Jakarta, TopBusiness – PT JGC Indonesia terus berkomitmen dalam pembangunan berkelanjutan yang dibuktikan melalui ragam inovasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar dua aspek utama, yakni lingkungan dan pendidikan. Hal ini diungkap CSR Coordinator Indri Firna Djamal saat mengikuti wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 secara daring, Selasa (15/4/2025).
“Membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pastinya itu sangat penting ya. Atas hal itu, kita pasti mengadopsi pendekatan yang komprehensif dan pastinya kita mempertimbangkan aspek-aspek efisiensi operasional, inovasi, dan tanggung jawab sosial,” kata Indri mengawali presentasinya.
“Makanya JGC juga memiliki fokus pada pertumbuhan yang jangka panjang. Jadi, bukan keuntungan sesaat Pak. CSR JGC ini ingin tumbuh berkelanjutan, perlu dengan mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan,” lanjutnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Department Manager QHSE, Haryo Setyo dan Division Manager Corporate Admin, Wahyu Hastono serta beberapa tim program inisiatif CSR PT JGC Indonesia.
Sebab itu, lanjut Indri, inisiatif CSR yang dimiliki JGC Indonesia tidak hanya berdampak pada Perusahaan, melainkan memiliki kontribusi nyata terhadap masyarakat. “Jadi melalui program CSR yang baik, perusahaan tidak hanya mendukung kesejahteraan sosial, tapi juga membangun hubungan positif dengan pemangku kepentingan yang bisa menguntungkan dalam jangka Panjang,” katanya.
Dalam presentasinya berjudul Kontribusi Nyata Perusahaan EPC (Engineering, Procurement and Construction) untuk Berkelanjutan Lingkungan dan Pendidikan, Indri memaparkan secara komprehensif ragam inovasi dan tata Kelola CSR dalam Perusahaan. Beberapa program unggulannya yakni JGC Mengajar, Bank Sampah dan penanaman Mangrove.
JGC Mengajar merupakan program berbagi ilmu tentang kontraktor EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang merupakan bagian dari komitmen JGC Indonesia untuk berbagi keahlian dan pengalaman industry kepada generasi penerus.
Melalui program JGC Mengajar, perusahaan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa di berbagai kampus tentang dunia kerja di sektor EPC. Program ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan teknologi.
“Ini yang kita titik beratkan kalau dalam ISO mungkin termasuk keterlibatan dan pengembangan masyarakat. Seperti tadi saya jelaskan, kita pernah ada share knowledge tentang JGC, kita (juga) renovasi ruang perpustakaan dan sebagainya,” ujar Indri.
Program berikutnya, kata Indri, terkait pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove yang dilakukan rutin tiap tahun, serta edukasi dan pelatihan pengelolaan bank sampah di sekitar area proyek. Program tersebut bagian dari aksi nyata dan komitmen JGC terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Kita melakukan pengajaran-pengajaran bank sampah di area-area dekat proyek kami. Yang kedua penanaman Mangrove Pak, ini yang kita lakukan terus tiap tahun. Pengelolaan sampah, ya ini yang kita melakukan partnership dengan perusahaan pengelolaan sampah,” bebernya.
“Nah, ini contohnya Pak, waktu itu kita melakukan bank sampah di Cilegon. Kebetulan kami ada proyek di Cilegon, jadi kami budidayakan warga-warga di sekitar proyek kami, yaitu ini, kita melakukan pengajaran pelatihan sosialisasi bank sampah,” imbuh Indri sampil menampilkan slide aktivitas bank sampah di Cilegon.
Strategi CSR Berkelanjutan
Dalam membangun program tanggung jawab sosial perusahaan, JGC Indonesia tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Perusahaan menempatkan CSR sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan berkelanjutan, dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Ada tiga pilar utama yang menjadi landasan strategi CSR mereka.
Pilar pertama adalah keterlibatan dalam isu sosial dan Pembangunan kesejahteraan. Dalam hal ini, JGC aktif menjalankan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Contohnya, renovasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS), menyediakan alat olahraga hingga perlengkapan sekolah lainnya.
“Strategi yang dilakukan oleh PT JGC Indonesia yaitu adalah keterlibatan kita dalam isu sosial dan pembangunan kesejahteraan. Nah, di sini JGC berinvestasi dalam program kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Misalnya, menyediakan program-program kesehatan seperti UKS. Jadi, kita kadang-kadang merenovasi UKS, memberikan alat-alat olahraga untuk siswa-siswi SD,” jelasnya.
Pilar kedua adalah peningkatan citra dan reputasi perusahaan melalui CSR yang berdampak dan komunikatif. JGC sadar bahwa inisiatif sosial yang nyata dapat menciptakan kepercayaan dan hubungan baik dengan para pemangku kepentingan. Karena itu, perusahaan rutin mengkomunikasikan aktivitas CSR melalui laporan tahunan dan platform digital seperti media sosial, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
“Melalui inisiatif CSR yang sukses, kita sangat menyadari bahwa perusahaan akan mendapatkan reputasi dan citra yang baik di mata publik. Jadi reputasi yang baik di bidang sosial dan lingkungan pasti memberikan nilai lebih, mengundang pelanggan baru dan memperkuat hubungan yang baik untuk mitra bisnis kita,” paparnya.
“Misalnya kita mengkomunikasikan secara transparan CSR yang dilakukan perusahaan di laporan tahunan dan pastinya kita masukkan di media sosial ya,” tambah Indri.
Pilar ketiga adalah keterlibatan aktif karyawan dalam program CSR. Perusahaan percaya bahwa partisipasi karyawan akan meningkatkan rasa kepemilikan dan motivasi kerja. Melalui kegiatan seperti penanaman mangrove dan program JGC Mengajar di kampus-kampus teknik, para karyawan tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan sosial yang berdampak luas.
“Yang berikutnya strateginya adalah melibatkan karyawan dalam program CSR. Jadi di sini kita juga melibatkan karyawan, ketika karyawan merasa bangga, pasti mereka lebih termotivasi dan berkomitmen,” tegasnya.
