TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SMF Perkuat Ekosistem Perumahan Hijau Lewat Kolaborasi dan CSR Inklusif

Nurdian Akhmad
15 May 2025 | 13:04
rubrik: CSR, Event
SMF Perkuat Ekosistem Perumahan Hijau Lewat Kolaborasi dan CSR Inklusif

Jakarta, TopBusiness  – Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjawab persoalan tersebut lewat langkah konkret.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), SMF mengembangkan model perumahan hijau dan berkelanjutan yang menyatukan aspek sosial dan lingkungan secara strategis.

Program ini bukan sekadar inisiatif filantropi, tapi dirancang sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembiayaan perumahan berkelanjutan yang inklusif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam menyediakan perumahan layak huni. Namun, kami juga percaya bahwa rumah hari ini harus dibangun dengan perspektif masa depan, yaitu keberlanjutan,” ujar Tian Primasari, Corporate Secretary SMF

Salah satu kegiatan bisnis berkelanjutan SMF adalah Pembiayaan Rumah Hijau dan Berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, SMF berkolaborasi dengan Build Change, organisasi nirlaba internasional yang fokus pada rumah aman bencana, dalam penyediaan pembiayaan perumahan hijau dan terjangkau bagi MBR.

Kegiatan ini selanjutnya menjadi model atau skema untuk pengelolaan dana multilateral pada Indonesia Green Affordable Housing Program (IGHP) yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

IGHP ini bertujuan menyediakan skema pembiayaan rumah yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan, hemat energi, dan tahan terhadap bencana. Dengan pendekatan arsitektur hijau, rumah-rumah yang dibangun atau direnovasi dalam program ini dilengkapi ventilasi silang, pencahayaan alami, atap reflektif, dan sistem pengelolaan air yang efisien.

“IGHP bukan hanya soal bangunan, tapi soal kualitas hidup. Kami ingin masyarakat MBR punya rumah yang sehat, tidak panas, hemat biaya listrik, dan aman dari risiko bencana,” ujar Tian.

BACA JUGA:   Demi Keberlanjutan Bisnis, PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung Andalkan Program CSR Ini

Proyek percontohan IGHP telah dilaksanakan di beberapa wilayah, termasuk Jawa Tengah dan Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah. Masyarakat lokal, termasuk tukang bangunan, mendapatkan pelatihan teknis untuk membangun rumah yang sesuai standar hijau dan tahan gempa.

Program ini didanai dari skema hibah internasional, namun dikelola secara transparan dengan pelaporan berkala dan audit independen. Total dana hibah yang sudah disalurkan mencapai US$ 50 ribu. Dalam jangka panjang, SMF berharap model IGHP dapat diadopsi oleh pemerintah daerah maupun pengembang dalam pembangunan perumahan rakyat.

Upaya SMF dalam mendorong perumahan hijau tak terlepas dari komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bagi SMF, TJSL bukan kegiatan tambahan, melainkan bagian integral dari tata kelola perusahaan.

“Program CSR kami diarahkan untuk menciptakan nilai berkelanjutan, bukan sekadar penyaluran dana sosial. Itulah sebabnya seluruh kegiatan TJSL kami selaraskan dengan strategi bisnis dan agenda ESG perusahaan,” jelas Tian.

SMF juga tengah menyusun roadmap ESG yang lebih komprehensif, termasuk pengembangan produk pembiayaan ramah lingkungan dan penerbitan obligasi hijau (green bond) dalam jangka menengah. Tahun 2024, SMF melakukan penerbitan Obligasi Sosial Rp 4,5 triliun dan penerbitan Sukuk Sosial Rp 200 miliar.

Pembiayaan Homestay

Selain kegiatan bisnis berkelanjutan, SMF memiliki program TJSL berupa peningkatan kapasitas homestay yang merupakan keberlanjutan dari Program Pembiayaan Homestay. Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat setempat, sehingga dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata yang berkembang di wilayahnya.

Pada pelaksanaanya, SMF berkolaborasi dengan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BUMDes, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan masyarakat setempat.

Salah satu yang menonjol adalah Desa Nglanggeran di Yogyakarta, yang berhasil meraih penghargaan ASEAN Homestay Award.

