Jakarta, TopBusiness – PT Colorpak Indonesia Tbk (IDX: CLPI), perusahaan manufacture tinta cetak untuk kemasan ini baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Salah satu agendanya adalah RUPS sepakat untuk membagi dividen sebagai apresiasi ke pemegang sahamnya.
Menurut Direktur CLPI, Anthony Gunawan, perseroan sepakat untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 75% dari total penghasilan komprehensif tahun 2024 atau sebesar Rp42,64 miliar atau tepatnya Rp42.648.263.985.
“Berarti angka tersebut setara dengan Rp139,21 per saham. Kami konsisten membagi dividen. Apalagi kinerja kami di tahun 2024 sangat positif. Bertumbuh terus,” tutur Anthony saat papar public, Rabu (18/6/2025).
Kata dia, pembayaran dividen tunai ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2025 nanti. Dan untuk daftar pemegang saham (DPS) yang berhak mendapat dividen (rec date) tersebut adalah pada tanggal 01 Juli 2025.
Sepanjang 2024 lalu, dia menjelaskan, untuk penjualan Perusahaan pada tahun 2024 sebesar Rp913,9 miliar mengalami peningkatan sebesar 13.3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 806.3 miliar.
Secara volume penjualan mengalami peningkatan sebesar 17% dibanding tahun sebelumnya. Dengan komposisi penjualan Perusahaan adalah dari divisi gravure 45,8% divisi adhesive 29.1%, divisi film 23,2% dan divisi coating sebesar 1,9%.
“Jadi, pada tahun 2024, Perusahaan membukukan Laba Kotor sebesar Rp122,5 miliar meningkat 13,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp108,1 miliar. Dengan laba usaha sebesar Rp62,3 miliar meningkat 5.9% dibanding tahun 2023 sebesar Rp58,8 miliar. Dan laba komprehensif sebesar Rp56,9 miliar meningkat 8.6% dibanding tahun 2023 sebesar Rp52,4 miliar,” jelas dia.
Dengan margin laba kotor Perusahaan tahun 2024 sebesar 13,4% sama seperti dengan tahun sebelumnya sebesar 13.4% dan margin laba bersih sebesar 6.1% mengalami penurunan dibanding tahun 2023 sebesar 6,5%.
Untuk tahun ini, Perseroan menargetkan laba bersih bisa bertumbuh 10% dari perolehan di tahun lalu sebesar Rp56,9 miliar. Meski menargetkan 10%, namun Perusahaan yang memiliki pabrik di Tangerang, Banten dan Gresik, Jawa Timur itu tak menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini.
“Iya, capex tahun ini tak ada. Kami tak anggarkan. Meski begitu, kami optimistis tahun ini bisa bertumbuh 10% baik laba bersih maupun penjualan. Apalagi pasar kami 100% domestic, jadi sekalipun ada gangguan geopolitik yang memanas di Timur Tengah tidak terpengaruh ke bisnis kami,” pungkas dia.
