TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Melalui Sirkular Ekonomi, PT MIP (Grup Adaro) Pelopori Pengelolaan Bank Sampah

Ahmad Churi
23 April 2025 | 10:34
rubrik: Event
Melalui Sirkular Ekonomi, PT MIP (Grup Adaro) Pelopori Pengelolaan Bank Sampah

Jakarta, TopBusiness – Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas dampak dari aktivitas usaha penambangan batu bara yang dilakukan, PT Mustika Indah Permai (MIP), juga menaruh perhatian besar terhadap tanggung sosial dan lingkungan (TJSL) yang direalisasikan dalam berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu yang jadi andalan yakni Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Circular Economy untuk pengelolaan bank sampah.

Sebagai salah satu perusahaan dari Grup Adaro, program CSR PT MIP juga diselaraskan dengan kebijakan umum dan strategi yang ada di Perusahaan induk (CSR Adaro Group). Secara umum program-program CSR-nya berfokus pada bidang pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial-budaya, dan lingkungan. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, utamaya di sekitar area operasional perusahaan. 

Program-program Corporate Social Responsibility (CSR) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), serta membangun hubungan baik dengan komunitas masyarakat dan ekosistem alam sekitar. Perusahaan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk meningkatkan efektivitas program CSR-nya. 

“Komitmen dan tanggungjawab perusahaan dapat dirumuskan bahwa program tanggung jawab sosial yang kami lakukan juga dalam upaya mendukung strategi bisnis Perusahaan berkelanjutan. Secara umum, program CSR PT Mustika Indah Permai memiliki strategi untuk memberdayakan Masyarakat berdasarkan 5 Pilar utama. Di antaranya pilar Adaro Nyalakan Ilmu, Pilar Adaro Nyalakan Sejahtera, Pilar Adaro Nyalakan Raga, Pilar Adaro Nyalakan Budaya, serta Pilar Adaro Nyalakan Lestari,” ungkap Idham Kurniawan, Manager CSR (CSR Dept Head) PT MIP, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP CSR Awards 2025 secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan Majalah Top Business pada (21/04/2025).

Tahun ini, untuk pertama kalinya PT MIP masuk nominasi dan mengikuti sesi wawancara dan penjurian untuk penghargaan TOP CSR Awards 2025 yang dihelat Majalah TropBusiness bekerja sama dengan beberapa konsultan CSR, GCG, binsis, serta lembaga penilai independent. Turut hadir tim dari PT MIP dalam wawancara penjurian, di antaranya Vanny Sugoto -CSR Dept Head PT Alamtri Indonesia (Adaro), Arifki Okisar- SPV CSR PT MIP, Amiratika S A- CSR Staff PT Alamtri Indonesia, Marfuátul Muthoharoh CSR Staff PT MIP, Yuliana Ketua Kelompok KPM Masda Jaya, Hardiyansyah (KPM Masda Jaya), dan lainnya.

BACA JUGA:   HCMS dan HCI Sukses Bawa Adira Finance Kembangkan Bisnis Berkelanjutan

 TOP CSR Awards merupakan ajang corporate rating atau penilaian untk penghargaan tahunan bidang CSR yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki program CSR dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkualitas dan berdampak positif. Penilaian TOP CSR Awards dilakukan berdasarkan: Inovasi dalam program CSR, Dampak sosial positif yang dihasilkan, Keberlanjutan program, Keterlibatan pemangku kepentingan, hingga pelaporan yang transparans.  Sedangkan tim juri penilai terdiri Ir. Thendri Supriatno -founder Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Nurdizal M Rachman – (Corebest Indonesia), Peggy Arnolia -CSR Exspert dari CFSD, Febrizal Efendi – Aspiluki yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis/SKB).

Dalam paparannya dijelaskan, bahwa aktivitas utama MIP adalah melakukan penambangan Batubara Termal di wilayah Sumatera Selatan. Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya telah memanfaatkan teknologi modern, serta menerapkan standar operasional yang tinggi dalam dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Hal ini juga selaras dengan visi utama Perusahaan. “Menjadi Perusahaan Pertambangan dengan Praktik Terbaik di Sumatera Selatan dalam Bidang Operasi Penambangan, Pengembangan Masyarakat serta Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Lingkungan Hidup untuk Memberikan Nilai Tambah kepada Stakeholders…, inilah misi utama Perusahaan kami,” ungkapnya.

Dalam presentasinya berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Circular Economy”, Idham Kurniawan menegaskan bahwa kegiatan CSR telah menjadi bagian yang tak terpisah dari strategi bisnis perusahaan yang berkelanjutan.  Ditegaskan bahwa sebagai kontraktor jasa pertambangan mineral dan Batubbara, program CSR tak hanya difokuskan di teritorial tambang, namun diimplementasikan secara luas dalam berbagai kegiatan. “Hal ini juga selaras dengan kebijakan dan strategi manajemen dalam visi & misi untuk ikut memberdayakan masyarakat berdasarkan potensi dengan mematuhi tata nilai dan tradisi di mana perusahaan beroperasi,” terangnya.

Beberapa ruang lingkup program yang telah dijalankan, di antaranya untuk pilar Adaro Nyalakan Ilmu (Adaro PAUD Berkarakter, Adaro Vokasi Mandiri, program Adaro Santri Sejahtera (PASS), Adaro Guru Berkualitas, Adaro Bright Future Leader (ABFL), Adaro Community Based Education (ACBE), Adaro Cinta Baca, serta Adaro Bangun Ilmu.

BACA JUGA:   CSR dan PKBL Sucofindo Sukses Antarkan UMKM Naik Kelas

Kemudian Adaro Nyalakan Sejahtera: mengembangkan ekonomi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan dukungan untuk para pelaku UMKM.   Adaro Nyalakan Raga: meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, seperti penyediaan sarana kesehatan, program pencegahan penyakit, dan bantuan medis. Adaro Nyalakan Budaya: mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal, seperti pelestarian seni dan kerajinan, serta dukungan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Terkait lingkungan ada Adaro Nyalakan Lestari: melakukan aktivitas untuk melindungi lingkungan, seperti penghijauan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan energi terbarukan. 

Sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawan sosial dan lingkungan, PT MIP telah mengambil langkah-langkah nyata dalam upaya mengurangi dampak lingkungan, termasuk memulai perhitungan emisi dalam upaya menekan dampak dari aktivitas tambang. Upaya ini dilakukan perusahaan juga sebagai dedikasi dalam menjaga kelestarian alam, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan, terutama bagi masyarakat sekitar.

Ditambahkan, terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan, Perusahaan berkomitmen  menjalankan prinsip keberlanjutan dengan mengimplementasikan program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Perusahaan juga telah memiliki tata kelola tersendiri bidang implementasi program CSR ini. Tata Kelola Program CSR mencakup seluruh aspek mulai dari (Perencanaan, Implementasi, Monitoring Evaluasi & Pelaporan).

Dalam hal ini, perusahaan menerapkan adanya pelibatan (pemberdayaan) masyarakat dalam setiap kegiatan CSR yang akan dilaksanakan. Pelibatan masyarakat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan bahkan setelah program berjalan untuk monitoring dan evaluasi program.

Selain itu, juga ada program CSR yang diwujudkan dalam bentuk bantuan kepedulian, charity, ataupun donasi. Misalnya bantuan bagi korban bencana alam, bantuan hewan qurban untuk masyarakat sekitar wilayah operasional, bantuan sembako, antuan untuk kegiatan sekolah, dan lainnya.

Inisiasi Bank Sampah

Selain itu, juga memiliki proram CSR  berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dan lingkungan sekitar. Salah satu program CSR yang jadi andalan saat ini yakni  mengacu prinsip ekonomi sirkular (circular economy) dengan sebuah model ekonomi yang berfokus pada pengurangan limbah dan polusi, serta mempertahankan nilai produk dan sumber daya melalui pengelolaan bank sampah, baik dari sampah Perusahaan maupun yang ada di masyarakat dengan memberdayaan masyarakat setempat di Kabupaten Lahat-Provinsi Sumatera Selatan. Bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah yang dikelola oleh masyarakat, badan usaha daerah, dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

BACA JUGA:   LamiPak Indonesia, Andalkan Produk Kemasan Ramah Lingkungan dan Community Engagement

“Proram ini dilatarbelakangi adanya masalah penanganan sampah di Kabupaten Lahat, baik dari sampah industri perusahaan tambang maupun  sampah domestik rumah tangga. Ada 11 perusahaan, di mana setiap perusahaan secara rata-rata menghasilkan sampah domestik sebanyak 2 ton/hari. Setiap individu secara rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 0,68 kg per hari, di mana dengan jumlah penduduk 25.406 x 0,68 kg, sehingga menghasilkan 17.276 kg/hari. Seementara TPA di Kabupaten Lahat, Ketika itu belum menerapkan solusi bernilai ekonomi, di mana penanganan sampah domestic masih ditimbun ataupun dibakar” terangnya.

Dengan konsep pendekatan sirkular ekonomi, sampah tersebut mulai ditangani dan dikelola dengan lebih baik, agar bernilai ekonomi yang dimulai dengan membentuk kelompok bank sampah. Berawal dari Bank Sampah, hingga kemudian bertransformasi menjadi TPS 3R yang di dalamnya memiliki 2 kelompok kelembagaan. Di antaranya:- Kelompok Pemilahan Sampah (TPS 3R Masda Jaya)- Kelompok Bank Sampah (Bank Sampah Harapan). Dan pada tahun 2024 – 2025 ini TPS 3R Masda Jaya mengembangkan sayapnya dengan membentuk kelompok Pemberdayaan perempuan, yaitu Kelompok “Arah Puan Mandiri”.

Dengan sistem pengelolaan ini, sampah bukan lagi jadi beban, namun justru bisa menghasilkan uang. Kelompok Masda Jaya saat ini telah memiliki kontrak kerjasama pengelolaan sampah domestik dengan 3 Desa dan 11 Perusahaan tambang batubara yang beroperasi di area Kecamatan Merapi Barat & Merapi Timur. Nilai kontrak kerjasama yang dimiliki oleh Kelompok Masda jaya dalam 1 tahun senilai Rp. 1.000.000.000. Dari pengelolaan ini, penghasilan anggota kelompok sebesar Rp. 3.000.000/orang atau Rp. 114.000.000/bulan untuk 38 orang anggota kelompok.

Omset Usaha kelompok Masda Jaya saat ini senilai Rp. 2.853.200.000/2 tahun terakhir. Bahkan dari usaha ini, juga mendapat pengakuan dari berbagai pihak atas inisiatif masyarakat desa Arahan terhadap pengelolaan sampah yang telah dilakukan.

Editor: Agus H

Tags: PT Mustika Indah Permai
Previous Post

RUPST Agung Podomoro akan Bahas Pengunduran Diri Satu Direksi

Next Post

Dimulainya Perjalanan Transisi Ketenagalistrikan Menuju Net-Zero Emission

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR