TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kontribusi Pendapatan Berlangganan Naik 44%, RUNS Catatkan Kinerja Positif Selama 2024

Busthomi
15 April 2025 | 11:27
rubrik: Capital Market
Kontribusi Pendapatan Berlangganan Naik 44%, RUNS Catatkan Kinerja Positif Selama 2024

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Global Sukses Solusi Tbk (IDX: RUNS), penyedia solusi unggulan Enterprise Resource Planning (ERP) dan Software as a Service (SaaS), berhasil menjaga kinerja baik tahun 2024 di tengah tantangan pasar yang dinamis.

Pencapaian ini merupakan buah dari transformasi bisnis strategis yang dijalankan Perseroan sejak awal 2024.

Demikian seperti disebutkan dalam keterangan resmi Perseroan melaui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (15/4/2025).

Pada awal periode pasca-IPO (2021-2023), model bisnis berbasis proyek (project-based) yang diandalkan menghadapi berbagai tantangan. Pendapatan yang fluktuatif diiringi tekanan operasional berdampak pada performa perseroan.

“Oleh karena itu, manajemen melakukan transformasi termasuk terhadap model bisnis yang selama ini dijalankan. Dan pada tahun 2024, perseroan menjalankan strategi utamanya untuk berfokus pada produk dengan adopsi model bisnis berlangganan (subscription-based),” kata keterangan tersebut.

Model ini, lanjutnya, dinilai mampu memberikan arus pendapatan yang lebih sustain dan stabil dengan tingkat engagement yang lebih tinggi terhadap pelanggan dalam jangka panjang. Upaya tersebut membuahkan hasil kinerja baik yang tercermin dari Laporan Keuangan 2024.

Tercatat, kontribusi pendapatan berlangganan meningkat pesat 44% menjadi Rp9,2 miliar dari total pendapatan Rp21 miliar, naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 22%.

Secara nominal, pendapatan berlangganan ini tumbuh 46% YoY dari Rp6,3 miliar menjadi Rp9,2 miliar, menunjukkan kesuksesan transisi ke model bisnis yang lebih berkelanjutan, pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa transformasi telah sesuai dengan strategi perseroan.

“Pencapaian ini baru merupakan awalan dari potensi pertumbuhan yang lebih besar,” kata dia.

Di tahun 2025, perseroan masih menyimpan amunisi pertumbuhan potensial melalui realisasi pendapatan berlangganan yang belum seluruhnya tercatat (outstanding) yang didapatkan dari kontrak jangka panjang.

BACA JUGA:   Kuartal I, Laba Bersih Unilever Capai Rp1,7 Triliun

Hal ini, disebut keterangan itu, menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih sangat terbuka lebar.

Selain itu, perseroan berhasil memangkas kerugian hingga 55% YoY, sebuah pencapaian signifikan yang memperkuat fondasi keuangan perseroan.

Di sisi lain, beban perseroan juga mengalami penurunan. Beban yang mengalami penurunan secara signifikan yaitu beban umum dan administrasi yang turun sebesar 34,6% dari Rp27 miliar menjadi Rp18 miliar.

Perubahan fokus dari model berbasis proyek menjadi model berlangganan menciptakan tantangan tersendiri bagi perseroan.

“Transisi ini tidak hanya membutuhkan penyesuaian strategi operasional dan keuangan, tetapi juga perubahan mindset pelanggan yang terbiasa dengan pembayaran satu kali (one-time payment) menjadi sistem berlangganan,” katanya.

Selain itu, perseroan harus memastikan bahwa layanan yang ditawarkan memberikan nilai berkelanjutan (sustainable value).

Inovasi dalam produk, peningkatan layanan pelanggan, serta penerapan teknologi pendukung menjadi kunci agar adaptasi ini berjalan sukses dan mampu mendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Tahun 2024 tidak hanya mencatat pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi tonggak keberhasilan perseroan dalam meningkatkan efisiensi.

Inovasi efisiensi diwujudkan melalui dua pendekatan utama yaitu optimalisasi biaya berkelanjutan dan utilisasi teknologi AI (artificial intelligence) secara menyeluruh.

Optimalisasi biaya ini juga dipengaruhi oleh fokus terhadap model bisnis subscription dimana implementasi product subscription menyerap biaya (beban pokok pendapatan) lebih rendah dibandingkan dengan beban pokok pendapatan pada produk project-based.

Sedangkan utilisasi AI memungkinkan perseroan melakukan analisis beban kerja berbasis data di seluruh divisi, menghasilkan proses bisnis yang lebih lean dan efektif.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, RUN System berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Transformasi bisnis, pemanfaatan teknologi AI, dan efisiensi menyeluruh menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi perseroan sebagai pemimpin solusi digital di Indonesia.

Tags: emiten digitalkinerja keuanganPT Global Sukses Solusi TbkRUNS
Previous Post

Resmi Tercatat di BEI, Ini Target Ekspansi MDLA Kembangkan Infrastruktur di Sektor Kesehatan

Next Post

Giliran Indocement Buyback Saham, Dananya Rp2,25 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR