TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peta Jalan Hidrogen Nasional Dirilis, Bahlil Harap Dilirik Investor Otomotif

Albarsyah
15 April 2025 | 16:11
rubrik: Business Info
Peta Jalan Hidrogen Nasional Dirilis, Bahlil Harap Dilirik Investor Otomotif

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi merilis peta jalan hidrogen dan amonia di dalam negeri sebagai upaya memberikan landasan yang kokoh dan komprehensif terkait pengembangan hidrogen sebagai sumber energi baru dan energi terbarukan (EBT).

Peluncurannya diresmikan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia, yang disaksikan langsung oleh sejumlah stakeholder seperti PLN, Pertamina, hingga Toyota, dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025). “Ini merupakan salah satu dari program asta cita Bapak Presiden, menyangkut swasembada energi dan memakai EBT,” katanya dalam seremoni pembukaan, Selasa.

“Ini merupakan bagian dari hilirisasi sebab bahan baku daripada hidrogen bisa memakai batu bara, gas, dan juga air dengan proses EBT. Saya pikir, ini menjadi salah satu alternatif menggantikan fosil dalam rangka mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060,” lanjut Bahlil. Mengingat, berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tiap harinya mencapai 1,5 juta barrel. Sedangkan jumlah yang bisa diproduksi secara lokal hanya sekitar 600.000 barrel. Seiring dengan hal itu juga, Bahlil berharap para pelaku usaha termasuk, sektor otomotif, melirik pemanfaatan hidrogen. Sehingga penciptaan adopsi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sebagai alat transportasi semakin optimal.

“Hidrogen ini barang baru. Kalau kita compile dengan electric vehicle (EV), biayanya masih mahal. Tetapi seiring berjalan waktu, bisa lebih murah dan kita harus memulainya,” ucap dia. “Kalau sudah banyak, sudah bagus, dan potensi marketnya sudah ada maka pemerintah harus melakukan penyesuaian,” kata Bahlil lagi. Sementara itu Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024 Indonesia telah berhasil mencapai 15 persen bauran energi. Pemanfaatan hidrogen dan amonia, bisa meningkatkan bauran tersebut sehingga diperlukan peta jalan untuk pengembangan EBT.

BACA JUGA:   BTN Buktikan GRC Jadi Penggerak Pertumbuhan Kinerja dan Bisnis Berkelanjutan

 Hidrogen yang akan digunakan untuk pengembangan energi baru terbarukan, hidrogen yang mendukung upaya dekarbonsasi, serta sebagai komoditi dan turunannya untuk bisa ekspor,” kata Eniya. “Dokumen ini diharapkan jadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dan mengembangkan hidrogen sebagai upaya dekarbonisasi sistem hidrogen nasional dan global,” tutupnya.

Tags: kementerian esdmmenteri esdm bahlil lahadalia
Previous Post

GHES 2025 Resmi Dibuka, Tonggak Penting Menuju Energi Bersih dengan Hidrogen

Next Post

Akhir Transaksi Selasa, IHSG Melonjak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR