TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bangun Pabrik Biomass EFB Pellet, MKTR Siap Gelontorkan Investasi Rp45 Miliar

Busthomi
2 May 2025 | 15:06
rubrik: Ekonomi
Bangun Pabrik Biomass EFB Pellet, MKTR Siap Gelontorkan Investasi Rp45 Miliar

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (IDX: MKTR) tengah mendirikan fasilitas produksi Biomass EFB Pellet sebagai sumber listrik yang dipasok ke pabrik kelapa sawit (PKS) Perseroan.

Untuk itu, pihaknya siap menggelontorkan dana besar untuk membangun pabrik tersebut. Disebut oleh Direktur Pengembangan Bisnis MKTR, Bambang Laksanawan, Perseroan siap menggelontorkan dana sebesar Rp45 miliar untuk membangun pabrik biomass EFB pellet itu.

“Kita masuk ke sini investasinya memang masuk akal. Dari diskusi terakhir, rencana investasinya untuk kapasitas 100 metrik ton. Semula Rp30 miliar. Namun dengan menggandeng mitra dari China, dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih, kemungkinan investasi kita senilai Rp45 miliar. Dan dengan investasi tersebut diharapkan juga bisa mengerek revenue ke kinerja Perusahaan,” papar Bambang, usai RUPST MKTR, dikutip Jumat (2/5/2025).

Selain itu, rencana Pembangunan pabrik biomass ini akan menggandeng pihak ketiga yaitu Perusahaan BUMN sebagai standing buyer-nya. “Tapi karena kita belum teken agreement kita belum bisa menjelaskan lebih jauh,” ujar dia lagi.

Langkah pembangunan pabrik biomass EFB pellet ini untuk terus memperkuat peran sebagai perusahaan untuk menerapkan best practices agriculture, dan semangat keberlanjutan (sustainability).

Langkah inisiatif ini berupa penciptaan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dengan bahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit itu. Untuk mewujudkan green industry sekaligus mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission.

Perseroan tengah menjalankan tahap awal pembangunan fasilitas produksi terbaru Biomass EFB Pellet, dan dijadwal commissioning jelang akhir 2025. Itu tindak lanjut dari pendirian mini plant dengan kapasitas produksi 2 ton per hari pada 2024 lalu.

Dari produksi secara terbatas pada tahun lalu, perseroan mampu menghasilkan produk Biomass EFB Pellet kualitas tinggi dengan kalori tinggi, rendah potasium, dan klorin, sehingga aman untuk kebutuhan bahan bakar industri. 

BACA JUGA:   Gandeng Resinergi, SIG Pacu Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dari Sampah Perkotaan

Terutama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pemanfaatan Biomass EFB Pellet berbahan baku tankos dari perseroan terutama untuk PLTU akan meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) sehingga mendukung PLN menargetkan konversi 52 PLTU menjadi co-firing biomassa mulai 2025. EFB Pellet MKTR rendah kalium & klorin memenuhi spesifikasi tanpa proses pretreatment mahal, memberi keunggulan biaya di atas pelet kayu impor.

“Pengolahan produk samping kelapa sawit yaitu tankos menjadi EFB Pellet ini merupakan bentuk konsistensi MKTR dalam melakukan inovasi berkontribusi positif bagi industri, dan mendorong pengembangan transisi energi hijau Indonesia,” tutur Nadhif Kasyvilla, Komisaris MKTR.

Nadhif menambahkan, selain solusi bagi green industry, inovasi tersebut juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi MKTR sebagai bagian dari langkah strategis pertumbuhan secara berkelanjutan, dan jangka panjang.

“Kami optimistis kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dengan menghasilkan produk ramah lingkungan ini juga akan memberikan nilai tambah positif terhadap aspek bisnis perusahaan,” imbuhnya.  

Sebelumnya, perseroan sukses melakukan inovasi dengan meluncurkan GreenGrow, merupakan merek dagang pupuk organik melalui anak usaha PT Menthobi Hijau Lestari (MHL). GreenGrow menjadi pionir pupuk organik berbentuk granul dengan bahan baku tankos telah terdaftar, dan memiliki izin edar dari pemerintah. Terbaru, GreenGrow telah mengantongi sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Selain berbasis inovasi, perseroan juga akan melakukan optimalisasi aset untuk mendorong pertumbuhan kinerja bisnis pada 2025. Salah satunya, fasilitas Kernel Crushing Plant (KCP) akan mulai beroperasi penuh tahun ini setelah diresmikan pada semester kedua 2024.

Fasilitas KCP akan memeroses inti sawit menjadi minyak inti sawit memiliki nilai jual tinggi. Proses produksi akan berjalan 24 jam dalam sehari, dan ditarget mampu menghasilkan 7.400 ton CPKO pada 2025. 

BACA JUGA:   Tiga Pokok Isi Revisi PP tentang PPh, Apa Saja?

Di luar area produktif pada perkebunan yang dikelola melalui anak usaha yaitu PT Menthobi Makmur Lestari (MMaL), perseroan juga melihat potensi untuk melakukan penanaman di area baru pada 2025 sebagai bagian dari praktik perkebunan berkelanjutan.

“Perseroan menetapkan serangkaian strategi terintegrasi untuk memperkuat fundamental bisnis jangka pendek, menengah, dan panjang. Fokus utama optimalisasi aset, inovasi produk, dan ekspansi agribisnis berkelanjutan, guna menyongsong pertumbuhan usaha konsisten, dan berdaya saing,” tegas Harry M. Nadir, Direktur Utama MKTR.

Strategi jangka pendek edisi 2025, perseroan akan mengoptimalisasi aset, dan peningkatan produksi. Yaitu, optimalisasi throughput KCP. Dengan memaksimalkan utilitas Kernel Crushing Plant (KCP) guna meningkatkan produksi Crude Palm Kernel Oil (CPKO), dan palm kernel cake (PKC), sehingga memperkuat margin kontribusi dari produk turunan kelapa sawit.

Selanjutnya, akselerasi penjualan pupuk organik GreenGrow. Dengan telah diperolehnya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), GreenGrow kini menjadi bagian dari program strategis ketahanan pangan nasional, memperluas akses pasar dan memperkuat posisi sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

Berikutnya, perseroan melakukan efisiensi operasional aset. Penguatan integrasi dari sektor perkebunan, pabrik CPO, hingga pengelolaan limbah alias waste management terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan margin laba operasional. 

Tags: bahan bakar alternatifMKTRpabrik biomass efb pelletPT Menthobi Karyatama Raya Tbk
Previous Post

PT Bio Farma Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Peternakan agar Bisa Menghasilkan Bahan Baku Vaksin

Next Post

Andalkan Program Ini, CSR Asabri Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR