Jakarta, TopBusiness—Pasar properti perkantoran di Jakarta, diperkirakan tidak terdampak langsung oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif ekspor bagi sejumlah negara termasuk Indonesia. Dalam hal tersebut, pasar properti perkantoran lebih mungkin terkena dampak secara tak langsung.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Senior Colliers Indonesia, Ferry Salanto, hari ini, dalam paparan hasil riset pasar terbaru, melalui jaringan internet.
Tarif Trump tersebut, Ferry mengatakan, lebih terkait langsung dengan arus perdagangan. Maka, efek tarif tersebut ke properti perkantoran, lebih bersifat tidak langsung.
“Dan, pengaruh secara tak langsung itu, muncul karena sektor properti kan secara umum terkait dengan sektor bisnis yang lain,” papar Ferry.
Ia pun merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk membuat banyak perjanjian kerjasama investasi dan perdagangan baru, dengan pihak asing. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi muncul dari situ, selanjutnya pengaruhnya ke sektor bisnis/industri lain bisa lahir. “Maka dengan demikian, pasar properti perkantoran di Jakarta bisa ikut terdorong.”
Ferry pun, dalam paparan hasil riset tersebut, memberikan prediksi mengenai pertumbuhan keseluruhan pasar properti Indonesia hingga tahun 2025. “Perkiraan saya, ada baiknya juga kita menurunkan level ekspektasi ke pertumbuhan pasar properti di tahun 2025 ini,” kata dia.
Di saat pemerintahan baru telah dilantik, sempat ada sebuah harapan bahwa kinerja pasar properti akan lebih baik ketimbang sebelumnya. Namun, dalam perkembangan terakhir, terlihat bahwa situasi global atau pun perekonomian nasional, ternyata belum terlalu mendukung pasar properti.
“Jadi, saat ini, rasanya kita harus lebih realistis ke pasar properti nasional,” kata Ferry.
