TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TKDN Hulu Migas Meningkat, Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Albarsyah
25 February 2025 | 21:11
rubrik: Business Info
TKDN Hulu Migas Meningkat, Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, TopBusiness – Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas terus meningkat sehingga menciptakan dampak berganda terhadap perekonomian nasional.

Data Reforminer Institute mencatat bahwa sektor hulu migas nasional terkait dengan 129 industri lain, menyumbang 90% PDB nasional, dan menyerap 82% tenaga kerja di Indonesia. Setiap investasi sebesar Rp1 triliun di sektor hulu migas akan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp5,43 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan satu dekade lalu.

“Indeks multiplier effect industri hulu migas terus tumbuh, mencerminkan besarnya peran sektor ini dalam mendorong ekonomi nasional,” ujar Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, dalam Media Training IPA Convex 2025 di Jakarta, Selasa (27/2).

Selain kontribusi terhadap investasi dan penerimaan negara—rata-rata Rp192,32 triliun per tahun terhadap APBN—hulu migas juga mempercepat pertumbuhan industri pendukung dalam negeri. TKDN dalam pengadaan barang dan jasa hulu migas selama 12 tahun terakhir stabil di kisaran 54%-68%.

Sementara itu, menurut Benny Joesoep, Direktur Keuangan dan Komersial Tripatra, mengungkapkan, dampak berganda akan terasa semakin luas dengan peningkatan peran penggunaan produk dan keterlibatan perusahaan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) dalam negeri sepanjang Project Life Cycle. “Dengan menguasai engineering, maka perusahaan EPC nasional akan menjadi lokomotif peningkatan penggunaan barang dan jasa dalam negeri,” kata Benny.

Pada kesempatan sama, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong, menambahkan, target produksi migas yang lebih ambisius dan agenda transisi energi akan membuat keterlibatan industri dalam negeri semakin strategis bagi ketahanan energi nasional. “Kami berharap melalui Media Training ini, semakin banyak pihak memahami bahwa penguatan industri hulu migas adalah investasi jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:   Menperin: Kini Prosedur TKDN Lebih Murah-Mudah

Acara Media Training bertema “Dampak Berganda Industri Hulu Migas” ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju IPA Convex 2025 yang akan digelar pada 20-22 Mei 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Tags: tkdn
Previous Post

Wamen Diana Bahas Penguatan Kerja Sama Infrastruktur dengan Jepang

Next Post

Kementerian PU Siap Dukung Upaya Penanganan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR