Jakarta, TopBusiness — ‘Batik Seng Naik Kelas, Andalkan Kolaborasi Pentahelix Menuju Industri Hijau’ menjadi tema yang diangkat PT PLN Nusantara Power UP Brantas dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2025.
Sesi penjurian ini digelar secara daring pada Rabu (9/4/2025) lalu. Manager Business Support UP Brantas, Raden Sultani Indragunawan, hadir mewakili PLN Nusantara Power UP Brantas untuk memaparkan presentasinya di hadapan dewan juri.
Sebagaimana dikatakan Indra, PT PLN Nusantara Power UP Brantas memiliki visi Menjadi Perusahaan Pembangkitan yang Terdepan dan Terpercaya untuk Energi Berkelanjutan di Indonesia dan Pasar Global.
Adapun untuk mendukung dan mewujudkan visi tersebut, perusahaan mencanangkan empat misi, antara lain:
- Menjaga Kinerja Pembangkit Listrik yang Unggul Sebagai Kompetensi Inti.
- Membangun Bisnis Inovatif yang Terdepan untuk Melakukan Diversifikasi dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan.
- Mengakselerasi Portofolio Bisnis EBT untuk Mendukung Tercapainya Nol Emisi Karbon.
- Mengakuisisi dan Membangun Talenta Terbaik untuk Menjalankan Organisasi yang Responsif dan Adaptif.
“Visi-misi ini kemudian kami breakdown menjadi strategi bisnis yang ada di UP Brantas sendiri, di mana notabene pembangkit kami ini merupakan salah satu pembangkit hidro yang ada di Kabupaten Malang, namun operasi kami ada di lima kabupaten,” ujar Indra.
Ada empat strategi bisnis PLN Nusantara Power UP Brantas yang diungkap Indra dalam presentasinya di hadapan dewan juri. Strategi bisnis tersebut antara lain Digitalisasi Pembangkit (Peremajaan remotisasi PLTA, Digitalisasi Dokumen, dan lain-lain); Pengembangan EBT (Penurunan PS dengan pasang PLTS & PLTB dan Pelaksanaan TMC GBG: Keandalan Pembangkit (Overhaul mandiri dan Hydro Opt 2.0; serta Kinerja K3L & TJSL (CSR) melalui Standarisasi FPS pembangkit, Proper Hijau PLTA Wlingi & Emas PLTA Sutami, serta Optimalisasi Arsitektur Pengelolaan TJSL.
Aktivitas usaha PT PLN Nusantara Power UP Brantas sendiri mencakup Efficiency Management, Operation Management, Reliability Management, WPC Management, SCM (Supply Chain Management), Outage Management.
Dari sisi tata kelola, berdasarkan asesmen yang telah dilakukan, Indra mengatakan bahwa skor GCG PLN Nusantara Power di tahun 2023, yakni 94,88.
“Kemudian penghargaan yang pernah kami terima, terakhir kami mengikuti kegiatan ini di tahun 2023, kami mendapatkan Bintang 3. Kemudian kami mendapat (penghargaan) Proper Hijau pertama kami di tahun lalu,” ungkap Indra.
Kebijakan dan Program CSR Unggulan
Lebih lanjut dikatakan Indra, berangkat dari strategi bisnis berkelanjutan, secara realisasi anggaran CSR PLN UP Brantas menekankan padai dua aspek, yakni Empowerment maupun Non Empowerment.
“Empowerment di sini terdiri dari Capacity Building, Charity, Infrastruktur dan lain sebagainya. Di UP Brantas kalau kami perhatikan di tahun 2021 hingga 2024 secara realisasi itu masih didominasi oleh kegiatan Non Empowerment,” katanya. “Namun, di tiap tahunnya di tahun 2021 hingga tahun 2024 kami terus berupaya untuk menaikkan persentase realisasi dari kegiatan Empowerment.”
“Terbukti di tahun 2024 dibanding tahun sebelumnya, Alhamdulillah mengalami kenaikan 10%, karena harapannya ketika nanti kegiatan Empowerment itu terus dilakukan (karena) kami ingin menghasilkan kontribusi CSR yang nyata yang secara sustain bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Dari situ pula, perusahaan mencoba melakukan konsolidasi di internal dengan mengacu kepada aturan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Selain itu, kata Indra, PLN NP di tahun 2013 punya dasar Kepdir untuk CSR yang nanti di tahun 2024 ini on progress untuk meratifikasi kebijakan atau Perdir PLN tentang CSR itu sendiri.
PLN Nusantara Power UP Brantas disebut melakukan kegiatan arsitektur CSR sejak tahun 2023. Nah, dari sini, kata Indra, ada program prioritas yang salah satunya adalah pengembangan UMKM dan lingkungan yang coba diangkat di Batik Seng yang menjadi salah satu program unggulan Empowerment perusahaan.
“Nah di situ juga didukung oleh rencana kegiatan anggaran, kemudian pilarnya ada empat, Sosial, Lingkungan, Ekonomi, dan Hukum Tata Kelola. Yang nanti pada akhirnya harapannya bisa menjawab tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs,” bebernya.
Dari dua hal tersebut, PLN Nusantara Power UP Brantas melakukan strategi bisnis Transformasi CSR. Dalam hal ini ada empat aktivitas yang dilakukan mulai dari Re-arrange Eksekusi Program CSR All Distrik/Unit. Kemudian yang kedua, Concern Planning & Eksekusi Program Prioritas. Yang ketiga perusahaan juga melakukan Monev di mana harapannya juga bisa Mendukung Pertumbuhan Bisnis dari PLTA-nya sendiri. Yang terakhir harapannya juga bisa Mendukung 8 Asta Cita & 17 Program Kabinet Merah Putih.
“Dari Transformasi CSR yang kami lakukan lahirlah (program) Batik Seng Naik Kelas. Aktivitas yang dilakukan antara lain ada Pemberdayaan Golongan Rentan, Kolaborasi Pentahelix, Diseminasi Batik, dan yang on progress kami siapkan adalah Set Up Standar Industri Hijau, kemudian nanti pada akhirnya akan Exit Program,” ungkap Indra.
Batik Seng Naik Kelas merupakan program pengembangan & penguatan UMKM Batik Seng melalui kolaborasi pentahelix yang menjadikan Batik Seng “Naik Kelas” dalam mempertahankan warisan adiluhung Nusantara yang bernilai ekonomis dan mendukung penciptaan sirkular ekonomi di Desa Sengguruh, Kabupaten Malang.
Nah, lanjut dia, Program CSR ini harapannya bisa mendukung 8 Asta Cita Presiden dan Wapres untuk Poin 2, Poin 3, Poin 4, dan Poin 6. Mulai dari Mendorong Kemandirian Bangsa Melalui Ekonomi Kreatif, Mengembangkan Industri Kreatif, Penguatan Peran Perempuan, Pemuda & Penyandang Disabilitas, dan Membangun dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi & Pemberantasan Kemiskinan.
“Kemudian untuk 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih, ada empat yang kami rasa berkolerasi itu yang pertama Penguatan Kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas; Pemberantasan Kemiskinan; Melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM; serta Pelestarian seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
