Jakarta, TopBusiness – Terus lakukan inovasi dan perkuat pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan atau CSR (Corporate Social Responsibility) secara berkelanjutan, PT SKS Listrik Kalimantan (SLK), tahun ini kembali terpilih sebagai finalis di ajang penghargaan “TOP CSR Awards 2025”. SLK telah mengikuti tahapan Penjurian di ajang tersebut pada kamis (10/04/2025) yang dilakukan Direktur PT SKS Listrik Kalimantan, Sayed Mahdi dan Tim Corporate Divisi CSR secara daring melalui alikasi zoom meeting.
Mengawali sesi presentasinya, Direktur PT SKS Listrik Kalimantan, Sayed Mahdi yang bertanggung jawab atas Site Pembangkit Listrik yang berlokasi di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah ini mengungkapkan, bahwa sebagai perusahaan pembangkit kelistrikan, perusahaan senantiasa konsisten menjalankan tanggugjawab sosial melalui program CSR secara berkelanjutan. Dalam melaksanakan program CSR, Perusahaan di antaranya mengacu pada ISO 26000, yakni panduan internasional yang menjadi acuan garis besar prinsip dan area dalam program inti yang dijalankan.
“Program CSR juga bagian dari upaya perusahaan menciptakan hubungan baik dengan pemangku kepentingan, masyarakat dan lingkungan. Secara umum, program CSR PT SKS Listrik Kalimantan difokuskan pada enam (6) pilar. Antara lain bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial budaya, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat (ekonomi), seperti pelatihan wirausaha, UMKM, dan lainnya,” ungkap Sayed Mahdi kepada Tim Juri TOP CSR Awards 2025.
Presentasi dilanjutkan oleh Tim, di antaranya Head of CSR PT SLK, Miranda Puspita Ramadhani, Plant Head PT SKS Listrik Kalimantan, Ikhlas Mappatunru, serta Maulana Muhammad : Div Head Pubblic Affairs PT SKS Listrik Kalimantan, yang juga diikuti pula beberapa anggota tim lainnya. Sedang tim juri terdiri Syaifudin (LKN Asta Cita), Dwinda Ruslan (Senior Business Consutant Yayasan Pakem), Sentot Baskoro (Praktisi Hukum Korporasi), Febrizal Effendi (Aspiluki-Kadin) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Kegiatan TOP CSR Awards 2025 dihelat Majalah TropBusiness bekerja sama dengan beberapa konsultan CSR, GCG, bisnis, serta lembaga penilai independent. TOP CSR Awards merupakan event penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkualitas dan berdampak positif. Penilaian TOP CSR Awards dilakukan berdasarkan: Inovasi dalam program CSR, dampak sosial positif yang dihasilkan, keberlanjutan program, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga pelaporan yang transparans.
Di bagian awal presentasi, Miranda Puspita mengawalinya dengan memaparkan profil Perusahaan. Disebutkan, PT SKS Listrik Kalimantan PT SKS Listrik Kalimantan, merupakan anak perusahaan dari PT Datang DSSP Power Indonesia, yang merupakan joint venture antara China Datang Overseas dan Grup Sinar Mas, yang dibangun untuk mendukung pengembangan kelistrikan di Indonesia. Perusahaan memiliki kontrak jangka panjang untuk memasok listrik berdasarkan Power Purchase Agreement (PPA) kepada PT PLN (Persero).
Saat ini PT SLK mengoperasikan IPP PLTU Kalteng-1 di Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas dan telah menyuplai aliran listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Tengah berkekuatan 2 x 100 Megawat. Selain itu sebagai bagian komitmen ESG, perusahaan juga membangun PLTS atap yang saat ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di internal Perusahaan, di site Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
“Energi listrik yang dihasilkan dari IPP PLTU kalteng-1, dipasok ke PT PLN (Persero) berdasarkan perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. IPP Kalteng-1 memberikan kontribusi sekitar 12.22% (200 MW) dari total 1636 MW peak load di Kalimantan Interconnection System, dan untuk Provinsi Kalimantan Tengah berkontribusi hingga 47.39%,” ungkapnya.
