TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CSR Jadi Bagian Integral dari Bisnis PT Kuansing Inti Makmur

Fauzi
16 May 2025 | 16:35
rubrik: CSR, Event
CSR Jadi Bagian Integral dari Bisnis PT Kuansing Inti Makmur

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Kuansing Inti Makmur (PT KIM) merupakan perusahaan pertambangan yang tidak hanya fokus pada kegiatan penambangan batu bara yang merupakan aktivitas usaha utamanya.

Pasalnya, PT KIM yang merupakan anak perusahaan dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) juga giat dalam melaksanakan program CSR yang merupakan bentuk tanggung jawab sosialnya. Hal ini seperti diungkap PT KIM ketika hadir dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2025 yang digelar secara daring Rabu (14/5/2025) lalu.  

“Jadi, yang pertama kami ini sangat berterima kasih, mengapresiasi dan sangat senang dapat berpartisipasi dalam ajang TOP CSR Awards tahun ini. Kami percaya bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah bagian integral dari bisnis kami. Oleh karena itu, kami telah menjalankan berbagai program CSR yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melestarikan lingkungan,” ujar Faskal Ibrahim selaku Kepala Teknik Tambang PT KIM dalam sambutannya di hadapan dewan juri.

Lebih detail soal profil perusahaan, PT KIM merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muara Bungo, Provinsi Jambi.

Seperti diungkap Meriah Tinambunan, Section Head CSR & External Relation, PT KIM memiliki visi menjadi perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia dengan menciptakan nilai tambah bagi para pelanggan dan pemangku kepentingan.

Adapun misinya antara lain:

  1. Membangun budaya korporat yang berpusat pada SDM.
  2. Fokus pada keunggulan kegiatan operasional.
  3. Membangun pertumbuhan berkesinambungan melalui standar keselamatan kerja yang tinggi.
  4. Pengembangan rogram kemasyarakatan yang baik, dan pengelolaan lingkungan hidup yang tangguh.

“Dalam proses bisnisnya PT KIM menerapkan konsep Good Mining Practice, (serta) menjalankan kegiatan pertambangan batu bara secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Proses dimulai dari land clearing, dilanjutkan dengan pemindahan top soil ke lokasi aman sebagai bagian dari persiapan reklamasi. Kegiatan berikutnya adalah pengupasan lapisan tanah penutup (overburden), termasuk blasting pada area berbatu. Setelah batu bara terbuka, dilakukan pengambilan dan pengangkutan ke stockpile, lalu diteruskan ke Customer,” ungkap Meriah.

BACA JUGA:   Hasnur Riung Sinergi site Bhumi Rantau Energi Finalis TOP CSR Awards 2025, Bawakan Program “Sinergi Mengajar”

Kebijakan dan Inisiatif CSR

Bicara soal kebijakan dan strategi CSR, dalam paparannya Meriah mengungkap soal pandangan manajemen PT KIM dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Yang pertama di mana manajemen kami selalu melihat pertumbuhan bisnis ini bersinergi dengan keberlanjutan. Jadi, sebagai grup GEMS atau Sinar Mas, memandang pertumbuhan dari bisnis kami itu harus selaras dan berkelanjutan dengan sosial, pemerintahan, dan juga lingkungan (ESG). Hal ini yang mengacu pada beberapa kebijakan strategik untuk menjaga daya saing dan keberlangsungan usaha jangka panjang,” ungkap Meriah.

Kemudian strategik yang kedua adalah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dalam hal ini mengelola dan mengimplementasikan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) secara terencana, terukur, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai bersama (shared value) antara perusahaan dan masyarakat, sehingga ada keseimbangan antara operation dan dampak yang harmonis di wilayah tambang perusahaan.

“Salah satu contoh inisiasi program CSR yang sebagai strategis dengan bisnis, kami Menginisiasi adanya (Program) Pusat Pengembangan Pertanian Terpadu, ini sebagai inisiatif dari PT KIM untuk mengembangkan ekonomi lokal secara terpadu, terdiri dari pertanian, peternakan dan juga ekonomi kemandirian. Jadi, kami menganggap sesuai dengan blue print dari pemerintah, pertanian dan peternakan adalah salah satu yang paling unggul dan dekat dengan ekonomi masyarakat di lingkungan tambang kami, sehingga kami berinisiatif untuk mengembangkan,” ujarnya.

Pusat Pengembangan Pertanian Terpadu (P3T) merupakan program yang disebut memiliki sinergi dengan Asta Cita. “Jadi betul-betul adalah ini fokus kami saat ini sesuai dengan blue print pemerintah. Kalau kami menggambarkan apa pun program pilihan kami memang selalu mengacu pada P3T ini. Jadi, keterkaitannya dengan ASta Cita itu nomor 2 adalah tentang ‘Ketahanan Pangan’. Berkaitan dengan program Prioritas Nomor 1 tentang Swasembada Pangan,” kata Meriah.

BACA JUGA:   Literasi Keuangan dan Pendampingan Usaha Jadi Fokus CSR Fintech Batumbu

Adapun dampak atau manfaat yang diperoleh dari Program Pusat Pengembangan Pertanian Terpadu (P3T), yakni memberi nilai tambah bagi perusahaan dengan memperkuat citra keberlanjutan dan kepatuhan regulasi, serta membangun hubungan baik dengan pemangku kepentingan. Bagi masyarakat, P3T membuka akses pelatihan, mendorong kemandirian ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja berbasis potensi lokal. “Jadi, semua program kami berangkat dari sana,” singkatnya.

Selanjutnya ada juga program yang masih berkaitan dengan Asta Cita yaitu adalah Pengembangan Kelompok UMKM.

“Ini juga sama, jadi kami menyebutnya sebagai diversifikasi atau turunan dari P3T di mana kami kita membentuk dua kelompok dari Desa Dampingan kami, yang memproduksi produk turunan ada yang dari kue basah maupun dari kripik atau makanan kering. Jadi cikal bakal adanya kelompok ini, selain kami memproduksi sayuran, kami juga mengolah seperti makanan basah yang juga dipasarkan di kantin kami di KIM. Jadi, kami mengonsumsi sayuran ataupun makanan dari kelompok kami dan kemudian ke mitra kami dan juga jangkauan pasarnya akan nanti menjangkau pasar lain selain kami. Ini salah satu strategi kami untuk exit-nya kelompok ini. Jadi, harapannya untuk pasar dengan ini tidak hanya bergantung kepada KIM ataupun mitranya,” jelasnya.

Program berikutnya adalah Pengembangkan Kelompok Peternakan, yang juga merupakan turunan dari P3T bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas kelompok peternak lokal. Program ini mencakup pelatihan teknis, pemberian bibit ternak, manajemen kesehatan ternak, serta bantuan infrastruktur untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil peternakan. Program ini memiliki keterkaitan dengan Asta Cita Nomor 2 Tentang Ketahanan Pangan dan Program Prioritas Nomor 1 Tentang Swasembada Pangan.

Editor: Busthomi

Tags: PT Kuansing Inti MakmurTOP CSR Awards 2025
Previous Post

Rana Precious Luncurkan Investasi Emas Noor Dinar

Next Post

Alasan Asuransi Jiwa dengan Pengembalian Premi, Cocok untuk Perlindungan Finansial Keluarga ala Astra Life

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR