Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis lalu ditutup naik 0.6%, tapi kembali disertai net sell asing Rp539 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBNI, BBRI, ITMG, dan ADRO.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG hari ini akan mencoba tes support di 6400. Jika kuat di support tersebut, IHSG akan mencoba menguat kembali.
“Dengan kondisi itu, level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 6300-6400. Dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6480-6520,” ujar Fanny dalam risetnya, Senin (21/4/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Libur untuk Peringati Jumat Agung. Kamis (17/4), indeks utama Wall Street mixed.
Di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif AS yang terus membayangi sentimen investor. Ditambah dengan penurunan saham kesehatan dan teknologi.
Indeks S&P 500 naik tipis sebesar 0,13%. Sementara itu, Nasdaq Composite turun tipis 0,13%.
Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 1,33%, terdorong oleh penurunan saham UnitedHealth sebesar 22% setelah perusahaan asuransi itu membukukan laba di bawah ekspektasi.
Dow Jones dan Nasdaq pun tercatat mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Tekanan juga datang dari saham raksasa teknologi Nvidia, yang turun hampir 3%, melanjutkan pelemahan hampir 7% di sesi sebelumnya.
Nvidia mengungkapkan adanya beban kuartalan sekitar US$ 5,5 miliar akibat pembatasan ekspor chip GPU H20 ke China dan negara lainnya, imbas kebijakan kontrol ekspor AS.
Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru memberikan sentimen positif. Saham Eli Lilly melonjak 14% setelah mengumumkan hasil uji coba positif untuk obat penurun berat badan.
Sementara itu, Netflix naik 1% menjelang rilis laporan keuangan kuartalan. Pasar sempat menguat di sesi siang setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump itu.
Bursa Asia Hijau, Sebagian Pasar Libur untuk Peringatan Jumat Agung. Bursa Asia bergerak menghijau pada perdagangan Jumat (18/4).
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,03%, CSI300 China naik tipis 0,01%, Taiex Taiwan naik 0,29%, Kospi Korea Selatan naik 0,53%, Kosdaq naik 0,85%, dan FTSE Malaysia naik 1,09%.
Sebagian besar pasar Asia libur untuk peringatan Jumat Agung. Bursa Asia berfluktuasi karena investor mengambil pendekatan wait and see terkait negosiasi tarif Trump, sebelum mengambil taruhan jangka panjang.
Di sisi lain, pertanyaan utama seputar China, setelah Beijing mengindikasikan bahwa mereka memiliki beberapa persyaratan untuk menyetujui perundingan dengan pemerintahan Donald Trump.
Sementara itu, di Jepang, inflasi konsumen Maret mendukung sikap bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Inflasi konsumen yang tidak termasuk makanan segar naik 3,2% pada maret, naik dari 3% pada bulan sebelumnya. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ANTM, TLKM, BBRI, UNTR, BRMS, dan MEDC
–ANTM Spec Buy dengan area beli di 1930, cutloss di bawah 1910. Target dekat di 1960-1980.
–TLKM Spec Buy dengan area beli di 2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2580-2610.
–BBRI Spec Buy dengan area beli di 3620, cutloss di bawah 3600. Target dekat di 3670-3700.
–UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 22000-22150, cutloss di bawah 21850. Target dekat di 22300-22500.
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 364, cutloss di bawah 360. Target dekat di 374-378.
–MEDC Spec Buy dengan area beli di 1020-1030, cutloss di bawah 1010. Target dekat di 1050-1070.
