Jakarta, TopBusiness – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (kode saham: ROTI), baru saja mencatatkan kinerja yang solid. Hal ini berdasar Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 yang telah disampaikan kepada OJK dan BEI, Jumat (7/3/2025).
Menurut keterangan tersebut, tahun 2024 yang menjadi milestone penting perusahaan dari produsen roti massal pertama dan terbesar di Indonesia itu telah melebarkan usaha dengan menyasar pasokan untuk segmen Horeca (hotel, resto dan cafe). ROTI sendiri kini telah mengembangkan ragam produknya mencakup kategori kue, dan produk-produk berbasis cokelat, dan lainnya.
“Berbagai strategi telah diterapkan Perusahaan untuk mempertahankan keunggulan di sektor fast moving goods yang semakin menantang. Terbukti pada tahun 2024 meraih Pendapatan Bersih Rp3,9 triliun yang merupakan akumulasi peningkatan kontribusi dari semua unit bisnis; Sari Roti, Sari Kue, Sari Choco, dan Indosari Food Solutions,” ujar keterangan tersebut.
Produk-produk unggulan Sari Roti dan Sari Kue terus mendominasi baik di outlet Modern maupun Tradisional dengan menghadirkan Roti Tawar Spesial, Roti Tawar Milky Soft, Roti Tawar Double Soft juga kue-kue populer seperti Dorayaki dan Cheesecake.
Sedangkan untuk menyesuaikan daya beli konsumen yang sedang menurun, disebutkan di laporan itu, Perusahaan juga melakukan inovasi dengan formulasi lower-cost dan meluncurkan produk-produk terbaru antara lain Sari Roti Choco Blast, seri Zupper Creamy, seri Soft Cake dan seri Bolu Cake.
Kemudian pada kategori produk berbasis cokelat, Perusahaan menggunakan citarasa cokelat Sari Roti yang populer untuk diaplikasikan menjadi selai, cookies, dan susu dengan memperkenalkan merek baru Sari Choco.
Pada kanal distribusi Business to Business, Indosari Food Solutions memasok bermacam sweet bread, white bread, burger buns, selai cokelat, adonan pizza, premix, dan flavoring yang khusus untuk segmen pasar Horeca.
“Hingga di penghujung tahun 2024 Perusahaan meraih Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp363 miliar atau mengembang 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya.
Peningkatan produktivitas, penurunan biaya bahan baku dan efisiensi operasional juga berhasil meningkatkan EBITDA menjadi Rp721 miliar atau setara dengan margin 18,3%.
Sari Roti yang didirikan 30 tahun yang lalu oleh Wendy Yap yang mendirikan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk itu memiliki visi untuk menjadi produsen roti massal pertama dan terbesar di Indonesia.
Kemudian pada tahun 2010 menjadi perusahaan roti pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini bisnis Perusahaan sudah melampaui roti, dengan menghadirkan ragam produk kue, selai, cookies dan susu bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kami menyebutnya dengan, BEYOND Bread!” pungkasnya.
