Jakarta, TopBusiness – PT Adhi Karya (Persero) Tbk terus menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan bisnis berkelanjutan. Perusahaan pelat merah yang bergerak di jasa konstruksi itu mewujudkan bisnis berkelanjutan tersebut melalui program pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Untuk itu, komitmen bisnis berkelanjutan emiten ADHI ini juga dibuktikan melalui penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) secara berkala. Demikian seperti disebutkan oleh Tiara Nursyani selaku Manager Biro Investor Relation & TJSL Adhi Karya yang didampingi Rozi Sparta selaku Corporate Secretary dan tim CSR & TJSL saat mengikuti proses wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025, Kamis (15/5/2025).
Kata Tiara, sejauh ini perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan dampak positif berkelanjutan melalui inovasi dan tata kelola yang baik. “Dan ini juga selaras dengan visi kami adalah menjadi korporasi inovatif dan berbudaya unggul untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Maka dari itu, untuk mewujudkan komitmennya itu, kata dia, Adhi Karya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi tentu memiliki dampak lingkungan dan sosial yang signifikan. Dan Perusahaan tentu sudah melakukan identifikasi dari dampak-dampak tersebut.
Oleh karenanya, lanjut Tiara, penerbitan Laporan Keberlanjutan setiap tahun menjadi penting bagi Perusahaan untuk memastikan transparansi dalam operasionalnya.
“Laporan Keberlanjutan ADHI KARYA Tahun 2024 ini merupakan penerbitan kesembilan, sedangkan laporan sebelumnya terbit pada 08 Maret 2024. Laporan keberlanjutan ADHI disusun berdasarkan POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 dan GRI Standards Universal 2021 (Standard GRI),” terang dia.
Dijelaskannya, setidaknya ada sembilan strategi ADHI dalam membangun pertumbuhan bisnis ADHI yang berkelanjutan. Pertama, Aspek Strategis. Dengan melakukan rebranding ADHI untuk Creating Value and Sustainability. Hal ini bertujuan untuk menjawab isu ESG yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan sekaligus untuk menangkap peluang pangsa pasar baru khususnya terkait proyek-proyek lingkungan.
Kedua, Aspek Pemasaran. Ini menumbuhkan portofolio pangsa pasar baru di sektor pengelolaan limbah dan sektor environmental lain, bisnis investasi air untuk recurring income, investasi jalan tol dan infrastruktur lain.
Ketiga, Aspek Investasi. Strategi investasi ADHI berorientasi ke diferensiasi dari pesaing atau produk lain dalam pasar yang terfokus, dengan Konsep ESG ADHI yang akan menjadi fokus diferensiasi investasi ADHI.
Keempat, Aspek Produksi. Dengan menerapkan sistem operating excellence untuk mengeliminir kemungkinan dan dampak terjadinya risiko konstruksi.
Kelima, Aspek Keuangan. Yakni dengan mengoptimalkan creative financing sebagai competitive advantage yang bertujuan untuk project financing atau loan allocation khususnya untuk proyek-proyek baru yang memerlukan pinjaman bank untuk modal kerja.
Keenam, Aspek SDM. Dengan optimalisasi mitigasi risiko rendahnya produktivitas SDM ADHI melalui beberapa program sertifikasi keahlian dan pelatihan lain yang relevan.
Ketujuh, Aspek Legal & Compliance. Dengan meningkatkan mitigasi risiko legal dengan business process improvement di bidang legal, berdasarkan hasil pengembangan melalui Sub PMO Claim and Change Management.
Kedelapan, Aspek Sistem dan Teknologi Informasi. Ini dilakukan dengan penyelarasan sistem pengendalian kinerja dan manajemen risiko dengan Permen BUMN, serta dengan dinamika perubahan faktor internal dan eksternal di lingkungan industri. Pada sisi teknologi, ADHI berupaya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk proses yang lebih efisien.
Dan kesembilan, Aspek Health, Safety, & Environment, ADHI terus berkomitmen memperketat implementasi prosedur dan petunjuk kerja di proyek serta memperketat pengawasan di proyek. “Hal ini diharapkan akan mengurangi risiko kecelakaan konstruksi, ketidaksesuaian mutu, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan,” ungkap dia.
Selanjutnya, beberapa poin yang menjadi inti pembangunan pertumbuhan bisnis berkelanjutan yang digarap ADHI dan sekaligus merupakan pandangan manajemen adalah:
- Rancang Desain Konstruksi yang menggunakan kaidah Circular Economy. Ini dilakukan dengan penggunaan BIM sebagai teknologi dalam penerapan sustainable construction.
