Jakarta, TopBusiness – Tahun ini untuk pertama kalinya Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Kabupaten Nagan Raya -Aceh mengikuti ajang penjurian untuk penghargaan “Top BUMD Awards 2025”. Berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD ini mengemban sejumlah misi mulia, salah satunya “Memberikan pelayanan unggulan dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang prima, aman, informatif dan efektif dengan memperhatikan aspek sosial”.
Presentasi dan wawancara penjurian ini disampaikan Mukhlisin SKM. M Kes, Tenaga Promotor Kesehatan RSUD SIM. Ia mengawali presentasi dengan pengenalan Perusahaan, yakni keberadaan RSUD Sultan Iskandar Muda, visi dan misi, fungsi, serta tugas pokok sebagai sebagai Unit Kerja Pelayanan (BULD) bidang kesehatan. “Secara umum, BLUD RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan, pemulihan, pencegahan, dan promosi kesehatan. Rumah sakit juga melakukan penelitian dan pengembangan, serta pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis serta melakukan upaya rujukan secara komprehensif,” ujarnya di depan tim Juri TOP BUMD Awards 2025 yang dilakukan Selasa (18/02/2025)yang diselenggarakan Majalah TopBusiness Jakarta.
“Kami juga memiliki core value dan Motto tersendiri. Value kami meliputi kejujuran, kebersamaan, keikhlasan, professional, simpati dan empati. Sedangkan Mott kami yakni -PULEH SYEDARA, BAHAGIA KAMOE yang berarti Kesembuhan Saudara, Kebahagiaan kami,” tambahnya .
Sedangkan juri penilai terdiri: Prof. DR. Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-Universitas Indonesia), Dwinda Ruslan -Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro -Pakem), Febrizal Efendi (Aspiluki), Sentot Baskoro (Akademisi-Pakar Hukum Korporasi) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Dalam presentasinya disampaikan bahwa sejalan dengan visi dan misi yang diemban, RSUD SIM juga terus berupaya meningkatkan performa, baik dari aspek tata kelola manajemen sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), kinerja usaha, dan layanan masyarakat. Dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut BLUD RSUD Sultan Iskandar Muda menjalankan beberapa fungsi penting. Di antaranya pelaksanaan urusan ketatalaksanaan dan rumah tangga Rumah Sakit Daerah. Penyusunan program kerja tahunan, jangka menengah dan jangka Panjang.
Selain itu juga melakukan penyusunan kebijakan teknis di bidang pelayanan medis, keperawatan, penyelenggaraan pelayanan medis, penunjang medis dan non medis, penyelenggaraan asuhan keperawatan, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Berikutnya, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan ilmu serta teknologi kedokteran, penyelenggaraan pelayanan rujukan; dan penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan.
Terkait layanan masyarakat, juga telah melakukan Survei Kepuasan Pelanggan, di mana hasil survei tahun 2024 Semester II dengan score 83,67% terdiri dari 346 Sampel. Untuk memudahkan layanan, RSUD SIM juga telah melakukan terobosan, inovasi, pemasaran melalui digitaliasi dengan pengembangan Website Media Sosial. Demikian juga adanya penambahan fasilitas alat dan juga berbagai fasilitas penunjangnya. “Kami juga telah membangun aplikasi SIM-RS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan aplikasi teknologi informasi untuk meningkatkan kinderja manajemen rumah sakit, operasional dan layanan SIMRS juga untuk membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan Kesehatan,” terangnya.
Untuk layanan misalnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM) di Nagan Raya beberapa waktu lalu, menambah layanan untuk pasien cuci darah, Hal ini sekaliobgus kjuiga mengakhiri ketergantungan pasien dari daerah ini yang sebelumnya harus berobat ke luar daerah untuk menjalani hemodialisis. Sebelumnya, pasien gagal ginjal di Nagan Raya harus melakukan perjalanan jauh ke Abdya, Meulaboh, atau bahkan Banda Aceh, yang tentu saja membebani biaya pengobatan mereka. Unit cuci darah yang baru diresmikan ini dilengkapi dengan mesin hemodialisis, yang mampu melayani pasien setiap harinya untuk cuci darah.
Selain itu, upaya lain juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan SDM dan menambah dokter spesialis. Strategi ini diharapkan akan membawa peningkatan signifikan dalam profesionalisme dan kualitas layanan. Dalam hal ini dilakukan juga, peningkatan tenaga keperawatan dan kebidanan. “Langkah ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam memberikan pelayanan yang unggul kepada masyarakat, menciptakan mutu layanan yang lebih baik, dan memastikan bahwa standar layanan kesehtan pasien tetap terjaga,” ujarnya.
Ajang penjurian TOP BUMD diselenggarakan oleh majalah TopBusiness bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah Tim Penilai, antara lain Lembaga Kajian Nusantara (LKN) Asta Cita, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta pakar/akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air. Tema yang diambil dalam TOP BUMD Awards 2025 adalah ”Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”.
Editor : Agus H
