TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan II 2017

Achmad Adhito
12 July 2017 | 14:00
rubrik: Ekonomi
Istimewa

Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan II/2017 meningkat dari triwulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 17,36% atau lebih tinggi dibandingkan triwulan I/2017 sebesar 4,80%.

Keterangan tertulis dari Bank Indonesia (10/7/2017) menjelaskan bahwa peningkatan kegiatan usaha itu terjadi pada sebagian besar sektor perdagangan, hotel, restoran (SBT 4,32%) dan sektor industri pengolahan (SBT 3,81%) serta sektor jasa (SBT 3,38%).

Faktor peningkat tersebut disebabkan oleh faktor musiman yang mendorong kenaikan permintaan terutama di pasar domestik.

Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai pada triwulan II/2017 rata-rata juga meningkat sebesar 77,06% atau lebih tinggi dibanding dengan triwulan sebelumnya sebesar 76,92%. Adapun tingkat penggunaan kapasitas produksi paling tinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih (rata-rata sebesar 80,53%).

Survei itu menjelaskan bahwa penggunaan kapasitas produksi paling rendah terjadi di sektor pertambangan dan penggalian.

Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia pada triwulan II/2017 tetap membaik, dengan akses terhadap kredit bank yang relatif rendah. Hal itu terkonfirmasi dari saldo bersih (SB) kondisi likuditas perusahaan sebesar 37,69% atau meningkat dari SB 35,75% pada periode sebelumnya.

Dari hasil survei tersebut sebagian besar responden SKDU (54,19%) menjawab kondisi likuiditas perusahaan masih cukup baik pada triwulan II/2017.  Sedangkan sebesar 41,75% responden menjawab kondisi likuditas pada triwulan II/2017 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Hanya 4,06% responden yang mengkonfirmasi kondisi likuiditas lebih buruk dibandingkan periode sebelumnya.

Memasuki triwulan III/2017,  kegiatan usaha diprediksi tumbuh terbatas yang tercermin dari menurunnya SBT menjadi sebesar 14,93%. Hal tersebut seiring dengan berakhirnya faktor musiman Ramadan dan libur Idul Fitri yang memberi dampak terhadap kegiatan usaha di sebagian sektor lapangan usaha, terutama sektor transportasi dan komunikasi serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. (Ones)

BACA JUGA:   Misi Dagang RI Raih Transaksi Ekspor US$ 3,2 Miliar dari India

 

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Previous Post

Properti Menengah Bawah: Potensial Tetapi Dinafikan Pengembang

Next Post

Perusahaan Eropa Masih Berminat Investasi di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR