TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bukan Sekadar CSR, PLN NTB Bangun Harapan Lewat Program Berkelanjutan

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 May 2025 | 17:31
rubrik: CSR, Event
Bukan Sekadar CSR, PLN NTB Bangun Harapan Lewat Program Berkelanjutan
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Dalam upaya membangun harmoni antara bisnis dan kehidupan masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis keberlanjutan. Tak lagi sekadar aktivitas amal tahunan, program CSR PLN NTB telah menjelma menjadi laboratorium inovasi sosial yang berdampak nyata.

Berlandaskan prinsip ISO 26000 tentang Social Responsibility dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), PLN NTB merancang program-program yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat strategi bisnis perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah NTB menjadi saksi berbagai inovasi berbasis komunitas yang mengedepankan pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan transformasi digital.

“Setiap program TJSL PLN NTB tidak dibentuk secara serampangan. Melalui pemetaan isu eksternal, keterlibatan pemangku kepentingan, serta disain roadmap dan exit strategy, setiap inisiatif yang dijalankan bersifat solutif dan berkelanjutan. Tak hanya sekali pakai, program kami dirancang agar mampu tumbuh mandiri di tengah masyarakat,” kata Wido Kusumo, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTB dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring pada Rabu (07/05).

Salah satu contohnya ialah inisiatif “Desa Berdaya Jerowaru”. Desa yang dulunya terdampak aktivitas operasional transportasi batu bara PLN ini kini justru menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekowisata dan pelestarian lingkungan.

“Program ini bertujuan menjaga kondusivitas operasional perusahaan melalui pelestarian ekosistem dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Wido.

Wido mengungkapkan melalui penanaman 8.000 mangrove, pelatihan daur ulang sampah, inkubasi UMKM berbasis kelautan, hingga sekolah adat untuk edukasi lingkungan, program ini menyentuh lebih dari 11 ribu warga Jerowaru.

“Dari program ini, terbentuk 4 UKM baru, 1,6 hektare area pesisir direhabilitasi, dan Rp450 juta perputaran ekonomi tercipta dalam satu tahun,” ungkap dia. Ia menekankan tak hanya berdampak sosial, program ini turut mendorong peningkatan brand image perusahaan serta mengoptimalkan aset kelistrikan PLN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

BACA JUGA:   Pertamina Patra Niaga Tuban Hadirkan Inovasi Kampung Eco Briket Sebagai Program CSR Unggulan

Komitmen PLN NTB tak berhenti di Jerowaru. Sejumlah program lain turut diimplementasikan, menyasar pendidikan, ekonomi, dan digitalisasi, diantaranya;

Kopi Mangrove: Simbol Ekowisata dan Restorasi Lingkungan

Wido menuturkan salah satu inovasi yang kini menjadi ikon CSR PLN NTB adalah program pengembangan kopi mangrove di Desa Jerowaru, Lombok Timur. Program ini bermula dari kekhawatiran masyarakat akan dampak operasional pelayaran batu bara PLN yang berpotensi mengganggu ekosistem pesisir dan aktivitas nelayan. 

“Dalam hal ini PLN UIW NTB memilih pendekatan dialogis dan partisipatif, lalu melahirkan gagasan memulihkan kawasan pesisir dengan cara yang produktif. Buah mangrove yang selama ini dianggap tak berguna, kini diolah menjadi kopi dan teh yang memiliki cita rasa khas sekaligus nilai jual tinggi,” tutur Wido.

Kawasan ekowisata Bale Mangrove pun dibangun, lengkap dengan trek wisata, fasilitas edukasi lingkungan, dan inkubasi UMKM lokal. Hasilnya luar biasa. Sebanyak 8.000 bibit mangrove ditanam kembali, 28 pekerja lokal diberdayakan, dan empat UMKM baru terbentuk. Program ini bahkan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp450 juta dalam setahun dan menarik lebih dari 114.000 pengunjung sepanjang 2024. Produk unggulannya, Kopi Mangrove, kini menjadi oleh-oleh khas yang membawa cerita konservasi di balik rasanya.

Superfood Lokal: Kelor Jadi Komoditas Ekonomi dan Kesehatan

Tak berhenti di pesisir, kata Wido, PLN NTB juga menyasar potensi yang tersimpan di dataran tinggi Desa Gondang. Di sini, masyarakat diajak mengolah daun kelor—tanaman lokal yang kaya nutrisi—menjadi berbagai produk olahan sehat seperti teh kelor, cookies, dan gummy. 

“Program ini dirancang untuk memberdayakan perempuan desa sekaligus memanfaatkan lahan tidur agar menjadi produktif secara berkelanjutan,” ujar kata dia.

Hasilnya, 14 perempuan terserap dalam kegiatan produksi, satu kelompok usaha terbentuk, dan produk yang dihasilkan mulai masuk pasar lokal dengan branding superfood NTB. Program ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga menurunkan tunggakan listrik warga sebesar Rp2,5 juta, sebagai bagian dari kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan.

BACA JUGA:   Bioflock, Budidaya Ikan Jadi Program CSR Unggulan PT STP

Digitalisasi Komunitas Baca: Dari Buku ke Inovasi Digital

Di sisi lain, PLN NTB juga menjawab tantangan rendahnya literasi dan akses teknologi di daerah terpencil melalui program Digitalisasi Komunitas Baca NTB. Anak-anak dan remaja dibekali buku, tablet, akses internet, serta pelatihan menulis dan menggambar. Bukan sekadar membaca, mereka kini bisa menulis cerita sendiri dan melihat karyanya diterbitkan.

Program ini telah menjangkau lebih dari 2.600 peserta, menghasilkan 25 buku cerita anak, serta menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dengan omzet hingga Rp200 juta. Tak tanggung-tanggung, sepuluh peserta berhasil menjadi juara lomba tingkat nasional dalam bidang literasi digital.

Sekolah Alam: Ruang Belajar Lintas Generasi dan Ramah Lingkungan

Transformasi sosial juga menyentuh kelompok usia lanjut dan anak usia dini melalui program Sekolah Alam Terara. Sekolah ini bukan institusi pendidikan formal, melainkan ruang belajar yang menyatu dengan alam dan nilai lokal. Lansia diajak belajar keterampilan seperti membatik dengan teknik ekoprint, sementara anak-anak belajar mengenal lingkungan melalui kegiatan berbasis budaya.

Dibangun di atas semangat gotong royong dan kesadaran akan inklusi pendidikan, sekolah ini kini menjadi rumah belajar bagi 180 lansia dan 50 anak-anak. Sepuluh relawan lokal turut menjadi pengajar, menandakan kuatnya keterlibatan masyarakat dalam sistem pendidikan non-formal berbasis komunitas.

Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah dan Wisata Lingkungan

Wido menambahkan Inovasi lain yang juga mencuri perhatian adalah integrasi pengelolaan sampah dengan ekowisata. Di kawasan mangrove yang sama, PLN NTB memfasilitasi pendirian bank sampah yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang dijual sebagai suvenir wisata.

“Edukasi konservasi lingkungan dilakukan rutin, dan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk untuk penghijauan. Masyarakat pun mendapatkan insentif dari pengelolaan sampah anorganik. Skema ini menghidupkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh Wido.

BACA JUGA:   DMPA, CSR Unggulan PT Arara Abadi Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Aplikasi Wisata Digital: Solusi Lokal untuk Transformasi Digital

Menjawab kebutuhan zaman, PLN NTB juga menggandeng pemuda lokal untuk mengembangkan aplikasi digital wisata Bale Mangrove. Aplikasi ini memungkinkan pengunjung memesan tiket secara online, melihat peta lokasi, hingga mendapatkan informasi tentang ekosistem mangrove secara interaktif.

Sejak diluncurkan, lebih dari 5.000 pengguna telah mengunduh dan memanfaatkannya. Hal ini menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan monopoli kota besar, tetapi juga bisa tumbuh dari desa dengan semangat inovasi.

Setiap program inovatif PLN NTB tidak lepas dari mekanisme evaluasi yang ketat. Dengan pendekatan Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), program dievaluasi secara kuantitatif dan kualitatif, baik oleh tim internal maupun mitra independen seperti akademisi dan lembaga profesional.

Model pendanaan juga dirancang berkelanjutan. Dalam program ekowisata misalnya, pendapatan dari penjualan tiket dialokasikan dengan proporsi jelas: 45% untuk infrastruktur, 20% untuk kas komunitas, dan sisanya untuk konservasi, pendidikan, serta kegiatan sosial. Dengan demikian, 

Kontribusi Nyata untuk Indonesia Maju

Seluruh inovasi ini tak lepas dari kerangka pembangunan nasional. Program-program tersebut mendukung langsung Asta Cita dan 17 Prioritas Kabinet Indonesia Maju, termasuk di dalamnya ketahanan pangan, pendidikan, energi bersih, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan.

“Kami percaya bahwa energi sejati dari perusahaan bukan hanya listrik, tapi kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Wido.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi,  PLN NTB menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, tapi komitmen. Bukan sekadar pencitraan, tetapi investasi jangka panjang demi menciptakan harmoni antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Dari program pelatihan kopi mangrove hingga digitalisasi komunitas baca, PLN NTB membuktikan bahwa listrik bukan sekadar energi. Ia adalah harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih cerah untuk semua.

Tags: PLN UIW NTBTOP CSR Awards 2024TOP CSR Awards 2025
Previous Post

BPR Kanti Jadikan CSR Bagian Dari Strategi Bisnis Berkelanjutan

Next Post

Pefindo Gandeng S&P Global Ratings Gelar Seminar, Berikut Proyeksi Para Analis Soal Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR