Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.96%, disertai dengan net sell asing Rp1,3 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, ANTM, BMRI, BBCA, dan BBNI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP Setelah IHSG koreksi dalam kemarin, IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound ke sekitar 7000-7050.
“Tapi dapat dipergunakan untuk take profit, karena IHSG masih berpeluang koreksi hingga 6800 dalam beberapa waktu ke depan. Dengan kondisi itu, level Support IHSG diproyeksi di rentang 6900-6950 da level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7000-7050,” ujar dia dalam risetnya, Jumat (20/6/2025).
Global Overnight Review
Pasar AS Tutup pada Hari Kamis (19/6), Libur Juneteenth. Indeks S&P 500 ditutup hampir datar pada perdagangan Rabu (18/6), setelah sebelumnya sempat menguat.
Pergerakan tersebut terjadi menyusul pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa inflasi harga barang kemungkinan akan meningkat selama musim panas, seiring mulai diberlakukannya tarif Presiden Donald Trump yang berdampak langsung pada konsumen.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,10%, S&P 500 turun tipis 0,03%. Sedangkan, Nasdaq Composite menguat 0,13%.
Dalam keputusan kebijakan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga acuan, sesuai ekspektasi.
Namun, pernyataan The Fed mengungkapkan bahwa sebagian pembuat kebijakan kini memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga sama sekali tahun ini.
Di sisi saham, Circle Internet, penerbit stablecoin, melonjak 33,8% setelah Senat AS meloloskan RUU yang akan menetapkan kerangka regulasi bagi stablecoin.
Sementara itu, saham Nucor, produsen baja, naik 3,3% setelah perusahaan tersebut menyampaikan proyeksi laba 2Q25 yang melampaui ekspektasi analis.
Bursa Saham Asia Melemah, Investor Cermati Suku Bunga AS dan Ketegangan Timur Tengah.
Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik turun pada Kamis (19/6), seiring investor mencermati keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran.
Indeks Jepang, Nikkei 225 melemah 1,02%, dan Topix turun 0,58%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,19%, dan Kosdaq naik 0,36%.
Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia turun 0,09%, Hang Seng Hong Kong menurun 1,99% dan Taiex Taiwan melemah 1,58%.
Selain itu investor juga menanti keputusan suku bunga dari bank sentral Taiwan dan Filipina yang dijadwalkan rilis hari Kamis (19/6).
Dari AS, Presiden Donald Trump dilaporkan kembali menggelar pertemuan keamanan nasional di Situation Room Gedung Putih untuk kedua kalinya dalam dua hari.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah pertimbangan tindakan militer terhadap Iran terkait eskalasi konflik dengan Israel. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BRMS, BKSL, PGEO, MEDC, PANI, dan AMMN
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 420-422, cutloss di bawah 418. Target dekat di 430-438.
–BKSL Spec Buy dengan area beli di 131-134, cutloss di bawah 129. Target dekat di 137-139.
–PGEO Spec Buy dengan area beli di 1460-1470, cutloss di bawah 1435. Target dekat di 1500-1515.
–MEDC Buy if Break 1460, dengan target dekat di 1490-1515. Jika belum break 1460, hindari dulu.
–PANI Spec Buy dengan area beli di 11600-11750, cutloss di bawah 11500. Target dekat di 12025-12325.
–AMMN Spec Buy dengan area beli di 7825-7900, cutloss di bawah 7800. Target dekat di 8000-8100.
