Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar, Bali dalam beberapa tahun sudah berhasil mencatatkan kinerja apik. Salah satunya dari sisi kinerja keuangan. Hal ini tak lepas dari adanya sokongan digitalisasi yang membuat bisnis Perusahaan semakin efisien.
Padahal, hingga saat ini, PAM Tirta Sanjiwani masih menghadapi segudang tantangan yang tak mudah. Tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW) di antaranya. PAM milik Pemkab Gianyar ini masih focus untuk menekan tingkat NRW yang saat ini relatif tinggi, di 34,54%.
“Sejauh ini, belum sepenuhnya dapat memenuhi kepastian mengenai kontinuitas aliran di beberapa area pelayanan karena dipengaruhi oleh faktor topografi, kebocoran pipa, dan pemadaman listrik di sumber air,” tutur I Wayan Suastika, S.T selaku Direktur Utama PAM TS Gianyar, saat wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 secara online, Senin (24/3/2025).
Pasalnya, lanjut Wayan Suastika, kinerja di aspek Operasional turun terutama karena tingkat kehilangan air yang masih tinggi di angka 34,54% itu. Sementara tingkat NRW yang ditargetkan sebesar 32,45%.
Dalam proses penjurian tersebut, Wayan Suastika yang didampingi I Nyoman Darwis Susila Kembar – Kadiv Hukum & Humas itu membeberkan banyak langkah untuk perbaikan kinerja. Hingga pad akhirnya bisa menorehkan performa keuangan yang positif.
Salah satu inovasi yang dilakukannya adalah penggunaan Sistem VSD di SB BURUAN II. Kata dia, PAM Tirta Sanjiwani Gianyar telah menjalankan SOP dalam hal operasional dan pemeliharaan air. Sehingga pemantauan dan evaluasi produksi terjadwal mengenai performa dari pompa, electro motor, VSD dan komponen mekanikal serta elektrikal lainnya.
Hal itu membuat terjadinya peningkatan efisiensi energi. Sehingga penggunaan technology advance system operasi instalasi perpompaan di PAM TS Gianyar itu telah memberikan beberapa manfaat.
“Seperti, setelah instalasi perpompaan menggunakan system Inverter VSD ini, maka terdapat penghematan sebesar Rp1,1 miliar dalam setahunnya,” kata dia, bangga.
Selanjutnya, manfaat lainnya, faktor gangguan terhadap instalasi mekanikal, electrical dan pompa berkurang drastic, termasuk biaya operasi dan maintenance berkurang secara signifikan.
Lalu, dengan VSD ini, pengaturan aliran air dapat dilakukan secara otomatis untuk management tekanan dan management aliran di jaringan distribusi. Dan terakhir, keandalan operasi pompa meningkat, dan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kontinuitas aliran air di jaringan distribusi.
Potret Keuangan
Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan. PAM TS yang memiliki profil kinerja berdasar Kemendagri di angka 71,85 (BAIK) dan Dirjen Cipta Karya sebesar 3,96 (BAIK) itu mampu menorehkan pendapatan usaha sebesar Rp92,6 miliar atau naik 7%. Dari 2023 sebesar Rp5,8 miliar. Dengan pendapatan non-air juga tumbuh 9%.
Selain itu, jelas Wayan Suastika, terjadi efisiensi biaya yang luar biasa. Seperti untuk beban usaha lebih rendah dari RKAP yaitu turun 4,7%. Lalu untuk beban pokok pendapatan turun 14% dari 2023.
“Sehingga, kami berhasil mencatatkan peningkatan laba yang signifikan. Untuk laba usaha bisa meroket 515% menjadi Rp7,67 miliar dan laba bersih melejit hingga 684% menjadi Rp6,07 miliar,” tutur dia.
Untuk diketahui, sejauh ini profil PAM Tirta Sanjiwani adalah, untuk jumlah Langganan (SL) sebanyak 61.110, memiliki kualitas air minum yaitu memenuhi Syarat Air Bersih, dengan cakupan layanan untuk Teknis 50,24% & administrasi 53,27%, dengan rata-rata Jam Layanan/hari selama 23,87 jam per hari, dengan tingkat NRW sebesar 34,54%.
Beberapa hal itu adalah pencapaian yang menjadi penugasan dari Pemkab. Seperti peningkatan Cakupan Pelayanan tadi, lalu peningkatan Produksi & Distribusi sebanyak 22,84 juta m³/tahun, dengan revitalisasi jaringan, berhasil melakukan transformasi digital berupa aplikasi Si Pintar PDAM, Monitoring Online di 34 Zona, pengembangan AMDK dengan target produksi 85% kapasitas mesin, dari sisi keuangan peningkatan laba Rp6,07 miliar dan efektivitas penagihan 99,04%.
“Adapun untuk targetnya untuk menekan NRW dari 34,54% ke 25% hingga 2028 nanti,” ucap Wayan Suastika.
Dengan performa tersebut, maka PAM Tirta Sanjiwani ini sudah banyak berkontribusi ke daerah. Untuk setoran ke APBD Kabupaten Gianyar berupa Pendapatan Asli Daerah atau dividen dari tahun 2012 sampai 2023 sudah sebesar Rp 12.691.047.237,95. Dan terakhir di tahun 2023 lalu dividennya sebanyak Rp 426.308.445,20.
Selain itu, PAM TS juga sejak tahun 2020 sudah ada lebih dari 4.397 pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah mendapatkan akses air bersih melalui program hibah. Yaitu berupa Program hibah AUSAID sebanyak 2.595 pelanggan dan Program hibah APBN sejumlah 1.802 pelanggan.
