Jakarta, TopBusiness – Sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan atas aktivitas usaha, PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Indramayu yang merupakan salah satu subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang power generation, juga konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan. Banyak program yang telah dijalankan, salah satu yang kini jadi andalan yakni RUMAH INKUBASI (Indramayu Inkubator Bisnis Inklusif).
Konsistensi dalam menjalankan program CSR ataupun TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), juga diselaraskan dengan tuntutan ESG. ESG singkatan dari Environmental, Social, and Governance, merupakan tuntutan global untuk berinvestasi dan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola. Terlebih PT PLN Nusantara Power UP Indramayu juga berkomitmen menjadi perusahaan terdepan dan terpercaya dalam bisnis energi berkelanjutan di Asia Tenggara.
“PT PLN Nusantara Power merupakan salah satu subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang power generation yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kec. Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Visi kami yakni -Menjadi Perusahaan terdepan dan terpercaya dalam bisnis energi berkelanjutan di Asia Tenggara,” ujar Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, Munif saat presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 secara online, belum lama ini, yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Jakarta.
Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Assistant Manager SDM, Umum & CSR: Rendi Diawangsa, Staff CSR: Andika Nur Patria CDO: Ghea Nurkhotija, serta staf Mustaqim. Sedang tim juri terdiri Dwinda Ruslan (Senior Business Consutant Yayasan Pakem), Thendri Supriatno Ketua Corporate Forum for Community Development (CFCD), E Kurniawan Padma (CEO of Indonesia Environment Consultant /IEC), dan Eri Sumiarso (Director PT Sinergi Daya Prima (SDP Consuting ) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Dalam presentasi Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Indramayu Munif mengungkapkan, bahwa perusahaan mengelola bisnis melalui kontrak kinerja (Konkin) dengan prinsip GCG & SMAP dalam peningkatan kesiapan, keandalan & efisiensi pembangkit dengan di dukung implementasi Comdev sebagai bentuk Tanggung Jawal Sosial & Lingkungan Perusahaan(TJSL). Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PLN NP Indramayu memiliki program-program CSR yang diselaraskan dengan strategi bisnis yang berkelanjutan dengan mengadopsi ISO 26000 SR sebagai pedoman standar mengenai tanggung jawab sosial Perusahaan. Hal ini juga selaras dengan salah satu misi Perusahaan, yakni “Menjalankan bisnis energi yang inovatif dan kolaboratif, tumbuh dan berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan”.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PT PLN Nusantara Power UP Indramayu, juga telah mengambil langkah-langkah nyata dalam mengurangi jejak lingkungan, termasuk memulai perhitungan emisi (GRK) dan menerapkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di beberapa jobsite. Upaya ini dilakukan perusahaan sebagai dedikasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Perusahaan juga memiliki acuan dalam pelaksanaan dan tata kelola terkait program CSR (Corporate Social Responsibility), baik internal maupun eksternal. Landasan program CSR di antaranya Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Pencabutan limbah FABA sebagai limbah B3 dan Pengkategorian FABA sebagai limbah Non-B3.
Kebijakan tersebut juga diturunkan dalam peraturan internal perusahaan, yakni Keputusan Direksi PT PJB Nomor 065.K/010/DIR/2013 Pedoman Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Selain itu juga ada, Kebijakan Community Development PT PLN Nusantara Power UP Indramayu: Implementasi Program Comdev yang berfokus pada pengendalian dampak operasional Perusahaan.
Salah satu program CSR Unggulan PLN NP Indramayu yaitu RUMAH INKUBASI (Indramayu Inkubator Bisnis Inklusif) yang berfokus pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku UKM. Program ini juga kelanjutan atau terjkait dengan program terkait lain, yakni SATELIT (Sistem Adaptasi Teknologi Pertanian).
“Rumah Inkubasi merupakan inisiasi yang kami hadirkan sebagai wadah untuk menggerakan masyarakat dan para pemuda untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi melalui wirausaha. Termasuk menjadi tempat edukasi dan sosialisasi terkait dunia usaha, termasuk peningkatan UMKM, dan kemampuan sumber daya manusianya, ” ungkap Munif.
Program ini, lanjutnya, antara lain dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indramayu, antara lain adanya Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), di mana setelah kembali mereka kesulitan mendapatkan lapangan kerja. Melalui Rumah Inkubasi ini, mereka mulai diajarkan dan diarahkan untuk memulai menekuni usaha sesuai dengan potensi ekonomi yang ada di daerah.
“Dari data yang kami dapat, pada 2023 Indramayu mencatat jumlah PMI tertinggi (25%) dan juga pengaduan terbanyak (121 kasus), antara lain adanya keterbatasan akses informasi dan pendampingan bagi PMI dan keluarganya. Ada yang kemudian enggan. Namun setelah Purna PMI di Indramayu, mereka mengalami kesulitan ekonomi akibat keterbatasan keterampilan dan akses kerja. Nah kendala ini yang cob akita jembati melalui wadah Rumah Inkubasi ini,” ujarnya di depan tim Juri.
Programnya antara lain meningkatkan keterampilan bisnis purna PMI melalui pelatihan olahan makanan, pembentukan UMKM Kamboja, bantuan peralatan, legalisasi usaha (NIB, Halal, P-IRT), hingga pelatihan literasi keuangan. Bahkan juga ada Kewirausahaan Digital dan Kreatif, dengan memberdayakan Kelompok Pemuda Sukma dalam pengembangan usaha berbasis teknologi dan kreativitas. Melalui program yang dihadirkan sejak 2024 ini, mereka berhasil mengelola produk makanan olahan, menciptakan produk, branding, hingga pemasaran.
“Sejauh ini sudah ada kemajuan dari program ini. Di antaranya setelah ada program ini, adanya peningkatan pendapatan sebesar 44% dan keterampilan bagi purna PMI yang lebih baik. Adanya diversivikasi 7 produk UMKM secara mandiri. Terciptanya 1 sentra oleh-oleh dari pemanfaatan FABA. Selain itu terdapat 10 pemuda Kelompok Sukma berperan aktif dalam inovasi dan pengembangan kewirausahaan berbasis digital dan kreatif,” terangnya.
Dengan konsistensi inovasi bidang CSR ini, PT PLN Nusantara Power UP Indramayu tahun ini membali masuk nominasi ikut dalam sesi wawancara dan penjurian Top CSR Awards 2025 yang dihelat Majalah TropBusiness bekerja sama dengan beberapa konsultan CSR, GCG, bisnis, serta lembaga penilai independent.
TOP CSR Awards adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkualitas dan berdampak positif. Penilaian TOP CSR Awards dilakukan berdasarkan: Inovasi dalam program CSR, dampak sosial positif yang dihasilkan, keberlanjutan program, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga pelaporan yang transparans.
Editor: Agus H
