Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 7.9%, dan disertai dengan net sell asing ~3.69 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBCA, UNTR dan ADRO.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG hari ini berpotensi melanjutkan koreksi karena kekhawatiran perang dagang dengan tes break support kuat di 5900.
“Jika break di bawah 5900, IHSG berpotensi koreksi ke 5400-5650 middle term. Dengan begitu, untuk level Support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 5650-5900, dengan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6050-6100,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (9/4/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Melanjutkan Pelemahan Gegara Tarif Trump. Indeks-indeks utama Wall Street kembali turun pada Selasa (8/4).
Hal itu disebabkan kegelisahan investor meningkat menjelang tenggat waktu baru tarif impor dari Presiden AS Donald Trump terhadap China. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84%. Saham Apple memimpin pelemahan di Dow Jones.
Biaya produksi iPhone diperkirakan melonjak seiring pemberlakuan tarif baru terhadap China. Selain itu, S&P 500 melemah 1,57% dan Nasdaq Composite juga turun 2,15%.
Sentimen sempat membaik usai Presiden Trump mengklaim melalui Truth Social bahwa dirinya melakukan ‘pembicaraan hebat’ dengan Presiden sementara Korea Selatan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa sekitar 70 negara telah menghubungi AS untuk menjajaki negosiasi tarif. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama.
Sentimen pasar kembali negatif setelah para pelaku pasar mencemaskan dampak tarif baru yang akan diberlakukan.
Gedung Putih telah mengkonfirmasi bahwa tarif kumulatif sebesar 104% terhadap barang-barang asal China akan mulai berlaku tepat lewat tengah malam waktu AS, di atas tarif dasar 10% yang telah lebih dulu diterapkan pada Sabtu lalu.
Bursa Asia Mayoritas Menguat, Indeks Nikkei 225 Melonjak 6%. Sebagian besar bursa saham Asia berhasil rebound pada perdagangan Selasa (8/4). Indeks Nikkei 225 melonjak 6,03%, sejalan indeks Topix meningkat 6,26%.
Sedangkan, indeks Taiex masih turun 4,02%. Kemudian, indeks Kospi menguat 0,26% dan indeks ASX 200 naik 2,27%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,51% dan CSI 300 China menguat 1,71%.
Sementara itu, FTSE Straits Times turun 2,01% dan FTSE Malay melemah 0,02%. Bursa Asia menguat, dan rebound dari koreksi tajam pada sesi sebelumnya akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dan ancaman pengenaan tarif yang lebih tinggi terhadap China.
Saat ini, fokus investor tertuju pada Trump pada hari Senin mengancam tarif tambahan 50% terhadap China jika Beijing tidak mencabut bea masuknya atas impor AS.
Trump tetap berpegang pada strategi tarif globalnya yang agresif selama akhir pekan, dengan tarif unilateral awal sebesar 10% mulai berlaku pada hari Sabtu.
Wall Street telah berharap adanya tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi antara AS dan negara-negara lain, dengan tarif ‘timbal balik’ yang akan dimulai pada (9/4). (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: PANI, BRMS, ADRO, SMIL, BRIS, dan PTRO
–PANI Buy on Weakness dengan area beli di 7500-8000, cutloss jika break di bawah 7300. Jika tidak break di bawah 7500, potensi naik ke 8700-8800 short term.
–BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 278, cutloss jika break di bawah 274. Jika tidak break di bawah 278, potensi naik ke 294-300 short term.
–ADRO Buy on Weakness dengan area beli di 1520-1600, cutloss jika break di bawah 1500. Jika tidak break di bawah 1500, potensi naik ke 1675-1700 short term.
–SMIL Buy on Weakness dengan area beli di 368-370, cutloss jika break di bawah 364. Jika tidak break di bawah 364, potensi naik ke 392-400 short term.
–BRIS Buy on Weakness dengan area beli di 1980-2030, cutloss jika break di bawah 1880. Jika tidak break di bawah 1880, potensi naik ke 2100-2130 short term.
–PTRO Buy on Weakness dengan area beli di 1860-2080, cutloss jika break di bawah 1700. Jika tidak break di bawah 1700, potensi naik ke 2200-2300 short term.
