Jakarta, TopBusiness – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengaku terus akan berkinerja positif seiring dengan harga pasar minyak dan gas yang masih tinggi. Tak hanya itu, performa apik perusahaan milik taipan Arifin Panigoro itu juga tak lepas dari kontribusi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Dan kondisi itu pun sudah terbukti selama semester pertama 2024 lalu. Kinerja AMMN telah menopang performa Medco yang kian positif. Bahkan, tahun ini pun diramal bakal semakin positif seiring segera beroperasinya smelter milik AMMN.
“Di semester pertama 2024, laba bersih Perseroan mencapai AS$ 201 juta. Ini didorong oleh realisasi harga minyak dan gas yang lebih tinggi serta kontribusi Amman Mineral (AMMN) yang lebih besar,” tutur Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, saat Pubex Live 2024, Senin (26/8/2024).
Kata dia, Perseroan memaparkan kinerja operasional dan finansial yang kuat itu antaran didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi.
Kinerja ini, kata dia, memungkinkan Perseroan membagikan dividen final tahun 2023 sebesar AS$ 45 juta. Sehingga total dividen yang dibayarkan untuk tahun buku 2023 mencapai AS$ 70 juta atau Rp45 per lembar saham, meningkat 16% dari tahun 2022.
Sementara untuk EBITDA Medco sebesar AS$ 650 juta untuk semester pertama di 2024, melebihi AS$ 634 juta dari yang dilaporkan pada periode yang sama di 2023.
Kinerja ke depan Medco kemungkinan akan lebih mioncer lagi. Hal ini tak lepas dari adanya proyek smelter AMMN yang telah memasuki tahap commissioning pada 31 Mei 2024, dengan produksi pertama katoda tembaga diharapkan terjadi pada kuartal IV-2024 nanti.
“AMMN juga telah menerima izin dari Kementerian Perdagangan untuk mengekspor konsentrat tembaga hingga 31 Desember 2024. Jadi kinerja di sektor pertambangan tembaga dan emas ini masih positif,” tandasnya.
Lebih jauh ditegaskannya, untuk realisasi minyak dan gas sendiri memang melebihi dari panduan Perseroan 2024. Untuk diketahui, Panduan Perseroan 2024 untuk produksi minyak & gas sebesar 145 – 150 mboepd, biaya tunai unit minyak & gas di bawah AS$ 10/boe dan belanja modal untuk minyak & gas sebesar AS$ 350 juta dan ketenagalistrikan sebesar AS$ 80 juta.
“Dan produksi minyak & gas MedcoEnergi selama semester I itu sebesar 153 mboepd. Ini di atas panduan tadi. Namun memang, lebih rendah 5% dari semester I-2023,” katanya.
Menurunya produksi secara tahunan itu terutama disebabkan oleh berkurangnya working interest Corridor setelah perpanjangan PSC, permintaan gas pipa yang lebih rendah di Singapura serta divestasi Blok 12W, Vietnam.
“Faktor-faktor ini sebagian diimbangi oleh produksi minyak yang lebih tinggi dari Blok 60 Oman dan Natuna,” ungkap Ronald.
Makanya untuk belanja modal (capex) minyak & gas untuk pengembangan di Natuna, Corridor dan sumur-sumur produksi di Blok 60 Oman itu mencapai AS$ 152 juta.
Selanjutnya, di sektor Medco Power, pembangunan PLTS Bali Timur 25 MWp berjalan sesuai jadwal dan diperkirakan selesai pada akhir 2024. Sementara pengembangan geotermal Ijen 34 MW tahap I berjalan dengan lancar dan akan selesai pada kuartal IV-2024 dan akan beroperasi secara komersial di kuartal I-2025.
Hingga saat ini, MedcoEnergi juga terus melakukan deleveraging melalui penawaran tender dan pembelian kembali Surat Utang Dollar AS sebesar AS$ 231 juta di 2024. Fitch dan S&P telah meningkatkan peringkat kredit MedcoEnergi menjadi BB-, menunjukkan keberhasilan eksekusi strategi pertumbuhan dan deleveraging yang konsisten.
Dan terakhir di bidang Environmental, Social and Governance (ESG), MedcoEnergi telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan tahun 2023 dengan kualitas pengungkapan yang lebih baik dengan meningkatkan jumlah indikator kinerja GRI yang diungkapkan. Adapun yang melakukan assurance secara independen adalah E&Y dari tahun ke tahun. Selain itu, Perseroan juga mencapai target interim 2025, dua tahun lebih cepat dari rencana.
“Kami sangat senang dengan hasil operasional yang kuat. Dividen yang lebih tinggi baru-baru ini juga menunjukkan komitmen kami yang berkelanjutan untuk memberikan penghargaan kepada para pemegang saham. Kami akan terus menciptakan nilai bagi pemegang saham dan memastikan keberlanjutan Perseroan melalui keunggulan operasional dan komitmen ESG,” pungkas Ronald.
