Jakarta, BusinessNews Indonesia—Analis pasar modal dari Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengatakan pagi ini di Jakarta bahwa penguatan nilai tukar Rupiah ke USD diperkirakan berlanjut.
“Paling tidak, mengoreksi shock di pasar surat utang negara yang bersumber dari faktor eksternal,” kata Rangga dalam riset hariannya.
Rangga berkata, dari domestik, lebih pesimisnya pemerintah terhadap pertumbuhan, menipisnya surplus dagang serta risiko fiskal yang meningkat, diperkirakan memberatkan Rupiah dalam jangka menengah.
“Kemarin, Rupiah berangsur pulih dan koreksi kenaikan yield berlanjut. Rupiah menguat bersamaan dengan pelemahan USD di pasar Asia kemarin. Di saat yang sama, normalisasi yield surat utang negara terus berlanjut walaupun belum sepenuhnya kembali ke level terendahnya sepanjang tahun ini,” kata Rangga.
Berdasarkan kurs tengah dari Bank Indonesia, kemarin nilai tukar Rupiah ke USD ditutup di Rp 13.368. Adapun kemarin lusa, nilai tersebut di Rp 13.387. (Dhi)
Sumber Ilustrasi: Istimewa
