Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (9/04/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari ini.
Bursa AS kembali ditutup melemah pada hari Selasa (8/4). Dow -0,84%, S&P 500 -1,57%, Nasdaq -2,15%. Dinamika tarif yang diterapkan oleh Trump serta ancaman tarif balasan dari China memberikan sentimen negatif di pasar AS.
Pasar komoditas ditutup turun pada hari Selasa (8/4). Minyak WTI -4,98% menjadi USD 58,1/bbl, minyak Brent -2,16% menjadi USD 62,8/bbl, batu bara +1,37% menjadi USD 100,3/ton, CPO +0,07% menjadi MYR 4.188, dan emas +0,0% menjadi USD 2.983/oz.
Bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (8/4). Kospi +0,26%, Hang Seng +1,51%, Nikkei +6,03%, dan Shanghai +1,58%.
Sementara IHSG turun ke level 5.996,1 (-7,90%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 3.874,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 3.693,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 181,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BMRI (Rp 1.405,9 miliar), BBRI (Rp 1.001,1 miliar), dan BBCA (Rp 875,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (Rp 69,2 miliar), TPIA (Rp 51,3 miliar), dan ASII (Rp 48,8 miliar). Top leading movers emiten INDF, DNET, APIC, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, BMRI.
Pagi ini bursa Asia ditutup melemah dengan Nikkei -2,44% dan Kospi -0,25%. “Kami memperkirakan IHSG akan kembali mengalami penurunan hari ini, di tengah penurunan yang kembali terjadi di pasar global dan dinamika kebijakan tarif baru Trump,” demikian tertulis di website.
