Jakarta, TopBusiness – PT Insight Investments Management (IIM) ternyata sudah membuktikan diri sebagai perusahaan Manajer Investasi (MI) yang memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan. Tak hanya aktif mencari cuan, tapi konsisten menjaga keberlanjutan keuangan melalui produk-produk reksa dana di pasar modal.
Dalam hal ini, Insight pun memiliki sederet program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah digarapnya selama ini. Bahkan program CSR itu sudah selaras dengan ISO 26000 SR dan sudah adopsi prinsip Creating Shared Value (CSV).
Dengan sederet aksinya dalam mewujudkan bisnis berkelanjutan itu, Insight pun kembali terpilih untuk menerima penghargaan TOP CSR Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness. Untuk itu, Insight Investments baru saja mengikuti proses penjurian TOP CSR, pada Selasa (18/3/2025) secara daring dan membeberkan sederet inisiatif dan inovasi dalam program CSR tersebut.
Dalam presentasi kali ini, hadir Isnaini Setiawan selaku CSR Coordinator Insight dan Dhanang sebagai Head of Research Insight. Insight membawakan tema, “Philanthropy Transformation: Initiative Enabling Change and Creating the Better Future.”
Ditilik dari sisi bisnis, saat ini data per 10 Maret 2025, Insight berada di posisi 13 secara nasional, meningkat dari tahun 2024 yang berada di posisi 15. Dengan asset under management (AUM) reksa dana per 10 Maret 2025 itu mencapai Rp13,256 triliun. Sementara di tahun 2024 lalu AUM-nya mencapai Rp11,487 triliun.
Disebutkan Isnaini, dalam menjalankan bisnisnya, Perusahaan mengusung strategi yaitu Insight mengutamakan tindakan etis untuk mewujudkan taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat melalui program-program yang dapat menyelaraskan kebutuhan masyarakat, bisnis, serta stakeholders untuk menciptakan nilai bersama (CSV).
“Sehingga, dalam berinvestasi, bagi investor yang berinvestasi itu nantinya dananya akan dikelola oleh Insight melalui Pengelolaan Investasi (Reksa Dana Insight). Dari di situ akan ada dua keuntungan, yaitu investor mendapat keuntungan investasi dan juga investasinya mengedepankan bisnis berkelanjutan (keuntungan sosial dan lingkungan),” jelas dia.
Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
Kondisi itu memang selaras dengan pandangan manajemen terkait inisiatif strategi keberlanjutan, implementasi ISO 26000 dan kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Menurut manajemen, kata dia, beberapa hal yang sudah dilakukan adalah, melakukan transisi ke ekonomi rendah karbon dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, sekalipun itu memang menjadi tantangan utama.
Di sisi lain, ada potensi besar dalam investasi berkelanjutan, terutama dalam sektor-sektor seperti energi terbarukan dan, transportasi teknologi hijau. Selain itu, Insight juga mempromosikan tanggung jawab sosial dan lingkungan di seluruh rantai pasok menjadi tantangan yang semakin kompleks.
Untuk itu, manajemen berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan lingkungan, karena ini akan dapat membantu memperkuat hubungan dengan para pelanggan. Di samping itu juga, keberlanjutan keuangan merupakan tantangan utama dalam memajukan bisnis berkelanjutan.
“Namun, perusahaan percaya bahwa pengelolaan risiko dan investasi yang cerdas dapat membantu mencapai keberlanjutan keuangan dalam jangka panjang,” kata Isnaini.
Sehingga strategi bisnis berkelanjutannya adalah, pertama, menjadi leader dalam pengembangan produk investasi berkelanjutan (investasi pada sector yang memenuhi kriteria keberlanjutan). Kedua, menjadi pemimpin dalam mengembangkan praktik bisnis yang berkelanjutan di industri keuangan, dengan berpartisipasi dalam inisiatif dan kelompok kerja keberlanjutan serta bekerja sama dengan organisasi-organisasi keberlanjutan lainnya.
Dan ketiga, menjadi perusahaan dengan reputasi sebagai perusahaan yang dipercaya berkomitmen pada keberlanjutan, tanggung jawab pada nasabah dan masyarakat dan secara terus menerus memperbaiki praktik bisnis yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan.
Adapun beberapa langkah integrasi CSR-nya adalah, pertama, meningkatkan transparansi, akuntabilitas serta pengelolaan risiko dan peluang yang terkait dengan keberlanjutan. Kedua, mempertimbangkan investasi pada perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang ketat.
Ketiga, memperhatikan dampak investasi yang mungkin terjadi pada masyarakat, lingkungan, dan perekonomian secara keseluruhan. Keempat, mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan bisnisnya. Dan kelima, meningkatkan keterlibatan dengan para pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa kepentingan mereka diakomodasi.
Sementara beberapa inisiatif terkait ESG adalah, Insight akan terus mendorong adopsi ESG secara lebih luas di industri pasar modal, yaitu melalui kepemilikan aktif pada efek terkait ESG. Dalam hal ini contohnya adalah, Obligasi Berwawasan Lingkungan PT Bank Negara Indonesia dan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan PT Bank Rakyat Indonesia.
Kemudian dengan melakukan monitoring terkait ESG Disclosure, ESG Inisiatif, ESG Score emiten, baik dari emiten itu sendiri seperti Sustainability Report ataupun pihak ketiga (contoh: ESG Scoring RHB Sekuritas dan Bloomberg ESG Score).
Juga aktif melakukan follow-up/engagement kepada emiten yang mengalami isu terkait Good Corporate Governance (GCG) dan menjalankan active stewardship melalui voting pada Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk kepentingan investor.
Program CSR
Lebih jauh Isnaini menegaskan, beberapa kebijakan dan program CSR yang sudah dilakukan adalah, untuk kebijakan, antara lain, Insight tidak berinvestasi pada industri kontroversial. Ini sesuai dengan ISO 26000 SR yaitu Klausa 6.2 Subjek inti: Hak Asasi Manusia.
“Jadi sebisa mungkin, kami berkomitmen bahwa kebijakan perusahaan untuk tidak berinvestasi pada perusahaan yang teridentifikasi melanggar HAM dan produk kontroversial,” katanya.
Juga pengembangan produk investasi yang berpihak pada perlindungan lingkungan dan transisi energy. Ini sesuai dengan Klausa 6.4 Subjek inti: Lingkungan. Ini tercermin untuk produk I-Renewable Energy Fund yang memberikan kesempatan kepada investor untuk berpartisipasi melalui program energy terbarukan.
Adapun beberapa programnya sejauh ini sudah dilakukan sebanyak 12 program, yaitu, Desa Energi Insight (Solar PV), Riset Mobil Hemat Energi “Apatte62 Brawijaya,” Optimalisasi Tata Kelola Kawasan HKM Rana Kolong dan Desa Sekitarnya Melalui Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani Hutan, Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Lantebung, Kota Makassar.
Selanjutnya, Program Perlindungan dan Pelestarian Kawasan Mangrove untuk Mitigasi Bencana di Pesisir Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Program Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Pertanian dan Potensi Desa, Beasiswa Insight, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pencegahan Stunting dan Gizi Balita, Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan, Sekolah Guru Kebhinekaan, dan Pengembangan Olahraga Golf di Indonesia – PGI Bali.
“Jadi, dari program-program CSR kami, sebanyak 16.102 orang sebagai penerima manfaat tahun 2024 dari 20 program. Juga ada 192 kegiatan filantropi, sebanyak 52 orang atau 212 jam relawan Insight 2024. Dengan PR value CSR senilai Rp2,4 miliar untuk 30 provinsi jangkauan kegiatan CSR. Dan kami sebagai member of Perhimpunan Filantropi Indonesia,” jelas Isnaini.
Dan dalam menggelar program CSR dan filantropi itu, beberapa Lembaga yang menjadi mitra kolaborasi adalah: Kehati, Baznas, Human Initiative, Dompet Dhuafa, PKBI, Rumah Energi, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, Insan Bumi Mandiri, Rumah Zakat, Yayasan Cahaya Guru, Karya Salemba Empat, Save the Children, SOS Children’s Villages, CT Arsa Foundation, Solidaritas Insan Peduli, BMM, Ibu Foundation, Abu Hurairah Peduli, Unicef, dll.
