Jakarta, TopBusiness – Program kolaborasi antara PT BPRS Jam Gadang (Perseroda) atau Bank Jam Gadang Syariah dan Pemerintah Kota Bukittinggi ini patut dicontoh BPR dan BPRS lain di Indonesia. Program Tabungan Utsman ini dirancang khusus untuk memberantas praktik rentenir sekaligus memberdayakan pengusaha UMKM supermikro.
Sejak diluncurkan pada 2022, realisasi pembiayaan Program Tabungan Utsman sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp 14,6 miliar dengan total debitur sebanyak 1.572 orang.
Direktur Utama Bank Jam Gadang Syariah Feri Irawan menjelaskan, Program Tabungan Utsman ini mengintegrasikan layanan tabungan dan pembiayaan dalam satu produk dengan fitur-fitur yang sangat menguntungkan nasabah, yaitu pembiayaan tanpa agunan hingga Rp 10 juta, bebas biaya administrasi, dan margin 0 persen.
“Keunikan program ini terletak pada sistem setoran harian atau mingguan yang mengadopsi pola pembayaran rentenir namun tanpa bunga, sekaligus mendidik pelaku UMKM untuk memiliki kebiasaan menabung,” ujar Feri dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Jumat (14/2/2025).
Dengan sistem auto debet saat jatuh tempo, kata Feri, program ini tidak hanya membantu memberantas praktik rentenir tetapi juga membangun budaya menabung di kalangan pelaku UMKM serta menjadikannya solusi yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi mikro di Kota Bukittinggi.
“Pemerintah daerah dan perguruan tinggi sudah melakukan survei atas keberhasilan program ini terhadap pengembangan UMKM namun, hasilnya belum keluar,” ujar Feri.
Dia juga menegaskan bahwa pembiayaan Program Tabungan Utsman tahun 2025 ini masih tetap karena sudah dianggarkan Rp 2,5 miliar.
Kinerja Bisnis
Secara bisnis, kata Feri, kinerja Bank Jam Gadang Syariah menunjukkan kinerja yang positif pada 2024, melebihi target dalam rencana bisnis di semua indikator utama. Total aset pada 2024 mencapai Rp 124,1 miliar, meningkat 14,8 persen dari tahun 2023 dan melebihi target rencana bisnis dengan pencapaian 103,37 persen.
Pembiayaan Bank Jam Gadang Syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan total Rp 93,8 miliar, mencapai 108,61 persen dari target rencana bisnis. Dana pihak ketiga tumbuh menjadi Rp 69,2 miliar dengan pencapaian 104,93 persen dari target.
“Dari sisi profitabilitas, bank mencatat laba operasional sebelum pajak dan zakat sebesar Rp 2,7 miliar, meningkat signifikan 19,74 persen dari tahun 2023 dan melebihi target rencana bisnis dengan pencapaian 105,19 persen,” ujar Feri.
Bank Jam Gadang Syariah menawarkan berbagai produk pembiayaan berbasis syariah seperti Murabahah, Multijasa, Musyarakah, Mudharabah, Qard, dan Pembiayaan Sindikasi. Sedangkan dari sisi pendanaan, bank memiliki produk Tabungan Wadiah (termasuk Tabungan Hijrah, Al Qashwa, dan Utsman) serta Deposito Mudharabah. Bank juga menyediakan layanan pembayaran utilitas dan berperan sebagai unit pengumpul zakat.
“Pencapaian kinerja yang konsisten di atas target menunjukkan pengelolaan yang baik dan pertumbuhan bisnis yang sehat, didukung oleh diversifikasi produk yang komprehensif untuk melayani kebutuhan nasabah,” tuturnya.
Pencapaian kinerja tersebut tak lepas dari berbagai langkah terobosan dan inovasi bisnis yang membuat kinerja bank BUMD ini tumbuh berkelanjutan. Inovasi tersebut antara lain program pengembangan kualitas dan kompetensi pegawai dengan mengikutkan mereka dalam seminar, workshop, pelatihan sendiri (in house training) maupun dengan lembaga-lembaga pelatihan.
Bank Jam Gadang juga melakukan promosi melalui media sosial (FaceBook, Instagram, Tiktok dan Web BPRS) dalam memasarkan produk dan menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
Terkait pemanfaatan teknologi digital, Feri menjelaskan bahwa sejak 2022, pihaknya telah mengimplementasikan berbagai solusi bisnis unggulan, baik untuk internal perusahaan maupun eksternal (nasabah maupun mitra bisnis). Solusi bisnis untuk internal
Terkait pemanfaatan teknologi digital, Feri menjelaskan bahwa sejak 2022, pihaknya telah mengimplementasikan berbagai solusi bisnis unggulan, baik untuk internal perusahaan maupun eksternal (nasabah maupun mitra bisnis).
Solusi bisnis untuk internal yang diimplementasikan adalah Aplikasi Absensi dan Pengajuan Cuti Mobile Karyawan. Aplikasi mobile ini adalah solusi digital yang memungkinkan karyawan melakukan presensi dan manajemen cuti menggunakan smartphone. Sistem ini dilengkapi fitur GPS untuk verifikasi lokasi saat absensi masuk dan pulang, serta memudahkan proses pengajuan dan persetujuan cuti secara real-time tanpa kertas, sehingga menjadikan administrasi lebih efisien dan transparan.
Sedangkan untuk eksternal, Bank Jam Gadang Syariah mengimplementasikan Aplikasi Whatssapp Notification Transaksi Perbankan. WhatsApp notification untuk transaksi perbankan adalah layanan real-time yang memungkinkan nasabah memantau aktivitas keuangan mereka melalui WhatsApp.
“Sistem ini mengirimkan notifikasi otomatis untuk setiap transaksi, meningkatkan keamanan dengan deteksi cepat transaksi mencurigakan, dan menyediakan bukti transaksi digital yang mudah diakses sambil menghemat biaya dibandingkan SMS banking,” ujar Feri.
Terkait kontribusi terhadap daerah, Bank Jam Gadang Syariah setiap tahun menyetorkan dividen BPRS untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi . BPRS ini juga memiliki program kegiatan edukasi literasi keuangan kepada pelaku usaha UMKM dengan Pembiayaan Utsman. “Hampir tiap bulan kami diminta jadi narasumber di dinas-dinas untuk edukasi pelaku UMKM,” kata Feri.
Berkat pencapaian kinerja dan inovas-inovasi yang dilakukan tersebut, BPRS Jam Gadang (Perseroda) tahun 2025 ini kembali menjadi bank BUMD finalis peraih TOP BUMD Awards. Pada 2024, Bank Jam Gadang meraih TOP BUMD Awards 2024 levelS Bintang 5Golden Throphy TOP BUMD dan Pada 2024, Bank Jam Gadang meraih TOP BUMD Awards 2024 level bintang 5 untuk kategori BPRS, serta Golden Throphy karena tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan TOP BUMD Awards Bintang 5.
