TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Batik Tradisiku Pionir Bangun Ikon Bogor Kota Batik

Albarsyah
11 February 2025 | 16:05
rubrik: Business Info
Batik Tradisiku Pionir Bangun Ikon Bogor Kota Batik

Jakarta, TopBusiness – Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Keberadaan dan mempertahankan warisan budaya bangsa ini harus dimulai dari para pegiat dan pewaris. Dengan begitu, batik se-nusantara akan terus tumbuh dan berkembang, lantaran pemahanan akan mempertahankan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Rukayah, seluruh komponen bangsa ini harus bisa melestarikan warisan budaya berupa batik. “Jangan sampai hasil karya kita ini berpindah ke lain pihak. Langsung diakui milik mereka,” kata Rukayah kepada TopBusiness.id.

Bahkan dirinya, mengatakan apalagi Batik Tradisiku ini sudah dikenal di dalam negeri bahkan di tingkat Asia, karena telah banyak kunjungan rutin dan para pengunjung. “Meraka juga langsung melakukan proses pembatikan di workshop Batik Tradisiku ini,” ujar dia.

Rukayah berpendapat akan ada regenesi penerus Batik Tradisku, ini terus berkembang dan bertumbuh  lestari serta memberikan kebermanfatan bagi kita semua. “Batik juga dilindungi UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia tak benda. Semoga Batik Indonesia tetap lestari di negeri kita cintai ini”, tegasnya.

Salah satu pegiat dan pionir dalam membangun batik Bogor ialah  dilakukan kedua pasangan suami istri, H. Syamhudi Siswaya (almarhum) dengan didukung istri beserta kedua putra putrinya. Rukoyah turut membantu sang suami dalam membangun Ikon Batik Bogor, maka lahirlah brand “Batik Tradisiku”. Ini merupakan Brand yang turut menjadikan Ikon Kota Bogor sebagai Kota Batik. Brand itu menjadikan Kota Bogor sebagai kota Batik, selanjutnya brand tersebut menjadikan kota Bogor manjadi acuan, serta sebagai kota penghasil kerajinan batik di sentra-sentra batik di nusantara yang sudah terkenal seperti, Solo, Pekalongan, Yogjakarta, Cirebon, Madura dan Kudus.

Tepatnya pada 3 Januari tahun 2008, kedua pasangan H. Syamhudi dan Rukoyah memulai memproduksi batik di rumahnya yang terletak di Kawasan Komplek Brimob Kedung Halang, Bogor. Berawal dari rumah produksi “batik Trdisiku” dengan menempati beberapa ruangan dan kontrakan rumah yang disewakan  bagi penghuni, dan proses produksi batik berjalan dengan sukses.

BACA JUGA:   Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Pasar Baru Encik Puan Perak di Tanjungpinang

Akan tetapi proses membangun “Batik Tradisku” tidak hanya berproses begitu saja. Pada tahun 2006, H. Syamhudi Siswaya melakukan kegiatan penanganan bencana gempa Yogyakarta, kebetulan H. Syamhudi terlibat dalam paguyuban karawitan Yogyakarta, maka dengan terjun langsung dalam bakti penanganann bencana Yogya ini, maka diboyonglah beberapa pengrajin untuk melakukan produksi “Batik Tradisiku “ di Kota Bogor.

Dan setelah selesainya aktivitas penanganan bencana gempa pada tahun 2008, resmilah para pengrajin memulai memproduksi batik, akan tetapi diwaktu berdirinya “Batik Tradisiku” mendapatkan banyak tantangan. Pasalnya, kedua pengagas suami istri ini belum punya pengalaman dalam perbatikan.

Menurut Rukayah, di tengah kesulitan tersebut, pihaknya mendapatkan pertolongan dari Pemerintahan Kota Bogor (PEMKOT). Tahun 2008, Pemkot menyelanggarakan kegiatan Klinik Design, kegiatan ini melakukan pendidikan pembatikan yang diikuti 20 orang dan langsung di bawah pembimbin para desainer di bidang batik dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANSDA) Kota Bogor. Pendidikan dasar pembatikan ini berlangsung selama 7 hari.

“Akan tetapi dari hasil pendidikan pembatikan ini hanya mendapatkan keseriusan dari 1 orang saja, dan juga satu orang tersebut tidak melanjutkan minat pembatikan, akan tetapi di bidang penjahitan alias tailor. Akan tetapi “Batik Tradisku “ Kota Bogor terus berproses melakukan produksi dan langkah-langkah agar Batik Kota Bogor menjadi kebanggaan Urang Bogor,” papar dia.

Dengan membangun sinergisitas nan apik dengan Pemerintahan Kota Bogor serta DEKRANSDA, dimana H. Syamhudi aktif di keangotaan DEKRANASDA Kota Bogor. Memasuki tahun 2009 Pemkot Bogor menyelanggarakan pameran di Jungle, dimana pihak pemkot memberikan apresiasi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan pameran dihadiri dari pihak luar negeri yaitu Jepang dan Walikota Bogor, serta Sekretris Daerah yang memberikan apresiasi bagi Batik Tradisiku. Walikota memberikan himbaun kepada seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Lembaga pendidikan dan PNS wajib menggunakan Batik Tradisiku yang menjadi Ikon bogor dengan desain “Kujang-Kijang” agar warisan batik ini terus bisa lestari.