BACA JUGA:   Pinjaman SMF ke Home Stay Bisa Dilonggarkan Lagi

“Tidak hanya membangun infrastruktur, kami juga melakukan pelatihan dan penguatan kapasitas pengelola homestay. Dengan sinergi bersama Kemenkeu, kami menjadikan Nglanggeran sebagai Desa Keu atau desa binaan Kementerian Keuangan,” kata Tian.

Pada tahun 2024, Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana bantuan dengan total sebesar Rp 500 juta untuk mendukung peningkatan kapasitas di lima lokasi desa wisata yang terdiri dari Samiran Boyolali, Pagerharjo Kulon Progo, Pahawang Lampung, Nglanggeran Gunung Kidul, Wringin Putih Banyuwangi

Sejak dimulai program pembiayaan homestay ini pada 2019 hingga Desember 2024, realisasi program ini sudah menjangkau 21 desa dengan 183 homestay yang telah mendapat pembiayaan.

Program ini memperkuat kontribusi SMF dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan pariwisata berkelanjutan, sejalan dengan SDGs nomor 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) dan nomor 11 (kota dan pemukiman yang berkelanjutan).

Peningkatan Kualtas Rumah di Daerah Kumuh

Di samping itu, SMF juga memiliki Progam Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh. Melalui Program TJSL ini,  SMF membantu membantu membangun atau merenovasi rumah tidak layak huni milik MBR agar menjadi rumah rumah layak huni.

Ini merupakan program kolaborasi antara SMF, Kementerian PKP (sebelumnya melalui DJCK Kementerian PUPR melalui Program KOTAKU), Kementerian Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan pemerintah daerah.

Tujuan Program ini antara lain mendukung program pemerintah mengurangi daerah permukiman kumuh dan kemiskinan ekstrem. Selain itu, membangun dan atau memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta meningkatkan kualitas hidup MBR.

“Bantuan kami ditujukan kepada masyarakat miskin ekstrem yang tinggal di wilayah dengan syarat dan ketentuan kumuh dari pemerintah daerah. Uniknya, setelah menerima bantuan, warga secara sukarela menyisihkan sebagian dana untuk membangun rumah tetangga mereka. Ini menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Tian.

BACA JUGA:   MNC Group Tunjukkan Komitmen CSR Berkelanjutan Lewat Program Kesehatan, Pendidikan, dan Lingkungan

Sejak 2019-2024, jumlah unit rumah yang dibangun melalui Program Peningkatan Kualitas Rumah di Derah Kumuh sebanyak 593 unit. Selain itu, ada sebanyak 34 rumah tambahan dibangun dari hasil dana bergulir dan gotong royong warga. Lokasi rumah-rumah tersebut tersebar di 27 kota/kabupaten di Indonesa dengan dana yang digelontorkan mencapai Rp 40,3 miliar.

Tak hanya itu, pada peringatan ulang tahun ke-19 pada 2024 lalu, SMF membentuk SMF Research Institute sebagai pusat kajian dan data berbasis riset untuk mendukung program pembiayaan dan pembangunan perumahan nasional.

SMF menempatkan program CSR sebagai bagian integral dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Tak hanya itu, seluruh aktivitas TJSL SMF diaudit oleh auditor independen.

“Dengan pelaporan yang transparan dan akuntabel, kami memastikan seluruh kegiatan CSR memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami juga rutin mengevaluasi setiap inisiatif melalui keikutsertaan dalam ajang seperti TOP CSR Awards,” ujar dia.

Dalam ajang TOP CSR Awards 2024, PT SMF meraih penghargaan TOP CSR Awards  Bintang 5. “Kami mengikuti TOPC CSR ini secara berkelanjutan dengan tujuan untuk memperbaiki diri dan sebagai evaluasi setiap tahunnya. Sebelumnya kami sudah mendapatkan TOP CSR bintang lima dan tentunya kami berharap tahun ini bisa lebih baik lagi,” kata Tian.

Tags: PT Sarana Multigriya FinansialsmfTOP CSR Awards 2024TOP CSR Awards 2025
Previous Post

Maybank Indonesia Siap Gelontorkan USD 20 Juta Bangun Pabrik Mobil Listrik VinFast

Next Post

Djoko Siswanto: Lapangan Merakes PSC Gross Split Sukses Tambah Produksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR