Jakarta, BusinessNews Indonesia—Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan di Jakarta (11//2017), bahwa di saat pasar properti masih melambat, pasar menengah ke bawah belum digarap sepenuhnya oleh pengembang. Padahal, sejatinya yang terbesar adalah segmen tersebut.
“Sejumlah hal perlu dilakukan pengembang untuk menyiasati tersebut,” kata Ferry.
Konsumen menengah ke bawah, dalam hal itu, perlu diberikan kemudahan pembayaran membeli hunian. Kemudian, bunga bank harus tetap rendah. “Sekarang, bunga kredit pemilikan properti sudah di bawah 10%. Dan hal ini baik untuk konsumen,” kata Ferry.
Untuk pasar properti hunian, sebenarnya kebutuhan konsumen, tetap ada. Pasokan pun ada, tetapi tidak terserap karena harga yang dirasakan terlalu mahal, dan lain-lain.
Dalam hal ini, kebijakan pemerintah Indonesia untuk pengadaan lahan murah dan bunga rendah, akan sangat baik dalam membantu konsumen menengah ke bawah.
Lebih lanjut, Ferry berkata bahwa untuk pasar properti komersial, peran pemerintah Indonesia diperlukan lebih jauh untuk menggerakkan pasar. Di sini, pemerintah harus menaikkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
“Sampai saat ini, kita belum melihat realisasi perbaikan sektor properti di tahun 2017. Tetapi, setidaknya sudah ada perbaikan dalam minat konsumen,” kata dia. (Dhi)
Sumber Foto Properti di Jakarta Pusat: Dhi/BusinessNews Indonesia
