Jakarta, TopBusiness – Untuk pertama kalinya menjadi finalis ajang penghargaan TOP CSR Awards, PT Century Batteries Indonesia (CBI) memenuhi undangan sesi penjurian yang merupakan satu rangkaian acara dari penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness.
Pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 ini, PT CBI mengungkap terkait implementasi CSR yang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Perusahaan manufaktur baterai yang beroperasi di Kawasan Industri Mitra Karawang, Ciampel, Karawang, Jawa Barat ini menempatkan program CSR sebagai bagian penting dalam operasional perusahaan sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan.
Department Head SHE & CSR PT Century Batteries Indonesia, Sugiyanto, mengatakan perusahaan menjalankan berbagai program CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan tema implementasi program CSR di PT Century Batteries Indonesia untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, kami ingin memastikan bahwa kegiatan CSR tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Sugiyanto dalam paparannya di hadapan dewan juri yang terdiri dari Ina Sawitri (Yayasan Pakem), Melani K. Hariman (CEO Melani K. Harriman & Associates), AJ Boesra (Kepak Sayapku), dan Al Hadhy (LKN), pada Jumat (6/3/2026).
PT CBI sendiri merupakan perusahaan di bawah naungan Astra Otoparts yang bergerak di industri baterai atau akumulator listrik. Perusahaan telah beroperasi di Karawang sejak 2012, sementara secara korporasi telah berdiri sejak 1971 di Jakarta.
Produk utama yang dihasilkan perusahaan meliputi Lead Acid Battery dan Lithium Battery yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik sektor otomotif maupun industri.
“Produk baterai kami meliputi automotive battery, motorcycle battery, e-bike battery, termasuk industrial battery stationary. Yang terbaru kami juga memproduksi traction lithium battery untuk forklift dan alat angkat-angkut yang sudah berjalan sekitar dua tahun terakhir,” kata Sugiyanto.
Integrasikan CSR dengan Strategi Bisnis
Sebagai produsen energy storage untuk aplikasi otomotif maupun non-otomotif, PT CBI menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam arah bisnis perusahaan.
Perusahaan memiliki visi untuk terus membangun nilai dan daya saing agar dapat menjadi pemimpin pasar baterai otomotif serta menjadi manufaktur lokal pilihan untuk baterai industri.
“Perusahaan menyediakan produk untuk mendukung sustainability dan renewable energy storage, mendukung program hijau, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia dan memberikan kontribusi positif kepada seluruh stakeholder,” ujarnya.
Dalam implementasinya, program CSR perusahaan berada di bawah divisi Safety, Health, Environment and CSR (SHE & CSR). Sistem pengelolaan CSR dilakukan secara terstruktur mulai dari level section, departemen, divisi, hingga direksi.
Sugiyanto menjelaskan bahwa kegiatan CSR secara rutin dievaluasi oleh manajemen perusahaan.
“Setiap bulan kegiatan CSR selalu di-review oleh direksi terkait dengan pencapaian program yang sudah dijalankan oleh perusahaan,” katanya.
Keterlibatan manajemen puncak juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial tersebut.
“Top management terlibat langsung bahkan ikut berperan aktif bagaimana CSR itu juga bisa melibatkan pihak supplier dari PT Century Batteries Indonesia sehingga kegiatan ini di-support penuh oleh top manajemen,” ujarnya.
Lima Pilar CSR “Incoe Beraksi”
Dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, PT CBI memiliki lima pilar utama CSR yang dikenal dengan tagline “Incoe Beraksi”, yaitu Incoe Cerdas, Incoe Sehat, Incoe Kreatif, Incoe Hijau, dan Incoe Donasi.
Program tersebut dirancang untuk memberikan kontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan sosial kemanusiaan.
“Tagline CSR kami adalah Incoe Beraksi, yaitu berbagi kebaikan dan inspirasi. Harapannya apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menginspirasi pihak lain,” ujar Sugiyanto.
Program CSR perusahaan juga melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah, pemegang saham, karyawan, supplier, masyarakat, hingga pelanggan.
Program Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam dua tahun terakhir, PT CBI telah menjalankan berbagai program CSR yang mencakup bidang pendidikan, sosial, hingga lingkungan.
Salah satu program yang menjadi perhatian perusahaan adalah kegiatan pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di wilayah pesisir Karawang.
“Tahun lalu kami bersama supplier melakukan penanaman mangrove sebanyak 6.500 pohon di daerah Cilamaya Wetan, bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Cipta Pesona Desa dari Kabupaten Karawang,” kata Sugiyanto.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai kegiatan sosial seperti donor darah bersama PMI Kabupaten Karawang, kegiatan berbagi ilmu oleh karyawan di sekolah dasar, hingga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk edukasi teknologi baterai dan energi.
“Untuk pendidikan kami juga aktif melakukan kegiatan berbagi ilmu atau karyawan mengajar di sekolah dasar, termasuk kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada terkait edukasi energi, pengembangan baterai lithium, dan sistem recycle baterai lithium setelah end-of-life,” ujarnya.
Inovasi CSR Berbasis Teknologi Energi
Masih terkait posisinya sebagai perusahaan yang bergerak di sektor penyimpanan energi, PT CBI juga mengembangkan inovasi CSR berbasis teknologi melalui pemanfaatan power storage berbasis baterai lithium.
Teknologi ini digunakan untuk mendukung kegiatan sosial di wilayah yang belum memiliki akses listrik memadai.
“Tahun lalu kami mendonasikan power storage lithium untuk mendukung program konservasi hewan dan tanaman langka bersama Sanggabuwana Conservation Foundation agar kegiatan observasi dan penelitian di hutan dapat terbantu dari sisi sumber energi,” kata Sugiyanto.
Perusahaan juga memanfaatkan teknologi tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kami juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Sumatera berupa power storage yang dapat digunakan untuk aktivitas di lokasi yang tidak memiliki sumber listrik,” ujarnya.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan juga menerapkan berbagai kebijakan terkait mitigasi perubahan iklim, efisiensi energi, serta pengelolaan lingkungan.
Perusahaan telah menerapkan berbagai standar pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja, termasuk sertifikasi ISO 14001:2015 serta implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Selain itu, perusahaan juga mengikuti audit internal grup Astra seperti Astra Green Company, Astra Friendly Company, dan Astra Green Energy terkait pengelolaan energi dan keberlanjutan.
Dari sisi kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, perusahaan juga telah menjalani audit PROPER dari pemerintah.
“Untuk audit PROPER kami sudah dua kali diaudit dan dua-duanya mendapatkan predikat biru,” kata Sugiyanto.
Ke depan, PT Century Batteries Indonesia menargetkan pencapaian keberlanjutan yang sejalan dengan target nasional terkait net zero emission.
“Untuk target net zero emission jangka pendek kami menetapkan hingga 2028, sementara target jangka panjang mengikuti target Indonesia yaitu net zero emission pada 2060,” ujarnya.
Sugiyanto menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen terus meningkatkan kualitas program CSR agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Secara singkat berikut daftar Program CSR Unggulan dari PT CBI:
- Incoe Cerdas Go to Campus (Pendidikan)
- Konservasi Hewan dan Tanaman Langka (Lingkungan)
- Pembinaan UMKM (Incoepreuner) (Kreatif)
- Penanaman Mangrove di Cilamaya Wetan Karawang (Lingkungan)
- Program SD Adiwiyata (Pendidikan)
- PAUD (Kesehatan)
- Incoe Berbagi Ilmu (Pendidikan)
- Donor Darah (Kesehatan)
