
Implementasi GIS dengan SCADA terutama untuk mendukung aplikasi yang menyajikan informasi data pelanggan, meter air, gate valve, jaringan pipa, data billing secara spasial maupun detail atribut. Sehingga dengan penguatan GIS dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat, berdasarkan data. Termasuk memudahkan sistem monitoring jaringan perpipaan, proses porudksi dan lainnya.
Dengan GIS, jika terjadi kebocoran atau gangguan kerusakan jaringan, akan cepat terdeteksi melalui sensor otomatis. Sehingga kebocoran atau kerusakan dapat segera diatasi secara efektif, akurat sesuai titik lokasi kebocoran berdasarkan data dari GIS.
“SCADA dan GIS ini bisa dikembangkan lebih luas untuk berbagai keperluan usaha PDAM yang lebih modern. Mulai dari operasional, monitoring jaringan, produksi, hingga hubungan dengan pelanggan. Banyak hal bisa dikembangkan berbasis teknologi otomatisas ini. Jika misal terjadi kebocoran atau gangguan jaringan pipa ke palanggan, denga GIS akan cepat terdeteksi koordinat letak atau posisi objeknya, sehingga akan cepat pula ditangani. Integrasi teknologi ini juga sejalan dengan komitmen kuat kami untuk terus menekan tingkat kebocoran atau NRW (Non Revenue Water) di PDAM Tirta Baribis yang saat ini tingkat kehilangan masih di atas 20%,” ungkap Direktur Utama Perumdam Tirta Baribis Agus Isyono SE MM saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2025” secara daring pada Jumat (24/01/2025) yang diselenggarakan Majalah TopBusiness.
Ditambahkan, upaya menekan tingkat kehilangan air menjadi salah satu prioritas program kerja di 2025. Hal ini juga selaras dengan ketentuan pada KEPMENDAGRI No. 47 Tahun 1999, di mana PDAM dengan tingkat kehilangan air yang masih di atas 20%, harus ada upaya dan langkah kongrit untuk menguranginya. “Dalam hal ini, Perumda Air Minum Tirta Baribis berkomitmen untuk terus menurunkan tingkat kehilangan air dengan optimalisasi penerapkan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) yang diperkuat dengan GIS, sehingga diharapkan akan dapat memantau jumlah produksi, distribusi, penjualan dan data pelanggan secara riil time,” ujarnya.
Dalam presentasinya, Agus Isyono juga memaparkan capaian kinerja, peluang dan tatangan bagi pengembangan perusahaan jni. Secara umum, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja perusahaan berdasarkan indikator kinerja dari Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Perumda Tirta Baribis masuk kategori ‘Sehat’.
Ringkasan tingkat kesehatan PDAM Tirta Baribis tahun 2021 berdasarkan indikator kinerja dari Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, mendapat skor 3,4 dengan kategori ‘Sehat’. Sedangkan tahun 2022 mendapat skor 3,92 dengan kategori ‘Sehat’. Adapun tahun 2023 bisa terus mempertahankan nilai kinerja perusahaan secara konstan di point 3,57 atau masuk kategori “Sehat”.
Hal ini juga berbanding lurus dengan capaian di atas, di mana kinerja keuangan Perumda Air Minum Tirta Baribis berdasarkan sejumlah rasio yang menjadi acuan kinerja perusahaan ini, juga semakin baik dan sehat. Hal ini dapat dilihat dari tingkat solvabilitasnya, yang merupakan salah satu rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Tahun 2021 tingkat solvabiltasnya 849,99%, tahun 2022 sebesar 613,91%, dan tahun 2023 mencapai 1.164,93%, yang rata-rata bahwa kinerjanya masuk kategori baik dan sehat, secara rasio. Baik Rasio Laba Terhadap Aktiva Produktif, Rasio Laba Terhadap Penjualan, Rasio Aktiva Lancar Terhadap Hutang Lancar, Rasio Total Aktiva Terhadap Total Hutang, Rasio Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi, Rasio Aktiva Terhadap Penjualan Air, Jangka Waktu Penagihan Hutang, dan Efektifitas Penagihan.
Saat ini, kapasitas terpasang 20.813.760,00 M3 dan kapasitas produksi 15.228.823,00 M3. Sedangkan jumlah pelanggan aktif 53.926 dengan cakupan pelayanan administratif baru mencapai 8,76%. Dari sisi usaha, untuk harga pokok air rata-rata Rp 4.939,10 dan harga jual air rata-rata sebesar Rp 6.254,62.
“Kondisi luasnya wilayah dan kepadatan penduduk yang tersebar di Kabupaten Brebes yang sedemikian beragam, sehingga masih banyak wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan, di mana cakupan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Baribis masih terhitung rendah, sebesar 8,76 %. Atas kondisi ini, kami terus berupaya untuk melakukan pembangunan SPAM yang memadai & memperluas jaringan perpipaan, serta penambahan jumlah pelanggan melalui Program Instruksi Presiden (INPRES) tentang Percepatan Penyediaan Air Minum tahun 2024,” terangnya.
Berbagai terobosan dan inovasi lain juga terus dilakukan. Di antaranya melakukan Study Geolistrik untuk mendapatkan data potensi sumber air dalam rangka penambahan kapasitas sumber air baku baru di daerah yang sulit air. Melakukan inventarisasi semua aset dalam rangka Pembangunan Manajemen Aset yang berbasis Informasi dan Teknologi. Melaksanakan dan mengembangkan Sistem E Office untuk peningkatan tertib administrasi dan percepatan pelayanan. Penerapan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yang akan terintegrasi dengan GIS, Data Pelanggan, Data Kinerja dan Keuangan yang bertujuan untuk memudahkan pemantauan secara online dengan waktu riil time.
Selain itu juga mengikuti dan melaksanakan secara baik serta prosedural program-program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, baik dalam hal peningkatan pelayanan ataupun aktivitas pendanaan serta investasi perusahaan. Terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat.
Terkait pelanggan, perusahaan juga mempunyai Forum Pelanggan namanya FORPAMBES (Forum Pelanggan Brebes), yang menjadi jembatan bagi para pelanggan untuk menyampoaika banyak hal, keluahan atau haparan kepada manajemen. Perusahaan juga membuka layanan aduan secara cepat dan akurat melalui media sosial yang terintegrasi dengan program Pemerintah Daerah namanya ‘LAPOR’. Sehingga masyarakat, khususnya pelanggan bisa melakukan aduan terkait layanan PDAM ini yang sudah terintegrasi dengan sistem TI.
Bicara soal kontribusi, perusahaan penyedia air minum yang memiliki visi “Menjadi Perumda Air Minum Yang Unggul, Modern, dan Berwawasan Lingkungan” ini telah melakukan sejumlah hal. Misalnya, untuk kontribusinya terhadap Pemerintah Daerah, Perumda Air Minum Tirta Baribis telah melakukan bantuan dalam berbagai program CSR.
Dengan performa dan kinerja yang tetap solid, tahun ini PDAM Tirta Baribis tahun ini kembali terpilih menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi untuk di penghargaan “TOP BUMD AWARDS 2025.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian Nawa Cita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Editor: Agus H