Acuan Program CSR
Terkait Program CSR yang dijalankan, Miranda menjelaskan, bahwa Perusahaan telah memiliki acuan dalam pelaksanaan dan tata Kelola, baik internal maupun eksternal (ISO 26000). Sesuai ISO 26000, Perseroan berupaya menyusun program CSR yang holistic, mulai dari perencanaan program dengan melibatkan stake holder, pelaksanaan program dengan menyelaraskan strategi bisnis Perusahaan berkelnjutan, serta memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam di sekitar wilayah operasi Perseroan.
Ditambahkan, program CSR yang dijalankan perusahaan, juga untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. “Melalui program CSR, kami juga ingin kerkontribusi dalam mendukung pencapaian SDGs,” ujarnya.
Kebijakan dan strategi CSR dilakukan dengan memperhatikan isu-isu tanggungjawab sosial, ekonomi dan lingkungan eksternal yang relevan dengan peran Perusahaan. Program dirancang untuk mendukung tujuan perusahaan, berbasis analisis risiko, serta memberikan manfaat jangka panjang. Program disusun juga agar selaras dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berkembang. Selain itu, program CSR dilakukan untuk memberikan manfaat nyata serta menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan perusahaan.
“Dalam pelaksanaan program CSR, kami juga mengutamakan kerja sama dengan pemangku kepentingan guna mencapai hasil yang lebih optimal. Misalnya dengan kelompok pegiat lingkungan, BUMDes untuk pemberdayaan ekonomi Masyarakat berbasis komunitas, dan lainnya,” ungkap Miranda.
Maulana Muhammad menambahkan, dalam pelaksanaan program CSR, PT SKS Listrik Kalimantan menerapkan strategi kebijakan dengan mengedepankan keselarasan dengan strategi bisnis dan standar ESG (Environmental, Social, and Governance), yang merupakan tuntutan global untuk berinvestasi dan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola. Sehingga setiap kebijakan, dilakukan mengacu pada subjek inti dan prinsip tanggung jawab sosial sesuai dengan ISO 26000, yang mendukung keberlanjutan serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Sesuai dengan ISO 26000, perusahaan menerapkan kebijakan CSR selaras dengan strategi bisnis. Memastikan bahwa Perusahaan juga mematuhi regulasi nasional & internasional dalam pengambilan keputusan dalam setiap programnya,” ungkap Maulana.
Beberapa program CSR yang saat dijalankan, di antaranya Program Peningkatan Kualitas Pendidikan (Capacity Building for Teacher). Mekanisme program, bahwa sebagai bagian dari komitmen PT SKS Listrik Kalimantan dalam mendukung kualitas pendidikan, pada tahun 2022 berkolaborasi dengan BPMP Kalimantan Tengah, menginisiasi program Capacity Building for Teacher-sebuah inisiatif untuk memperkuat pengetahuan dan kapasitas guru dalam mengajar secara efektif dan kontekstual.
“Program ini merupakan bentuk dukungan Perusahaan pada pengetahuan dan kapasitas guru dalam mengajar melalui, Pelatihan dan Workshop Intensif, Pendampingan dan Implementasi di Sekolah. Selain itu juga Refleksi dan Diseminasi Praktik Baik bagi para guru,» terang Miranda.
Prestasi Bidang Pendidikan
Salah satu yang membanggakan dari program CSR Pendidikan, yakni – Prestasi gemilang ditorehkan Agus Mardiyanto, siswa SMAN 1 Rungan, Kabupaten Gunung Mas, yakni sekolah mitra SLK Mengajar, di mana ia berhasil menjadi salah satu kontingen Indonesia dalam ajang Thailand International Mathematics Olympiad (TIMO) Final Round 2024-2025 yang berlangsung di Chiang Mai, Thailand. Dalam perlombaan matematika bergengsi ini, Agus tampil luar biasa di dua babak kompetisi yang penuh tantangan ini, hingga akhirnya berhasil meraih medali emas (Gold Medal) untuk kategori Best Logical Material Score Finals. Selain medali emas, ia juga membawa pulang trofi yang menjadi simbol dari prestasi luar biasa yang telah ia raih.
“Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan sekolahnya, SMAN 1 Rungan dan PT SKS Listrik Kalimantan tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia, karena ia turut mewakili tanah air dalam ajang internasional ini,” ujarnya.
Di bidang kesehatan ada program Program Pencegahan Malnutrisi (Ayo ke Posyandu). Sejak 2022 perusahaan menginisiasi program Ayo ke Posyandu -sebuah inisiatif untuk mendukung kesadaran kolektif warga sekitar operasi, dengan mengajak akan pentingnya kesehatan anak sebagai investasi masa depan.
”Program ini merupakan bentuk dukungan Perusahaan pada pencegahan malnutrisi melalui: Edukasi gizi seimbang bagi ibu dan balita, Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Penanganan dan Pencegahan Stunting serta Malnutrisi, Dukungan untuk Program Vaksinasi, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” tambahnya.
Dijelaskan, program ini memiliki keterkaitan Asta Cita Nomor 4 – Tentang Memperkuat pembangunan SDM. Nomor 8 – Tentang Memperkuat penyelarasan kehidupan.Keterkaitan Program Prioritas Nomor 10 – Tentang pemberantasan kemiskinan. Nomor 14 – Tentang Penguatan Pendidikan.
Di bidang ekonomi, bebagai bagian dari komitmen PT SKS Listrik Kalimantan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, Perusahaan juga mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur, perusahaan pada tahun 2023. Di antaranya menginisiasi program Utilisasi FABA – sebuah inisiatif upaya strategis untuk mengolah limbah hasil pembakaran batubara menjadi bahan baku bernilai guna tinggi, seperti material konstruksi (batako), paving block, dan bahan baku industri kreatif. Saat ini kapaitas produksi untuk batu bata, rata-rata 450 box hari yang ditangani oleh dua pekerja.
Masih terkait ekonomi, pada tahun 2022 Perusahaan menginisiasi program BUMDesmart—sebuah inisiatif untuk memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola usaha berbasis komunitas. Program ini merupakan bentuk dukungan Perusahaan pada pengembangan BUMDes melalui, Penguatan Manajemen, Akses Pasar, Kemitraan & Kolaborasi, Integrasi dengan UMKM Transy Snack, serta program pemberdayaan Perempuan.
Sebagai bagian dari komitmen PT SKS Listrik Kalimantan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, perusahaan pada tahun 2023 juga menginisiasi program Rungan Travel – sebuah inisiatif untuk memperkuat kapasitas pemberdayaan kelompok travel dalam mengelola usaha berbasis komunitas. Dijelaskan, program ini merupakan bentuk dukungan Perusahaan pada pengembangan Rungan Travel melalui: Penguatan Manajemen, Akses Pasar, Kemitraan & Kolaborasi, serta Meningkatkan aksesibilitas & membuka lapangan kerja bagi masyarakat Ring-1 PLTU.
Sebagai bagian dari komitmen PT SKS Listrik Kalimantan dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, perusahaan pada tahun 2023 menginisiasi program Satu Pohon Sejuta Kehidupan – sebuah inisiatif untuk mengidentifikasi, inventarisasi flora endemik Kalimantan. Program ini merupakan program kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Tahura Lapak Jaru Kabupaten Gunung Mas.
Program ini juga merupakan bentuk dukungan Perusahaan pada pelestarian lingkungan hidup. Kegiatannya meliputi Penanaman bibit pohon endemic Identifikasi, Observasi dan Inventarisasi, Kemitraan & Kolaborasi, Meningkatkan pelestarian ekosistem lokal. Di antaranya, telah dilakukan orientasi, observasi, dan inventarisasi keanekaragaman hayati di Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru, Kabupaten Gunung Mas pada Maret 2025.
Kegiatan ini bertujuan menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang tinggi, terutama flora, di kawasan konservasi yang sangat penting. Adapun Taman Hutan Raya Lapak Jaru di Kabupaten Gunung Mas dikenal sebagai kawasan konservasi yang kaya akan keanekaragaman hayati, terutama dalam hal flora. Kegiatan observasi dan inventarisasi yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data ilmiah yang berguna sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Upaya konservasi yang dilakukan di Tahura Kuala Kurun telah mencakup berbagai langkah penting, mulai dari pengawasan ketat terhadap aktivitas ilegal seperti perambahan hutan, hingga pelaksanaan program rehabilitasi dan restorasi ekosistem yang rusak.
Dalam konteks ini, PT SKS Listrik Kalimantan, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor ketenagalistrikan, turut berperan aktif dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
Selain program CSR berkelanjutan, juga ada program yang sifatnya charity dan kepedulian, untuk bantuan penguatan kapasitas lokal. Seperti bantuan bingkisan sembako ramadhan, santunan duafa, anak yatim-piyatu, bantuan korban bencana, dan program lainnya.
Editor: Agus H
