Jakarta, TopBusiness – PT Bank BPD Bali kembali menunjukkan kinerja yang gemilang antara lain berkat konsistensinya dalam menerapkan prinsip dan fungsi GRC (Governance, Risk, and Compliance) dan GCG (Good Corporate Governance) secara berkelanjutan selaras dengan visi dan misi perusahaan. Menggunakan risk maturity model, dengan implementasi GRC,perusahaan menjadi lebih sigap dan matang dalam menghadapi kemungkinan risiko bisnis yang dihadapi.
Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Direktur Utama PT Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH, MH, saat presentasi dan wawancara penjurian TOP GRC Awards 2025 yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Jumat (01/08/2025) yang dihelat Majalah TopBusiness, Jakarta.
Implementasi GRC (Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan), juga berdampak positif pada soliditas bisnis Perusahaan secara berkelanjuta. Hal ini antara lain terlihat dari kinerja keuangan yang terus membukukan tren positif.
“Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis yang dilakukan bank, menunjukkan bahwa profil risiko PT BPD Bali berdasarkan penilaian kesehatan bank, masuk peringkat 2. Kemungkinan kerugian yang dihadapi dari risiko inheren komposit, tergolong rendah untuk periode tertentu di masa datang. Penerapan kualitas manajemen risiko secara komposit memadai, meski ada kelemahan minor yang perlu mendapat perhatian manajemen. Penilaian sendiri terhadap tingkat Kesehatan bank pada posisi Juni 2025 memperoleh peringkat 2 yang mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi perngaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya,” ungkap Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma di dampingi Direktur Kepatuhan – I Wayan Sutela Negara dan staf – I Puthu Wismayadi saat tanya jawab dengan Dewan Juri TOP GRC Awards 2025.
Dari sisi kinerja bisnis, BPD Bali secara umum terus membukukan tren positif, dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator keuangan. Beberapa pencapaian penting termasuk peningkatan laba, aset, dan penyaluran kredit, terutama untuk segmen UMKM. Selain itu, BPD Bali juga terus berinovasi dalam digitalisasi layanan untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan transaksi bagi nasabah. Tercatat pada tahun 2024-2025 terus mengalami peningkatan dengan predikat sangat sehat.
“Hingga Juni 2025, perusahaan meraih laba bersih setelah pajak sebesar Rp642,28 miliar, tumbuh 17.67% (year on year) dari posisi Juni 2024 sebesar Rp 545,85 miliar,” ujar Dirut, I Nyoman Sudharma.
Bank BPD Bali juga selalu berupaya dalam mempertegas misinya untuk memberikan solusi produk, layanan dan jasa keuangan yang inovatif melalui pengembangan ekosistem digital. Terutama dalam upaya memperluas jangkauan layanan dan akses dengan memanfaatkan digitalisasi serta meningkatkan aliansi strategis dengan sejumlah mitra dan meningkatkan Corporate Brand, memperkuat organisasi, meningkatkan kapabilitas strategis SDM serta internalisasi budaya perusahaan.
Selain mengembangkan produk berbasis digital, Bank BPD Bali juga menyeimbangkan dukungannya di aspek lingkungan, sosial dan tata kelola dengan mengembangkan Program Berkelanjutan Bank BPD Bali dengan Tagline “Hijau dan Lestari Bersama Bank BPD Bali”. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dampak positif jangka panjang pada ekonomi, masyarakat dan lingkungan untuk melestarikan lingkungan, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian sekaligus penerapan ketentuan – ketentuan yang telah dicetuskan pemerintah yang searah dengan peta jalan Ekonomi Bali Era Baru (Hijau, Tangguh, Sejahtera).
Kian menunjukkan performa yang dapat diandalkan dalam penerapan GRC dan sistem pendukung, termasuk sistem integrasi dengan teknologi informasi (TI) yang juga berdampak pada kelangsungan bisnis, Bank BPD Bali tahun ini kembali masuk nominasi untuk penghargaan “TOP GRC Awards 2025” yang mengangkat tema “Resilience to Sustainability Leading Through GRC”. Tema ini menekankan pentingnya inovasi penerapan GRC dalam membangun ketahanan bisnis dan mencapai keberlanjutan, terutama di tengah tantangan global saat ini.
“Di tengah tantangan bisnis yang dinamis dan kian kompetitif, BPD Bali juga terus memperkuat aspek penerapan GRC sebagai satu kesatuan fungsi yang saling terkoordinasi dengan strategi bisnis. Dalam pandangan kami, kebijakan penerapan GRC, dan juga GCG yang relevan untuk menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan agar terus mampu meningkatkan daya saing dan mempertahankan bisnis dalam jangka panjang,” ujar I Nyoman Sudharma saat sesi tanya jawab dengan Dewan Juri TOP GRC Awards 2025.
Sedangkan Juri penilai terdiri Eri Suamirso (Senior Business Consultant dari Siner Daya Prima/SDP), Benyamin De Haan (Senior Advisory MSI Group), As’ad Nugroho (Business Consultant Daya Integra Nusantara -Dyantra Consulting), Goenawan Loekito (Pemerhati Bisnis dan Ahli IT dari SKB-MSI Group) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Madani Solusi Internasional Group).
Ditegaskan, BPD Bali menerapkan GRC dan GCG sebagai bagian dari upaya untuk terus menjaga keberlangsungan proses bisnis yang sehat. Dalam implementasinya juga telah diintegrasikan dan didukung dengan sistem information technology (IT) sebagai bagian untuk optimalisasi dalam pelaksanaan fungsi GRC ini.
GRC dijadikan sebagai kerangka kerja untuk membantu perusahaan dalam mengelola risiko, memastikan kepatuhan, dan menerapkan tata kelola yang baik. Dengan mensinergikan praktik GRC dengan sasaran bisnis, diharapkan Bank Daerah Bali ini bisa terus meningkatkan kinerja, daya saing, efisiensi dan efektifitas, untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan.
