Jakarta, TopBusiness – Konsisten menjalankan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan, PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Dana Pensiun Taspen (BPR DP Taspen), tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti penjurian untuk penghargaan “TOP CSR Awards 2025”. Perusahaan berkomitmen menjadikan CSR sebagai driver bisnis berkelanjutan yang selaras dengan kebijakan pemerintah.
Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Direktur Kepatuhan & Operasional PT BPR DP Taspen Indri Mukti Mulyani yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (23/4/2025). Sedangkan tim juri, terdiri Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro/Pakem), AJ Boesra (Kepak Sayapku), Ermon Idrus (CSR Exspert LKN Asta Cita), yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Mengawali paparanya, Indri Mukti Mulyani menjelaskan tentang profil Perusahaan, visi dan misi sebagai lembaga keuangan perbankan. Termasuk core business, terutama dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan, yakni sebagai perantara untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya untuk mendukung roda ekonomi melalui penyaluran kredit atau investasi.
PT BPR DP Taspen merupakan lembaga keuangan mikro yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang bergerak di bidang usaha penghimpunan dana dari Masyarakat, dalam bentuk simpanan (tabungan dan deposito) yang dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Dana yang dihimpun diusahakan, di antaranya disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman/kredit yang dikelola secara professional dan kompeten.
Dengan prinsip bisnis dan profesionalisme dalam pengelolaan sesuai prinsip GCG, BPR DP Bank Taspen bisa terus membukukan kinerja yang terus meningkat setiap tahunnya. Misalnya tahun 2014, total asset Rp119,31 miliar dengan laba sebesar Rp5,20 miliar. Tahun lalu (2024) total asetnya telah mencapai Rp790,95 miliar dan laba sebesar Rp25,67 miliar dengan modal inti Rp75,70 miliar. Target tahun 2025 asetnya sebesar Rp1,49 triliun dan laba sebesar Rp30,02 miliar.
Hal yang juga membanggakan, saat ini Tingkat NPL (non performing loan) BPR Taspen terbilang rendah atau tidak sampai 1 persen (NPL Gross 0,98%, 2024). Sehingga secara kinerja keuangan, BPR DP Taspen tergolong sehat. Bahkan tahun lalu (2024), BPR Taspen juga mendapatkan predikat Opini wajar atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas semua hal yang material, serta kinerja laporan keuangan atas arus kas, sesuai standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku. Ini berarti laporan keuangan BPR tersebut dapat diandalkan dan memberikan gambaran akurat tentang posisi keuangan dan kinerja keuangan BPR tersebut.
Dalam aktivitas usaha, BPR DP Tasepn sendiri juga telah mengembangkan usaha dan dan layanan dengan menyediakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya dengan target pasar tak hanya para pensiunan ASN, namun juga masyarkat pada umumnya. Dalam hal pembiayaan misalnya, Perusahaan juga melakukan pembiayaan kepada pegawai perusahaan lain yang telah bekerja sama dengan BPR PD Taspen.
Fokus Program CSR
Terkait program CSR, Direktur Kepatuhan & Operasional PT BPR DP Taspen, Indri Mukti Mulyani mengatakan bahwa manajemen meyakini pertumbuhan bisnis hanya dapat dicapai jika aspek ekonomi, sosial dan lingkungan diperhatikan secara berkelanjutan. Perusahaan meyakini bahwa pelaksanaan program CSR menjadi pilar penting untuk penguatan kinerja dan reputasi, memperkuat daya saing, serta untuk keberlanjutan perusahaan. Model CSR juga terintegrasi dengan RAKB dan ISO 26000 SR. Program CSR BPR DP Taspen juga sejalan dengan tuntutan ESG (Environmental, Social, and Governance), di mana BPR DP Taspen berupaya untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan sesuai tata kelola Perusahaan/GCG.
“Tanggung jawab sosial perusahaan/CSR merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan demi terciptanya sinergi yang baik, maju, dan tumbuh bersama,” ungkap Indri kepada Dewan Juri.
Beberapa program CSR yang dijalankan, di antaranya memberikan kontribusi bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, terutama di sekitar pusat kegiatan operasi. Seperti memberikan kontribusi untuk membantu usia non produktif lansia dalam bentuk layanan Kesehatan dan layanan psikologis usia lanjut dengan memberikan bantuan kepada 300 orang pertahun. Dalam hal ini ada “Teras Sehat Lansia” yang berfokus pada layanan kesehatan bagi para lansia, sekaligus menunjukkan perhatian BPR DP Taspen terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia.
Perusahaan juga menerapkan green melalaui transformasi digital di sistem manajmen dan pemanfaatan energi yang ramah, seperti mulai menginisiasi penggunaan kendaraan listrik. Terkait digitisasi ada program “Dpentas Idaman” (digitalisasi layanan), sehingga bisa mengurangi limbah kertas, tingkatkan efisiensi, dan lainnya.
Terkait pemberdayaan ekonomi, ada program Dukungan UMKM melalui portofolio kredit hijau untuk UMKM (Rp632,5 miliar di 2024). Program ini untuk mendorong kemandirian melalui ekonomi kreatif yang selaras dengan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya melalui dukungan pembiayaan berbentuk kredit hijau untuk UMKM.”Hal ini berdampak pada kesejahteraan sosial yang mendukung kelestarian lingkungan,”ujarnya.
Selain itu ada juga program-program bantuan atau kepedulian. Seperti “Tali Asih Pensiunan” untuk membanu program kesejahteraan social. Misalnya pada April 2025, memberikan bantuan pembelian sembako kepada pensiunan karyawan taspen sebagai stakeholder mayoritas. “Ini ada keterkaitan bisnis, mewujudkan kepedulian sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan loyalitas stakeholder,” ujarnya.
Terkait Asta Cita dan 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih, BPR DP Taspen menerapkan program yang memperkokoh ideologi Pancasila, Demokrasi dan HAM, mendorong ekonomi kreatif, meningkatkan lapangan kreja yang berkualitas, mengembangkan industri kreatif. Selain itu, memperkuat Pembangunan SDM, sains, teknologi, Pendidikan, Kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, penguatan peran Perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Termasuk kepedulian memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama.
Editor: Agus H
