TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bukukan Laba Bersih Rp270 Miliar di 2024, Ini Target PRDA di Tahun Ini

Busthomi
14 March 2025 | 21:55
rubrik: Capital Market
Kejar Target di 2019, PRDA Siapkan Capex Rp350 Miliar

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Prodia Widyahusada Tbk (IDX: PRDA) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih (net income) sebesar Rp270 miliar di tahun 2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan 4% secara year on year (yoy).

Pencapaian ini menunjukkan resiliensi Perseroan sebagai pemegang market share laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia.

Perseroan juga mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari segmen pelanggan B2C, dengan kontribusi pendapatan sebesar 58% dari total pendapatan.

Selain itu, Perseroan mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari permintaan tes rutin sebesar Rp1,57 triliun yang turut menyumbang 69% total pendapatan Perseroan.

Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp2,25 triliun, naik sebesar 1,3% secara Year on Year tahun 2023. Adapun posisi kas dan setara kas Perseroan masih tetap positif di level Rp442 miliar, sehingga Perseroan masih mampu menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dalam mendukung operasional bisnis.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan sejumlah strategi bisnis unggulan sudah dipersiapkan dan akan diimplementasikan secara bertahap untuk menggenjot pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun 2025.

“Perseroan akan mengoptimalkan perolehan dari jumlah tes-tes yang bersifat esoterik, pada tahun 2025 kami tingkatkan target menjadi 14 tes baru setiap tahunnya, utilisasi layanan klinik, memperbanyak POCs (Point of Collection), memperbanyak kerjasama dengan rumah sakit, asuransi, serta mengoptimalkan jejaring layanan pelanggan baik untuk B2C dan B2B secara intensif,” ungkap Dewi, dalam keterangannya, Jumat (14/3/2025).

Untuk menguatkan posisi sebagai market leader di industri laboratorium diagnostik di Indonesia, kata dia, Perseroan berupaya meningkatkan jangkauan layanan sebagai pusat rujukan di Asia Tenggara (SEA Referral Laboratory).

Selain strategi utama tersebut, kinerja positif Perseroan juga didukung dari kontribusi positif dari PT Prodia Diagnostic Line (Proline), yang sahamnya telah diakuisisi Perseroan pada Juni tahun lalu.

BACA JUGA:   Menkeu: Divestasi Saham Freeport Harus Transparan

Kontribusi Proline diharapkan semakin memperkuat kinerja Perseroan, terutama dalam menjawab kebutuhan alat kesehatan di Indonesia seiring dengan berbagai program pemerintah terhadap alat kesehatan berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada tahun 2025.

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan kinerja keuangan Perseroan saat ini dalam posisi yang baik, “Kami bersyukur bahwa Prodia berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif, dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.”

“Capaian ini mencerminkan komitmen kami dalam mengelola operasional secara efisien dan mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus fokus pada strategi bisnis yang telah disiapkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. Dengan pendekatan yang disiplin dan adaptif, kami optimis dapat menjaga keuangan perusahaan yang sehat dalam jangka Panjang,” papar Liana.

Hingga akhir 2024, Prodia terus memperluas jangkauan layanan dengan total 354 outlet yang tersebar di 80 kota di 34 provinsi Indonesia. Selain ekspansi jaringan, Perseroan terus mengalokasikan belanja modal (capex) untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi outlet, rehabilitasi dan renovasi bangunan, keperluan relokasi, serta pengembangan operasional IT pada operasional Perseroan.

Prodia dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence laboratorium diagnostik, terus melakukan berbagai edukasi kesehatan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan badan riset, serta distribusi informasi melalui kanal digital.

Selain itu, ekspansi digital terus didorong melalui pengembangan aplikasi U by Prodia, yang menyediakan fitur pemesanan pemeriksaan laboratorium, Health Plan, dan Chronic Disease Management, guna memberikan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Tags: kinerja keuanganPRDAPT Prodia Widyahusada Tbk
Previous Post

Dukung Ketersediaan Air Bersih dan Listrik untuk Warga Bali, SIG Pasok Semen Pembangunan Bendungan Sidan

Next Post

Implementasi Program CSR PT Akebono Brake Astra Indonesia untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR