Jakarta, TopBusiness—Jembayan Muarabara Group punya beberapa program CSR (corporate social responsibility) unggulan. Satu di antara program unggulan tersebut adalah program ternak sapi, yang telah berjalan sejak tahun 2017. Program tersebut diimplementasikan di lahan eks area pertambangan, yang luasnya 100 hektar.
Hal itu dijelaskan oleh Community Development Superintendant Jembayan Muarabara Group, Tetty Ruswita, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top CSR Awards 2025 (21/4/2025).
Program tersebut digelar di area ‘ring 1’ operasional pertambangan perusahaan tersebut di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Program sapi ternak tersebut, Tetty menjelaskan lagi, sudah menjadi acuan bagi pihak lain. Hingga kini, studi banding ke program tersebut sudah berlangsung sebanyak puluhan kali.
Tetty mengatakan, “Program sapi ternak pun sudah mendatangkan pendapatan dengan cara menjual sapi ternak, dan menggantinya dengan sapi kecil.”
Di area ‘ring 1’ operasional pertambangan tersebut, beternak adalah mata pencarian utama masyarakat. Hal inilah salah satu penyebab program CSR sapi ternak tersebut diimplementasikan oleh perusahaan tersebut.
Dari keseluruhan luas program tersebut, sebanyak 23 hektar digunakan untuk penanaman tanaman pakan ternak. Dan kini, warga sudah bisa merasakan hasil tanaman tersebut. “Di lahan eks area tambang tersebut, juga ada pengembangan pupuk kandang, dan lain-lain,” Tetty menjelaskan lagi.
Adapun contoh lain program CSR unggulan oleh Jembayan Muarabara Group, adalah pertanian ramah lingkungan. Dalam program tersebut, ada upaya untuk mengubah cara kerja petani agar lebih efektif dan efisien.
Sebagai contoh, dalam program tersebut, ada edukasi agar petani menggunakan pupuknya secara lebih efisien. “Petani sering beranggapan bahwa semakin banyak pupuk yang digunakan, maka semakin bagus. Padahal, kan tak harus demikian,” kata Tetty lagi.
Dalam mengimplementasikan CSR, Jembayan Muarabara pun sering memberikan dukungan ke aktivitas dari instansi lain. Sebagai contoh, perusahaan tersebut memberikan dukungan kepada program Kampung Iklim yang merupakan program dari dinas di bawah pemerintah daerah.
“Kemudian, kami pun memberikan dukungan kepada program badan usaha milik desa (bumdes), Karang Taruna, dan lain-lain,” papar Tetty.
Dalam wawancara penjurian Top CSR Awards 2025 melalui jaringan internet tersebut, sejumlah pakar menjadi menjadi dewan juri. Itu adalah Febrizal Efendi (Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Indonesia), Nurdizal Rachman (Corebest Indonesia), Peggy Arnolia (Corporate Forum for CSR Development), dan Ermon Idrus (Lembaga Kajian Nusantara Asta Cita).
Sejumlah rekomendasi diberikan untuk program CSR Jembayan Muarabara tersebut. Antara lain, Febrizal merekomendasikan penggunaan aplikasi project management dalam program CSR. Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi bisa dilakukan sehingga usulan CSR bisa diperkaya.
Adapun Nurdizal Rachman memberikan rekomendasi agar CSR tersebut lebih jeli-cermat lagi, dalam mengidentifikasi dampak operasional untuk masyarakat.
