TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pupuk Indonesia Incar Pendapatan Rp69 Triliun Tahun 2017

Achmad Adhito
12 June 2017 | 15:30
rubrik: BUMN

Jakarta- Sepanjang Tahun 2017, PT Pupuk lndonesia selaku induk usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pupuk  memasang target pendapatan sebesar Rp69 triliun, yang akan ditopang oleh penjualan 13 juta ton pupuk atau  tumbuh 7,6%.

Direktur Utama Pupuk Indonesia,  Aas Asikin Idat mengatakan dengan perolehan pendapatan tersebut diharapkan menghasilkan laba bersih Rp2,1 Triliun.”Sedangkan laba tahun berjalan tahun 2016 sebesar Rp3,52 triliun,”kata Idat di Jakarta, Senin(12/6/2017).

Ia juga menyampaikan, tahun 2017 akan mengelontorkan belanja modal Rp6 triliun hingga Rp7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi Amoniak dan Urea (Amorea) II pada anak usaha PT Petro Kimia Gresik senilai Rp2,5 triliun.

“ Sisanya untuk pembangunan fasilitas produksi pupuk NPK pada setiap pabrik anak usaha seperti Pupuk Kujang Pupuk Sriwidjaya, Pupun Iskandar Muda dan Pupuk Kaltim,” Kata dia.

Sedangkan sumber dananya berasal dari arus kas perseroan dan  penerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp 3,6 triliun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap I Tahun 2017. Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari PUB senilai total Rp 10 triliun. Obligasi berkelanjutan l tahap I Pupuk Indonesia terbagi menjadi dua seri, yaitu sen A bertenor tiga tahun dan seri B bertenor tujuh tahun. Sesuai rencana, pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan (triwulanan). Surat utang tanpa jaminan (clean basis) tersebut telah mendapat peringkat AAA dari Fitch Ratings.

Pupuk Indonesia telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (Joint Lead Underwn’ten’JLU). Sedangkan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sesuai rencana, Due Diligence Meeting dan Public Expose dilaksanakan pada 12 Juni 2017. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 12-20 Juni 2017. Sedangkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 23 Juni 2017. Dengan demikian, penawaran umum diharapkan berlangsung pada 4 7 Juli 2017 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Juli 2017.

BACA JUGA:   Amankan Inflasi, Jakarta dan Banten Jadi Fokus ID FOOD

Pupuk Indonesia berencana menggunakan 16% dana hasil emisi obligasi berkelanjutan I tahap I untuk melunasi obligasi l Pupuk Indonesia tahun 2014 seri A. Sisanya 84% dialokasikan untuk pinjaman kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, anak usaha perseroan, yang akan digunakan untuk melunasi sebagian kredit investasi. (az)

 

Previous Post

Vivo Luncurkan Produk Terbaru

Next Post

Hadapi Lebaran Bank Jabar Banten Siapkan Rp9,6 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR