Jakarta- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) akan k melakukan penawaran umum obligasi pada pertengahan Juni 2017 dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar untuk memperkuat struktur pendanaan. Rencananya dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan memperkuat dana pihak ketiga guna meningkatkan laju kredit.
Menurut Direktur Utama BRI Agro, Komang Sudiarsa, dengan tambahan dana tersebut juga akan memperkuat permodalan.” Dengan masuknya dana tersebut akan meningkatkan CAR (capital adequacy ratio) 35% dari 23,2% pada April 2017,” kata Komang di gedung BRI II, Jakarta, Selasa(30/5/2017).
Ia menjelaskan, pada Penawaran Umum Obligasi I BRI Agro 2017 ini, AGRO menargetkan penghimpunan dana sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Namun, pada due diligence penawaran obligasi ini perseroan belum bisa mempublikasi kisaran kupon.
Komang mengatakan, obligasi yang ditawarkan mendapat peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun selaku penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Indo Premier Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas.
Komang mengungkapkan, perolehan dana dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk memperkuat struktur dana pihak ketiga (DPK) terkait pengembangan kredit.
Perlu diketahui, masa penawaran obligasi akan dilaksanakan pada 30 Mei-9 Juni 2017, sedangkan penawaran umum pada 20 Juni-3 Juli 2017. Sehingga, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa dilakukan pada 7 Juli 2017. (az)