Jakarta, TopBusiness – PT BPR Serang (Perseroda) memanfaatkan kondisi letak geografis dan demografi sebagai salah satu cara untuk memperluas ruang gerak peningkatan jumlah nasabah. Karena itu, produk-produk yang digulirkan diharapkan mampu terserap pasar.
Saat sesi pendalaman atau tanya jawab materi presentasi berjudul Meningkatkan Tata Kelola untuk Menunjang Digitalisasi, Direktur Utama BPR Serang Dadi Suryadi memaparkan bahwa kultur masyarakat di Wilayah Banten mayoritas adalah kalangan pegawai, aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN.
Secara kebetulan pula ada sejumlah PT Penanaman Modal Asing di wilayah Kabupaten Serang. Dengan begitu, pangsa pasar sedemikian mudah untuk digarap BPR Serang.
“Profil nasabah kita kebetulan di Provinsi Banten sendiri, itu masih di pegawai swasta, ASN dan non ASN. Kenapa kita masih bergelut di ASN dan non ASN, dan pegawai swasta? Kebetulan kultur di Wilayah Banten sendiri, itu kebanyakan pegawai. Jadi di Kabupaten Serang sendiri banyak pabrik yang besar yaitu pabrik-pabrik dari PMA, itu semua tersentral di Kabupaten Serang. Itu yang kita garap,” tutur Dadi di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024 dalam jaringan melalui skema aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Dengan berdirinya PMA yang masih bisa dijangkau oleh perseroda, maka pangsa pasar terbuka lebar. “Yang keduanya itu sama di Wilayah Cilegon, sama PMA. Itu sama pegawai swasta juga. Jadi kita masih bergelut di situ,” tutur Dadi.
Orang nomor satu BPR Serang itu tak sendiri, tapi didampingi Direktur Bisnis Teguh Iman Darmawan. Selain, sejumlah staf seperti Muslim, Enong Nurfiah, Adhie Mujib, Siti Haelinda, dan Desi Arsita yang terlihat di layar kaca monitor.
Lalu Dadi menjelaskan tentang letak geografis BPR Serang yang pada gilirannya bisa menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah nasabah. “Kedua, kebetulan Kabupaten Serang ini di kelilingi oleh beberapa Kabupaten/Kota Provinsi. Yang berdekatan dengan Kabupaten Serang, itu Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Kabupaten Tangerang termasuk Wilayah Provinsi Banten, itu ada di Kabupaten Serang. Nah ini yang kita masih bisa mendapatkan nasabah karena non-ASN di sana banyak di pemerintahan, ada P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), dan honorer serta siltap (penghasilan tetap) Desa,” papar Dadi.
Dia menegaskan, profil nasabah BPR Serang adalah pegawai, ASN dan non ASN. “Nah itu yang untuk profil nasabah,” imbuhnya.
Dadi menambahkan sejumlah produk tabungan sebagai alat untuk mendapatkan pendanaan. “Nah untuk funding sendiri, kebetulan di tabungan kita ada deposito dan antarbank,” ujarnya.
Menurut Dadi, pihaknya mempunyai beragam tabungan satu diantaranya adalah Tamasa. “Jadi untuk tabungan sendiri kita ada produk Tamasa. Tamasa itu tabungan masyarakat, Alhamdulillah lumayan besar juga,” kata dia.
Kemudian ada Tapena dan TAS. “Terus ada Tapena, tabungan pendidikan anak, dan TAS, tabungan anak sekolah. Nah tabungan anak sekolah ini, karena ada instruksi dari Pemkab Serang agar SD, SMP yang ada di wilayah Kabupaten untuk menabung di BPR Serang,” tutur Dadi.
Selanjutnya, dia menerangkan untuk deposito. “Perorangan kita juga banyak. Dari deposito lembaga, BUMD termasuk BUMN, dan BPR-BPR lain yang dekat dan jauh, termasuk dana linkage. Kebetulan antar bank, kita masih dipercaya oleh bank-bank umum,” paparnya.
