Jakarta, TopBusiness – Dalam menghadapi tantangan besar terkait masalah lingkungan, PT Polytama Propindo, salah satu perusahaan terkemuka di industri plastik Indonesia, telah meluncurkan program CSR Sinergi Plastik Baik sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Program ini merupakan upaya nyata perusahaan untuk tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan plastik yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Corporate Secretary Manager PT Polytama Propindo M. Andri Nugroho mengatakan Sinergi Plastik Baik bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan penggunaan plastik secara bijak serta bertanggung jawab. Kampanye ini berfokus pada edukasi masyarakat mengenai penggunaan plastik polipropilena (PP) yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
Polipropilena merupakan bahan plastik yang diproduksi oleh PT Polytama Propindo, memiliki keunggulan dalam hal keberlanjutan, karena dapat didaur ulang dengan mudah, serta memiliki sifat yang lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan jenis plastik lainnya.
“Program ini yang kita kembangkan berdasarkan keprihatinan kita akan kondisi masyarakat dimana produk masyarakat tidak menggunakan platik food grade kala itu. Juga sistem pemasaran produk juga terbatas dengan menggunakan cara tradisional,” kata Andri dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, belum lama ini.
Menurut Andri Polipropilena, yang diproduksi oleh PT Polytama Propindo, adalah bahan plastik yang kuat, ringan, tahan lama, dan mudah diproses dan didaur ulang. Karena itu produk plastik propilena ini akan sangat cocok untuk digunakan baik untuk industri maupun masyarakat secara umum.
“Dengan jenis produk granule dan pallet, produk kami dapat digunakan berulang untuk produk seperti, tempat makan dan minum, pakaian hazmat untuk tenaga medis, produk tekstil dan beberapa produk lainnya. Jadi kelebihannya produk kami ini adalah kemampuannya untuk didaur ulang, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan,” papar Andri.

Dalam pelaksanaannya, Program ini juga bersinergi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dimana program ini telah direplikasi oleh para UMKM di Indramayu khususnya khususnya bagi UMKM yang tergabung dalam Kelompok Dahayu (Dapur Usaha Indramayu) . Berkat replikasi program ini, diketahui pendapatan UMKM meningkatkan hingga Rp192 juta per tahun.
“Dahayu ini merupakan program pemberdayaan ke pelaku kuliner di Kecamatan Juntinyuat, Indramayu yang terkenal dengan budaya produsen kecap dan pemanfaatan komoditas bawang merah tertinggi. Pada UMKM di Dahayu ini kita edukasi perihal packaging dan brandingnya sehingga itu juga membantu untuk meningkatkan penjualannya bahkan hingga 2 kali ekspor ke luar negri,” kata Andri
Untuk mengatasi kendala distribusi, perusahaan kemudian menghadirkan inovasi SI DIA (Sistem Distribusi Hijau). Program ini menggunakan sepeda kayuh dan motor listrik berbasis Oligotrik (Oligomer Jadi Listrik), inovasi dari limbah B3 yang telah memperoleh izin pemanfaatan dari KLHK.
”Dengan berbagai program ini, Polytama terus mendorong terciptanya sinergi antara industri, masyarakat, dan lingkungan demi masa depan yang lebih hijau,” pungkas dia.
