Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (19/05/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup menguat pada Jumat (16/5). Dow +0,78%, S&P 500 +0,70%, Nasdaq +0,52%. S&P 500 kembali menguat pada Jumat, menandai kenaikan hari kelima berturut-turut, didukung oleh sentiment positif dari ‘gencatan senjata’ perang dagang AS-Tiongkok, meski ada pelemahan sentimen konsumen.
Pasar komoditas ditutup melemah pada Jumat (16/5). Minyak WTI +1,28% ke USD 62,5/bbl, minyak Brent +1,36% ke USD 65,4/bbl, batu bara -0,29% ke USD 101,6/ton, CPO -1,06% ke MYR 3.815, dan emas -1,12% ke USD 3.204/oz.
Bursa Asia ditutup cenderung melemah pada Jumat (16/5). Kospi +0,21%, Hang Seng -0,46%, Nikkei 0,00%, dan Shanghai -0,40%.
IHSG naik 0,94% ke level 7.106,5, dengan net buy asing sebesar Rp 528,3 miliar; Rp 809,3 miliar di pasar regular, dan Rp 281 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 415,2 miliar), disusul GOTO (Rp 112,9 miliar), dan ANTM (Rp 101 miliar). Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 111,6 miliar), disusul PNLF (Rp 52,2 miliar), dan ADRO (Rp 48,6 miliar). Top leading movers adalah BREN, BMRI, dan TLKM, sedangkan top lagging movers adalah BBRI, DSSA, dan PANI.
Baik Kospi (-0,54%) maupun Nikkei (-0,50%), keduanya melemah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, di tengah sentimen negatif dari pasar regional,” demikian tertulis di website.
