Jakarta, TopBusiness—PT Energi Mega Persada, Tbk., merencanakan mengembangkan proyek carbon capture and storage (CCS) atau pun carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di Lapangan Arun, Aceh. Hal itu dilakukan bersama anak perusahaan, yakni PT Pema Global Energi.
Dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, hari ini, Direktur Utama Energi Mega Persada,Syailendra Bakrie, mengatakan bahwa aktivitas itu bagian dari komitmen mendukung target net zero emission Pemerintah Indonesia tahun 2060.
“Juga, memerkuat penerapan prinsip ESG (environmental, social, and governance) kami,” kata dia.
Lapangan Arun dinilai sebagai salah satu lokasi CCS paling potensial di Asia Tenggara, dengan kapasitas penyimpanan karbon yang hampir mencapai 16 triliun kaki kubik (tcf).
Dengan sejarah produksi sejak 1978 dan puncak output hingga 2.500 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), lokasi ini memiliki infrastruktur dan kondisi geologi yang sangat mendukung bagi pengembangan teknologi dekarbonisasi berskala besar.
Syailendra pun mengatakan bahwa, sebagai langkah awal,pihaknya melakukan studi kelayakan komprehensif dengan membentuk tim teknis internal dan menunjuk konsultan independen berpengalaman. Studi ini ditargetkan selesai pada 2026, dan akan mengikuti seluruh peraturan terkait yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2 Tahun 2023.