Jakarta, TopBusiness – Meskipun sebagai perusahaan perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI saat ini fokus pada keberlanjutan (sustainability) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau TJSL unggulannya, yaitu Program BRI Menanam – Grow & Green (Memulihkan dan Melestarikan Ekosistem).
Assistant Vice President Departemen CSR Bank BRI, M. Ganjar Nugraha menjelaskan, Program BRI Menanam – Grow & Green ini merupakan bagian aksi BRI dalam mendukung net zero emission dan upaya pengurangan dampak perubahan iklim yang digaungkan pemerintah dan dunia internasional.
“Ini merupakan program pemulihan dan pelestarian ekosistem yang berkelanjutan melalui penanaman pohon yang meliputi penyusunan desain program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan dan pendataan kondisi perkembangan tanaman, hingga mengukur potensi cadangan dan karbon selama tiga tahun. Program ini juga sebagai komitmen dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG (Sustainable Development Goals),” ujar Ganjar dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Jumat (11/4/2025).
Sesuai ketentuan Menteri BUMN, program CSR atau TJSL BUMN diharapkan dapat focus dan berdampak positif pada tiga bidang, salah satunya adalah lingkungan. Dua bidang lainnya adalah Pendidikan dan Pengembangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM).
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim tersebut, BRI dalam program CSR ini melakukan penanaman pohon mangrove, pohon produktif, transplantasi terumbu karang, dan konservasi flora-fauna yang dilindungi. Ada empat kategori utama dari program ini yaitu Grow & Green Mangrove yang berupa program penanaman mangrove dan cemara laut sebagai upaya restorasi di daerah pesisir Indonesia.
Kedua adalah Grow & Green Reforestation berupa program penanaman pohon di lahan-lahan kritis mengutamakan pohon yang memberikan nilai ekonomis atau pohon produktif untuk masyarakat di sekitarnya.
“Ketiga terkait Grow & Green Coral Reef. Kami melakukan transplantasi terumbu karang guna meningkatkan tutupan terumbu karang yang ada,” kaa Ganjar.
Keempat adalah Grow & Green Biodiversity dengan kegiatan penanaman pohon endemic sekaligus konservasi satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menurut Ganjar, sasaran Program BRI Menanam – Grow & Green adalah daerah yang memiliki potensi area untuk dilakukan rehabilitasi dan pengkayaan ekosistem baik di wilayah pesisir dan maupun daerah terrestrial.
“Kami juga melihat kelompok tani dan nelayan yang telah terdaftar dan mendapat pengesahan, baik oleh pemerintah desa, kecamatan atau dinas teknis di wilayah setempat. Secara legalitas, kelompok yang support membantu program ini berjalan sebagaimana mestinya,” kata dia.
Penyerapan Polutan
Sejak 2023 hingga 2024, kata Ganjar, BRI sudah menjalankan Program BRI Menanam – Grow & Green di berbagai daerah di Tanah Air antara lain Muara Gembong (Bekasi), Tuban, Berau (Kalimantan Timur), Samosir (Sumatera Utara), Tabanan (Bali), Polman, Majene, Pinrang (Sulawesi Selatan), Karawang, Bogor (Jawa Barat), Demak (Jawa Tengah), Mamuju, Maratua, dan Bangli (Bali).
Dari sisi sosial, Program BRI Menanam – Grow & Grow telah memberdayakan 14 kelompok tani/nelayan yang berperan untuk melakukan penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, sampai dengan pendataan serta monitoring tanaman. Sejak 2023 hingga 2024, Program Grow & Green berhasil menanam total sebanyak 52.800 pohon di seluruh Indonesia.
Jenis pohon yang ditanam antara lain alpukat, aren, cemara laut, pinus, durian, kopi, mangga, mangrove dan pala. “Impact secara lingkungan atau environment dari program ini, kita coba kalkulasi, ada penyerapan 25.395 tCO2e dari penanaman berbagai jenis pohon,” kata Ganjar.
Penyerapan polutan ini setara dengan penggunaan 6.044 kendaraan fosil selama satu tahun atau pembakaran 2.494.597 liter BBM, atau penggunaan listrik 5.012 rumah dalam setahun.
Sedangkan dari sisi nilai ekonomi, hasil perhitungan dari program CSR ini, dugaan nilai emisi karbon mencapai Rp 32,32 miliar.
Saat ini, kata Ganjar, berdasarkan resume dampak Program BRI Menanam – Grow & Grow, sudah diikuti 23 kelompok tani dan nelayan dengan total pohon tertanam dan terpelihara ada 60.300 pohon.
Selain itu, pihaknya berhasil melakukan transplantasi karang dan terpelihara sebanyak 2.430 fransen dan ada 1.080 kepala keluarga terlibat baik petani maupun nelayan. Sedangkan potensi serapan karbon sebanyak 17.960,93 ton CO2e/tahun.
“Untuk keberlanjutan kami juga menyiapkan exit strategy di tahun ke empat. Strateginya kami melakukan kegiatan edukasi dan transfer knowledge dengan melibatkan local heroes untuk memastikan keberlanjutan program,” ujar Ganjar.
Division Head – Corporate Secretary Division BRI Agustya Hendy Bernadi menambahkan, dengan program ini, Perusahaan membantu masyarakat setempat untuk menjaga alam dan keseimbangan lingkungan.
“Tanaman yang ditanam juga suatu saat nanti bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. Ini adalah bentuk komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang berbasis Environment, Social and Governance (ESG)” ujar Hendy dalam materi presentasinya.
Berkat aksi-aksi nyata tersebut, BRI menjadi salah satu kandidat peraih TOP CSR Awards 2025.