- Pemanfaatan Limbah Non B3 sebagai bahan baku konstruksi. ADHI menggunakan Fly Ash sebagai alternatif semen dalam pembuatan beton.
- Kontribusi dalam Penurunan Emisi Gas Emisi Rumah Kaca. Dilakukan dengan penanaman mangrove dan efisiensi penggunaan energi saat kegiatan konstruksi.
- Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 di Unit Kerja ADHI. Dalam prakteknya, pengelolaan Limbah B3 di dalam dan luar kantor dilakukan dengan GreenBox dan TPS.
- Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Konstruksi di Proyek ADHI. Pemanfaatan sampah konstruksi menjadi bahan baku dan energi alternatif.
- Pemantauan Lingkungan di Unit Kerja ADHI. Pemantauan lingkungan unit kerja untuk emisi, air limbah, dan lainnya.
- Sertifikasi Green Rating System dan PROPER pada Fasilitas milik ADHI. Yaitu berupa EDGE Certificate, Greenship, dan PROPER pada bangunan ADHI.
Dengan komitmen tersebut, kata Tiara, secara khusus, ADHI mengembangkan bisnis lingkungan terhadap penerapan Circular Economy, sebagai kelanjutan dari Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Medan yang sudah diinisiasi dengan penerapan konsep Zero Waste.
“Jadi, kontribusi awal ADHI adalah dengan menjalankan konsep pengelolaan limbah dan sampah Zero Waste pengolahan dan pemusnahan. Inisiasi ini sejalan dengan program dari Kementerian LHK yaitu Zero Waste Zero Emission Indonesia 2050,” katanya.
Program CSR Dukung Asta Cita
Setidaknya, dijelaskan Tiara, ada tiga program CSR unggulan yang garap ADHI dan selaras dengan 8 Asta Cita dan 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Pertama Program Sarana Prasarana MI & MTS Annur Nurul Jannah Desa Bunar, Kabupaten Tangerang, Banten. Ini adalah program renovasi fasilitas pendidikan untuk MI dan MTS di Desa Bunar. Ini mendukung Asta Cita Nomor 6 tentang membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
“Dengan renovasi bangunan dan lapangan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan Desa Bunar ini siswa dapat memiliki pendidikan yang lebih layak. Sehingga manfaatnya, selain meningkatkan citra perusahaan dan menjadi bentuk stakeholder engagement, program ini memberikan manfaat untuk penerimanya melalui peningkatan fasilitas Pendidikan,” jelas dia.
Kedua, Program Sertifikasi Mandor ADHI. Ini adalah program pemberian sertifikasi untuk beberapa mandor ADHI. Program ini berkaitan dengan Asta Cita Nomor 4 tentang memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Pemberian sertifikasi untuk para mandor ADHI ini dilakukan di salah satu proyek ADHI, yaitu di proyek PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI), Jl. Mayor Zen, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui program ini, kata dia, ADHI menyeleksi mitra ADHI terdekat, yaitu mandor, untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bentuk apresiasi ADHI atas kerja sama baik yang selama ini telah terjalin.
“Pemberian sertifikasi untuk mandor ADHI memberikan manfaat dalam bentuk terjaminnya kualitas pekerjaan mandor tersebut, yang pada akhirnya akan menjamin kualitas produk-produk ADHI. Sehingga program CSR ini dapat peningkatan kompetensi, peluang kerja, dan sekaligus pemenuhan regulasi UU Jasa Konstruksi,” tutur dia.
Ketiga, Program Pembangunan Sarana Air Bersih Desa Jrakah, Boyolali. Program ini berupa pembangunan sarana air bersih yang digunakan untuk pengairan warga sekitar di Desa Jrakah, Boyolali, Jawa Tengah. Ini selaras dengan Asta Cita Nomor 6 tentang Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Selama ini, kurangnya pembangunan di Desa Jrakah membuat sulitnya akses ke salah satu fasilitas dasar, yaitu air bersih. Melalui program TJSL, ADHI turut membantu masyarakat sebagai salah satu stakeholder perusahaan dalam penyediaan air bersih yang dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Sebab, dia menjelaskan, selain memberikan manfaat melalui penyediaan air bersih bagi penerima manfaat, program ini meningkatkan citra perusahaan dan juga meningkatkan hubungan baik ADHI dengan stakeholder.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah fondasi utama untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Makanya, melalui pendekatan holistik dan kolaboratif (dalam program CSR/TJSL), kami ingin terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” tutup Tiara.
