Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (7/03/2025) memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Sideways Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Kamis (6/3). Dow -0,99%, S&P 500 -1,78%, Nasdaq -2,61%. Nasdaq memasuki zona koreksi dan S&P 500 turun ke level terendah sejak November akibat gejolak tarif Trump, mendorong saham AS anjlok ke level terendah sesi pada Kamis.
Pasar komoditas bergerak cenderung menguat pada Kamis (6/3). Harga minyak WTI +0,08% ke level USD 66,4/bbl, harga minyak Brent +0,26% ke level USD 69,5/bbl, harga batubara +0,71% ke level USD 105,9/ton, dan CPO +1,43% ke level MYR 4.480. Harga emas terpantau melemah 0,26% ke level USD 2.911,8/oz.
Bursa saham Asia ditutup menguat pada Kamis (6/3). Kospi +0,70%, Hang Seng +3,29%, Nikkei +0,77% dan Shanghai +1,17%. Sedangkan IHSG ditutup menguat ke level 6.531,4 (+2,37%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 36,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 183,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 220,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 57,4 miliar), BBCA (Rp 35,1 miliar), dan BMRI (Rp 33,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 150 miliar), BRMS (Rp 50,4 miliar), dan TPIA (Rp 38,6 miliar). Top leading movers emiten BBCA, AMRT, CASA, sementara top lagging movers emiten AMMN, TPIA, BREN.
Pagi ini, Kospi dibuka melemah 1,06% dan Nikkei turun 1,83%. “Kami memperkirakan IHSG stagnan, didorong oleh penguatan pasar komoditas serta pelemahan bursa global dan regional,” demikian tertulis di website.
