TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Waspadai IHSG Masih di Area Merah, Saham Ini Layak Jadi Pilihan

Busthomi
19 March 2025 | 08:25
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 3.84%, disertai dengan net sell asing ~2.57 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, BBNI dan ADRO.

Untuk perdagangan hari ini, kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, laju IHSG hari ini berpotensi rebound. “Dengan level support IHSG di rentang 6070-6150 dan Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6300-6320,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Ditutup Turun, S&P 500 Anjlok 1% Jelang Keputusan The Fed. Bursa saham AS ditutup melemah pada Selasa (18/3).

Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed dengan menilai dampak potensial dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,62%, S&P 500 melemah 1,07%, dan Nasdaq Composite turun 1,71%.

The Fed dijadwalkan merilis pernyataan kebijakan terbarunya pada Rabu (19/3), di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap. Selain itu, The Fed juga akan memperbarui ringkasan proyeksi ekonominya.

Di sisi geopolitik, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk mencari gencatan senjata terbatas selama 30 hari terhadap sasaran energi dan infrastruktur di Ukraina.

Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan untuk mencapai rencana perdamaian yang lebih luas akan dimulai segera. Sementara itu, saham Alphabet (Google) turun 2,2%, saham Nvidia melemah 3,35%, dan saham Tesla menurun tajam 5,34%.

Bursa Asia Menguat, Didukung Pemulihan Wall Street. Bursa saham Asia-Pasifik mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa (18/3), seiring dengan rebound yang terjadi pada Wall Street setelah data penjualan ritel AS meredakan kekhawatiran resesi.

Investor kini menyoroti pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang dimulai hari Selasa (18/3). BOJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 0,5% saat pertemuan berakhir pada Rabu (19/3).

BACA JUGA:   Indeks Ditutup Menebal

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,20% dan Topix menguat 1,29%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,06% dan Kosdaq menguat 0,27%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,08%, Hang Seng Hong Kong meningkat 2,46%, dan Shanghai Composite naik 0,11%.

Di sisi lain, ada tanda-tanda positif dari China pekan ini karena mereka berusaha melawan ancaman ekonomi dari berbagai tarif Presiden AS Donald Trump.

Kantor berita resmi Xinhua melaporkan China akan mengambil langkah-langkah untuk membangkitkan konsumsi dengan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Data yang dirilis pada Senin (17/3) menunjukkan konsumsi, investasi, dan produksi industri di negara raksasa Asia ini melampaui estimasi awal tahun. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BBCA, BBNI, TPIA, SCMA, ASII, dan JPFA

–BBCA Spec Buy dengan area beli di 8200-8300, cutloss jika break di bawah 8000. Jika tidak break di bawah 8200, potensi naik ke 8400-8575 short term.

–BBNI Spec Buy dengan area beli di 4080-4180, cutloss jika break di bawah 4020. Jika tidak break di bawah 4080, potensi naik ke 4260-4330 short term.

–TPIA Spec Buy dengan area beli di 5300-5400, cutloss jika break di bawah 5275. Jika tidak break di bawah 5300, potensi naik ke 5675-5800 short term.

–SCMA Spec Buy dengan area beli di 188-194, cutloss jika break di bawah 184. Jika tidak break di bawah 188, potensi naik ke 198-206 short term.

–ASII Spec Buy dengan area beli di 4600-4620, cutloss jika break di bawah 4580. Jika tidak break di bawah 4580, potensi naik ke 4670-4730 short term.

–JPFA Spec Buy dengan area beli di 1990, cutloss jika break di bawah 1950. Jika tidak break di bawah 1990, potensi naik ke 2040-2070 short term.

Tags: ihsgproyeksi ihsgrekomendasi sahamsaham hari ini
Previous Post

Kemenkop dan Kadin Sepakat Kerja Sama Akselerasi Pembentukan Kop Des Merah Putih

Next Post

Distributor Minyakita Harus Utamakan Pasar Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR