TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Minat Masyarakat Menabung Pascalebaran Meningkat

Nurdian Akhmad
5 May 2025 | 13:04
rubrik: Ekonomi
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Bank 25 bps

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada April 2025 tercatat sebesar 83,4 atau naik 5,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Penguatan ini mencerminkan normalisasi niat dan kemampuan menabung masyarakat usai periode Idul Fitri.

Sekretaris LPS Jimmy Ardianto mengatakan, kenaikan IMK ditopang oleh meningkatnya dua komponen penyusunnya, yakni Indeks Waktu Menabung (IWM) yang melonjak 7,6 poin menjadi 94,6 dan Indeks Intensitas Menabung (IIM) yang naik 2,7 poin ke level 72,2.

Sejalan dengan perbaikan IIM, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat penurunan proporsi responden yang tidak pernah menabung.

“Sebanyak 29,3 persen responden Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS menyatakan tidak pernah menabung. Angka ini lebih rendah dari 31,9 persen responden yang tidak pernah menabung pada bulan Maret 2025,” kata Jimmy seperti tertulis dalam laporan LPS yang dirilis Senin (5/5/2025).

Selain itu, responden yang menyatakan nilai tabungan lebih kecil dari rencana juga menurun dari 53,7 persen pada Maret menjadi 49,1 persen pada April. Peningkatan juga tampak pada persepsi waktu yang tepat untuk menabung.

“Persentase responden yang menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menabung tercatat meningkat menjadi 27,9 persen pada April 2025, dari 24,8 persen pada Maret 2025,” jelasnya.

Harapan konsumen terhadap masa depan pun membaik. Persentase responden yang menyatakan bahwa tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung meningkat, yaitu menjadi 42,3 persen dari 38,9 persen pada periode yang sama.

Kondisi ini menunjukkan perilaku menabung mulai kembali normal setelah libur panjang dan peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri. Dari sisi kelompok pendapatan, IMK pada sebagian besar rumah tangga (RT) meningkat.

BACA JUGA:   Inflasi 2024-2025 Diyakini Tetap Terkendali

Peningkatan paling tinggi terjadi pada RT berpendapatan Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan yang naik 8,8 poin, disusul RT dengan pendapatan hingga Rp1,5 juta/bulan yang naik 7,2 poin. RT berpenghasilan Rp3 juta–Rp7 juta juga mencatat kenaikan sebesar 6 poin. Sementara itu, IMK pada RT berpendapatan di atas Rp7 juta/bulan justru turun 1 poin, meskipun masih berada di atas level 100.

Sebagai informasi, IMK mengukur niat dan kemampuan konsumen untuk menabung. Nilai indeks di atas 100 menunjukkan konsumen memiliki niat dan kemampuan menabung yang tinggi. IMK terdiri dari IIM yang menggambarkan intensitas dan kemampuan menabung, serta IWM yang menunjukkan persepsi waktu yang tepat untuk menabung.

Previous Post

Minggu Ini, Analis Jagokan Saham dan Reksa Dana Apa?

Next Post

Gandeng AREA31, KORIKA Kembangkan Inovasi AI Atasi Dampak Kesehatan Akibat Perubahan Iklim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR