Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan daerah, Perumda Tirta Muaro terus melakukan upaya kinerja terbaiknya dan melakukan berbagai inovasi agar dapat memeberikan pelayanan terbaik dan prima bagi seluruh masayarakat Kabupaten Tebo.
Ditegaskan Direktur Utama Perumda Tirta Muaro Budi Irawan, saat ini tingkat NRW masih di angka 21%. “Kami terus berupaya agar bisa menekan NRW ini di level serendah mungkin, jika harapan kami bisa di bawah 15%, di angka yang dianjurkan oleh Pemerintah yaitu Kementerian PU,” kata Budi kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025, Senin (17/03/2025).
Adapun inovasi yang dilakukan perusahaan yaitu “membangun management tekanan air”. Program bernas ini langsung melibatkan berbagai perguruan tinggi, salah satunya, Universitas Bung Hatta. “Harapan dari kerja sama management tekanan air, ini akan berdampak besar dari program penekanan kehilangan air (NRW) yang selalu menjadi pokok permasalahan di perusahaan air pemipaan,” ucap Budi.
Dikatakan, Perumda bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta, Padang. Dan untuk biaya di projek ini, paling murah sekali, hanya dengan alat-alat di harga Rp 1,5 juta, jika dibandingkan dengan projek di lain perusahaan bisa di atas ratusan juta. “Juga pula tingkat keberhasilan projek ini hampir seratus persen”, tegas Budi Irawan.
Budi menyatakan, pihaknya melakukan terobosan, inovasi, atau prestasi bidang human capital. Perumdam Tirta Muaro pada saat ini sedang mengembangkan alat sensor manajemen tekanan air.
Melalui sumber daya manusia yang ada, dijelaskan Budi, diharapkan alat sensor ini bisa membantu perusahaan mengontrol seluruh pendistribusian air di wilayah pelayanan. Dan perusahaan juga menggunakan alat digital yang sangat mumpuni dalam mendeteksi tekanan air, dengan digunakannya geografik information system (GIS).
“Dengan teknologi yang mampuni, ini seluruh jaringan perpipaan yang dimiliki langsung terpantau dan data seluruh pelanggan dapat terpantau. Dan keunggulan teknlogi ini pun langsung dapat digunakan tekanan air di seluruh jaringan yang ada”, ungkap dia.
Lantas para pekerja pun langsung bisa mendeteksi, dimana tingkat kebocoran air, dan dengan diketahuinya titik tekanan kelemahan dan kehilangna air, maka bisa langsung diketahui tempat dan lokasi kebocoran.
Lanjut Budi Irawan, pihaknya juga sedang melakukan berbagai kerja sama dalam hal peningkatan pelayanan ke digitalisasi. Dengan anggaran perusahan yang sangat terbatas, maka perumda melakukan berbagai upaya yang paling memungkinkan untuk dilakukan dengan cepat.
“Kerja sama dengan pihak-pihak berbiaya paling murah, itu sebuah kemungkinan yang sangat cepat diwujudkan. Tentunya dengan kinerja perusahaan sangat baik, maka pihak perbankan pun memberikan sinyal yang sangat baik pula untuk memberikan bantuan modal kerja dalam membangun digitalisasi di perusahaan daerah ini”, tutup Budi Irawan.
Melalui manajemen baru di bawah kepemimpinan Budi Irawan, perusahan daerah ini sudah termasuk sebagai perusahaan SEHAT. Sebelumnya, tahun 2022 masih berstatus SAKIT alias masih merugi, dan di bawah kepemimpinan Budi Irawan, Perumda Tirta Muaro, ini telah menjadi kebanggaan urang Tebo, Jambi.
