Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (19/03/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa saham AS ditutup melemah pada Selasa (18/3). Dow -0,62%, S&P 500 -1,07%, Nasdaq -1,71%. Bursa AS terkoreksi pada hari Selasa setelah reli selama dua hari, di tengah kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi dan hasil pertemuan Federal Reserve pekan ini.
Pasar komoditas cenderung mixed pada Selasa (18/3). Minyak WTI +1,05% ke USD 66,76/bbl, minyak Brent -0,72% ke USD 70,56/bbl, batu bara -1,67% ke USD 97,1/ton, CPO tutup, dan emas +1,06% ke USD 3.040/oz.
Mayoritas bursa saham Asia ditutup cenderung menguat pada perdagangan Senin (18/3). Kospi -0,10%, Hang Seng +2,46%, Nikkei +1,20% dan Shanghai +0,11%.
IHSG melemah ke level 6.223,4 (-3,84%). Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2.568,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 82,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 1.520,3 miliar), BMRI (Rp 632,6 miliar), dan BBRI (Rp 353,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh PTRO (Rp 59,9 miliar), GOTO (Rp 55,3 miliar), dan TPIA (Rp 44,4 miliar). Top leading movers emiten GOTO, ASII, DNET, sementara top lagging movers emiten DCII, TPIA, BREN.
Kospi dibuka menguat (0,18%) pagi ini, sementara Nikkei turun (0,04%). “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, didukung oleh sentimen beragam dari pasar regional,” demikian tertulis di website.
