Jakarta, TopBusiness – Perumda Terminal Makassar Metro adalah perusahaan umum daerah yang didirikan sejak tahun 1999 yang bergerak di bidang jasa layanan terminal.
Terdapat dua alasan utama didirikannya Perumda Terminal Makassar Metro yaitu sebagai pelayanan umum kepada masyarakat dan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar.
“Modal dasar kita dalam menjalankan aktivitas BUMD ini adalah mengelola terminal yang kemudian kami olah menjadi dasar income retribusi yang kemudian dikontribusikan ke PAD pemerintah Kota Makassar,” ujar Arsony, SH selaku Direktur Umum Perumda Terminal Makassar Metro saat mengikuti presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2025 secara daring oleh Majalah TopBusiness, Kamis, 20 Februari 2025.
Arsony menambahkan, dalam beberapa kurun waktu belakang Perumda Terminal Makassar Metro belum sampai pada yang diinginkan atau mendapat keuntungan.
“Perusahaan ini kemudian mengalami pasang surut, jadi sejak tahun 2009 sampai 2016 mengalami penurunan income dan pendapatan, dan terakhir mengkontribusikan laba pada tahun 2017,” terang Arsony.
Baru pada tahun 2022, Perumda Terminal Makassar Metro di bawah komando Dafris, SE selaku Direktur Utama kembali mencatatkan laba hingga dividen sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar dari Perumda Terminal Makassar Metro.
“Dalam proses perjalanan perusahaan ini kami berusaha sebisa mungkin untuk mencapai dua hal, yaitu bagaimana peningkatan PAD dan melayani publik dengan standar yang semestinya,” kata Arsony.
Untuk mencapai hal tersebut, Arsony mengatakan manajemen melakukan konsolidasi kepada penegak regulasi agar melakukan penegakan yang berujung pada meningkatnya pelayanan publik.
“Alhamdulillah wasyukurillah di zaman kami di bawah kepemimpinan Pak Dafris, kami mempersembahkan laba kepada pemerintah Kota Makassar,” tegas Arsony.
Sebagai informasi, pada tahun 2024 Perumda Terminal Makassar Metro menghasilkan laba sebesar Rp. 620.609.063,- dengan dividen sebesar Rp. 341.354.984,65. Pada tahun 2025, Perumda Terminal Makassar Metro menargetkan pendapatan Rp. 7.049.120.000 dengan laba Rp.688.194.896.40 dan dividen Rp. 378.507.193.02.
