Jakarta, TopBusiness – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang infrastruktur, PT Hutama Karya (Persero) berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai upaya membangun bisnis berkelanjutan agar membawa dampak manfaat bagi masyarakat.
“Hutama Karya berkomitmen untuk menyelaraskan kinerja bisnis dengan menciptakan manfaat bagi pemangku kepentingan dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program TJSL yang berpedoman pada ISO 26000 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ungkap Agus Kosasih Kepala TJSL Hutama Karya dalam presentasinya saat wawancara penjurian TOP CSR Awards 2024 secara daring, Selasa (23/4/2024).
Dalam presentasinya berjudul ‘Kontribusi TJSL Berbasis ISO 26000 dalam Strategi Bisnis yang Berkelanjutan, Agus Kosasih memaparkan secara komprehensif implementasi Program TJSL Hutama Karya yang memiliki tiga aspek prioritas untuk pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Pembangunan berkelanjutan diinterpretasikan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dalam implementasinya di Hutama Karya terdapat pencapaian terhadap beberapa SDGs prioritas yaitu, Aspek Sosial, Aspek Ekonomi dan Aspek Lingkungan,” lanjut Agus dalam presentasinya.
Masih menurut Agus, agar program TJSL berjalan secara tepat dan terukur, Hutama Karya melakukan analisis secara mendalam dengan berpedoman pada ISO 31000:2018 dan ISO 26000:2010.
“Dalam merumuskan isu keberlanjutan yang relevan, Hutama Karya melakukan kajian risiko terhadap aktivitas korporasi yang berpengaruh terhadap kinerja bisnis perusahaan. Analisis risiko dilakukan dengan berpedoman pada ISO 31000:2018 Risk Management Guidelines dan disesuaikan dengan isu keberlanjutan dengan berpedoman pada ISO 26000:2010 Guidance on Social Responsibility dan SDGs,”
Tak hanya itu, lanjut Agus, sebagai BUMN yang bergerak di bidang kontruksi bangunan, Hutama Karya juga melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mengukur dampak yang ditimbulkan. “Selain itu, Perusahaan (HK) juga menggunakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk melihat sejauh mana potensi dan dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya pekerjaan konstruksi di lokasi yang terkait,” jelasnya.
Tata Kelola CSR
Selain itu, Hutama Karya juga menggunakan system PDCA (Plan, Do, Check dan Act) dalam implementasi TJSL atau CSR (Corporate Social Responsibility). Langkah tersebut merupakan metode pengukuran agar setiap program yang dilakukan dapat berjalan secara efektif.
“Untuk sistem pengelolaan CSR sendiri kita ada menggunakan teknik PDCA namanya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan pelaporan serta kita melakukan valuasi,” kata Dhea Tri salah satu anggota TJSL HUtama Karya.
“Untuk Perencanaan kita ada, Melakukan pemetaan dan evaluasi dampak dan keterkaitan dengan stakeholders. Termasuk melakukan pemetaan sosial dan juga pemetaan lingkungan melalui AMDAL. Kemudian dengan adanya ini, kita menyusunnya dengan berbasis analisi risiko Bersama-sama dengan Tim Manajemen Risiko dan juga selanjutnya kita menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk Program TJSL,” tambah Dhea.
Setelah itu, lanjut Dhea, dari RKA tersebut ditetapkan dan disetujui oleh Kementerian BUMN. “Untuk Pelaksanaannya dari RKA yang sudah kita tetapkan dan sudah disetujui oleh Kementerian BUMN kita akan melaksanakan TJSL itu baik yang CID (Community Involvement and Development) maupun Non CID sesuai dengan tujuan yang direncanakan,” jelasnya.
“Kmudian untuk monitoring dan pelaporannya kita membuat rekapan realisasi kegiatan, ada Feedback juga dari penerima bantuan, ada Kontrol kendala saat pelaksanaan. Kemudian kita Membuat laporan kegiatan dengan konsolidasi data dari seluruh divisi yang ada, dan kita juga melakukan publikasi,” imbuhnya.
Sedangkan untuk tahapan evaluasi, Tim TJSL HUtama Karya melakukan evaluasi dengan kontrol RKA dan realisasi program yang dilaksanakan “(Tahap Evaluasi) ada Continuous program improvement dari program-program TJSL yang berbasis ISO 26000 ini untuk mendukung strategi keberlanjutan Perusahaan,” tegasnya.
Program CSR Unggulan Berbasis SDGs
Hutama Karya telah melakukan ragam inovasi program TJSL berbasis ISO dengan tujuh core subject inti.
“Terkait dengan tata kelola organisasi kita sudah implementasikan Good Corporate Governance. Kemudian perbaikan tata kelola TJSL terus menerus dan juga untuk Hak Asasi Manusia kita ada pedoman etika kerja dan etika bisnis atau yang dikenal code of conduct,” beber Dhea.
“Kemudian ada Whistleblowing System, remunerasi yang adil bagi karyawan dan juga untuk praktik perburuhan atau tenaga kerjaan kita ada sistem manajemen K3, yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja,” lanjutnya.
Berikut beberapa program unggulan TJSL Hutama Karya yang terkait dengan bisnis berkelanjutan atau berbasis SDGs.
Untuk bidang lingkungan, Hutama karya memiliki ragam program menarik, dua diantaranya seperti Pengolahan Sampah dan Konservasi Gajah Sumatera.
Implementasi program pengolahan sampah dilakukan di Unit Pengelolaan Sampah di Rest Area 277A Ruas Tol Terbanggi Besar, Pematang Panggang Kayu Agung.
Adanya peningkatan jumlah sampah di rest area yang berpotensi mencemarkan lingkungan khususnya sampah organik. Kolaborasi Unit TJSL dan Divisi Operasi Pemeliharaan Jalan Tol berhasil dilaksanakan dan menjadi pengelola sampah organik dengan metode BSF pertama di rest area tol Indonesia.
Untuk bidang ekonomi, Hutama Karya memiliki program Pengembangan UMK di Jalan Tol Trans Sumatera.
Program tersebut merupakan upaya perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dalam rangka meningkatkan okupansi tenan UMKM di rest area JTTS. Dilakukan dengan memberikan pelatihan literasi keuangan dan digital payment, perencanaan bisnis, peningkatan alat produksi, dan alternatif permodalan usaha.
Sedangkan untuk program di bidang Pendidikan, ada program HK Mengajar. Program relawan internal perusahaan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi bagian dari pemberdayaan sosial serta memperkenalkan HK kepada masyarakat, sekaligus mengubah pola piker generasi muda mengenai dunia konstruksi.
Program tersebut sebagai ikhtiar Hutama Karya dalam penguatan sumber daya manusia Indonesia yang unggul untuk generasi penerus mendatang.