BACA JUGA:   IETD 2024: Sembilan Rekomendasi Percepatan Transisi Energi Berkeadilan dan Terarah

Hingga saat ini Batik Bogor telah menjadi budaya yang dipakai oleh seluruh PNS di seluruh Kabupaten Bogor, dan seluruh BUMD seperti Pasar Pakuan, PDAM Kota Bogor dan Lembaga pendidikan dan guru-guru telah turut mendukung pelestarian warisan budaya batik.

“Kita harus bisa melestarikan warisan budaya berupa batik, dan kita wajib menggunakan Batik Bogor yang digagas oleh Batik Tradisku sebagai Ikon Batik Bogor,” kata Walikota Bogor Diani Budiarto pada Hari jadi Kota Bogor yang ke-539 tahun.

Dan Walikota Bogor periode 2014 -2019 dan 2019-2024, Bima Arya juga mengimbau seluruh PNS, BUMD dan lembaga pendidikan seluruh Kota Bogor dan Kabupaten Bogor agar bisa melestarikan warisan budaya berupa batik. Tentunya Bogor sudah memiliki ikon batik, maka seluruh masyarakat harus dapat menggunakannya yang telah diproduksi oleh pengrajin”, tegas Bima Arya pada kegiatan dan pameran UMKM di Kota Bogor.

Torehan Prestasi Nasional dan Internasional

Tahun 2013, prestasi yang diraih gugus kendali mutu level 4 untuk kategori IKM pada kegiatan pameran di Yogyakarta. Tahun 2014 meraih prestasi produk inovasi tingkat Jawa Barat yang langsung diberikan Gubernur Jawa barat Ahmad Heriawan dengan karya inovasi Mosaik Batik, dan t2015 meraih prestasi sebagai produsen Batik Tradisiku sebagai industri hijau dengan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung memberikan penghargaan di istana Wakil Presiden.

Ditegaskan Rukayah, kami telah peduli akan lingkungan hidup. “Kami menjaga alam ini dengan sangat ramah. Oleh sebab itu, untuk pewarnaan batik, kami sudah menggunakan pewarnaan alami, dan juga penanganan limbah. Kami mengelola limbah dengan sangat baik, limbah produksi kami dimanfaatkan dalam produk dengan memanfaatkan limbah sisa batik untuk dimanfaatkan desain dengan membuat berbagai barang kerajinan seperti dompet, pembungkus kursi, meja, lemari dan bergabagi proruk kriya lain. Jadi di Batik Tradisiku tidak ada limbah, net zero limbah”, tegas Rukayah di workshop Batik Tradisiku, di Jl. Jalak No. 2. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA:   PLN Icon Plus Beri Akses ke Provider PLTS Atap Ini

Saat ini, Batik Tradisiku telah memiliki desain batik Kijang-Kujang, Hujan Gerimis, Rereng Kujang, Teratai dan sudah mencapai ratusan motif desain batik yang dihasilkan Batik Tradisiku. Berbagai pilihan disediakan bagi pengguna batik dari Batik Tulis dengan bahan dasar primisima, dan  batik cap dengan bahan katun serta berbagai pilihan pernik-pernik mosaic yang sangat dibutuhkan dan pecinta batik Tanah Air.

Dan untuk harga produk batik dan berbagai pernak-pernik batik dan mosaic di Batik Tradisiku ini mulai rentang Batik Cap di harga Rp 260-675ribu. Untuk batik tulis di rentang Rp 1,1-3,750 juta dan perlengkapan mosaic dari harga Rp 10-60 ribu. Dan untuk paket untuk hadiah akan disediakan hamper dengan isinya aneka produk batik dan mosaic batik yang sangat berbeda dengan hamper biasanya, dengan ini pula kan memberikan sebagai penyelamat warisan budaya bangsa.

Bagi Rukayah tantangan sangat besar dalam melanjutkan usaha batik yang merupakan sebuah warisan budaya bangsa Indonesia dan sebagai warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Dengan kepergian mendiang suaminya H. Syamsudin Siswaya, semenjak 2023 maka Rukayah mengelola Rumah Batik Tradisiku sendiri saja. Dan kedua putrinya telah merantau ke negara Singapura dan Australia. Kedua putrinya tersebut mengikuti suaminya berkerja di perusahaan tambang THIES di Australia dan yang satunya di Singapura di perusahaan Hitachi.

Harapan Rukayah, Batik Tradisiku ini akan tetap eksis dalam melestarikan warisan budaya bangsa ini. Dan akan mengembangkan kegiatan trainning-trainning batik di berbagai kelompok perusahaan yang akan mengembangkan program Corporate Responsibility (CSR) dan TJSL di perusahaan nasional, swasta dan BUMN. Tentunya diperlukan membangun sinergisitas dengan berbagai pihak dan syukur-syukur ada generasi milenial dan Gen Z dapat tertarik untuk bisa melestarikan warisan budaya bangsa ini.

Tags: bogor kota batik
Previous Post

Penipuan Sektor Keuangan Marak, OJK Luncurkan Indonesia Anti-Scam Center

Next Post

Lagi, Indeks Harga Saham Gabungan Jatuh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR