Jakarta, TopBusiness – Operasional Kangean Energy Indonesia (KEI) menjalankan proses bisnis selaras dengan inisiatif strategis perusahaan melalui pengembangan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keberadaan operasional KEI telah banyak berbuat dalam pembangunan perekonomian, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup dan tidak terlupakan peningkatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ada pengembangan ring satu di Wilayah Pagerungan Besar dan ring dua di Pagerungan Kecil.
Suplai air ke seluruh masyarakat sebanyak 40 ton setiap harinya. KEI juga memberikan listrik 200 KVA kepada setiap rumah tangga hanya membayar Rp 6.000 per KVA.
Pada 2011, KEI melakukan program PPM dengan pembinaan UMKM pada sektor peternakan kambing etawa, penggemukan sapi, usaha baso ikan, pertambakan ikan, serta pembinaan kepada nelayan, dan usaha budidaya rumput laut, serta budidaya pemanfaatan hasil ikan dengan produk kerupuk ikan, empek-empek, abon ikan tuna, ikan putih bahkan sambal ikan tuna serta membangun usaha produksi batu es untuk kebutuhan para nelayan.
Pada kelompok nelayan juga diberikan pembinaan pembuatan kapal berbahan baku kayu dan pengembangan kelompok pengrajin kayu Sentigi. Saat ini pengrajin kayu Sentigi telah menembus pasar ekspor seperti, Australia, Malaysia, dan Turki.
KEI tidak luput pula memberikan pembinaan kepada kelompok karang taruna. Para kelompok anak muda ini mendapatkan peran untuk menjaga lingkungan pantai dengan melakukan penanaman dan perawatan mangrove, serta juga menanam coral dan terumbu karang di dasar laut. Peran pemuda karang taruna ini juga menjaga kawasan laut dari perusak lingkungan dengan bom dan potas. Tentu keberadaan karang taruna harus selalu bergiliran menjaga kawasan pantai dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dalam mencari ikan.
Selanjutnya, karang taruna juga terlibat dalam mengelola bisnis depot air isi ulang, mengelola lapangan sepak bola dan menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin melakukan kegiatan pengumpulan sampah plastik melalui pelibatan sekolah-sekolah dari SD hingga SMA. Juga memberikan sertifikasi diving bagi kelompok karang taruna.
Untuk kesehatan, KEI pun turut memberikan dukungan program Posyandu secara rutin dan melakukan pemantauan stunting dan ibu hamil via program rutin setiap minggu.
Perusahaan dengan wilayah kerja produksi (WKP) migas ini di wilayah Pulau Pagerungan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pulau Pagerungan salah satu pulau termasuk wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Terbelakang) dengan jarak tempuh dari Surabaya melalui pesawat perintis ditempuh selama 1 jam 20 menit dengan menepuh jarak sejauh 350 km, sedangkan umum menggunakan moda transportasi laut dan pesawat Susi Air.
Bangun Kerjasama Sejak Dini
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan hidup bersih sejak dini, KEI membangun kerja sama dengan MTS Al-Kautsar. Program bersih ini melingkupi pemiliharaan kawasan sekolah dan rumah bersih dari sampah plastik dan sampah organik. Setiap siswa diwajibkan mengumpulkan sampah plastik yang sudah dicacah ke dalam botol bekas air minum dan setiap minggu menyetorkan sampah ke guru-guru.
Ditegaskan Kepala MTS Al-Kautsar Zakaria, S, Pdi kepada TopBusiness dalam rangka media visit ke Madura. “Kami telah sepakat dengan KEI dalam membangun generasi muda yang peduli akan kebersihan lingkungan hidup, mulai dari rumah sendiri hingga di tempat belajar mengajar atau sekolah. Budaya bersih, kami tanamkan bagi generasi muda sejak dini, agar sudah terbangun mindset-nya sejak masih kecil,” ungkap dia.
“Dan jika pendidikan di sekolah telah terbangun dengan baik, maka siswa sudah memiliki budaya bersih lingkungan di rumah, sekolah dan lingkungan bermain. Kami dengan KEI memiliki tanggung jawab agar masyarakat pesisir pantai Pagerungan bertanggung jawab akan lingkungan hidupnya,” ujar Zakaria.
Untuk memberikan dorongan bagi setiap siswa, pihaknya juga melakukan lomba lukis dan mewarnai tentang lingkungan hidup dan memberikan reward. Dengan kegiatan lomba tersebut seluruh sisawa sangat terpancing dan antusias untuk berprestasi dalam lomba tersebut, ini merupakan sebuah apresiasi kepedulian dan dilanjutkan dengan kampanye lomba lukis. “Dan melakukan super camp selama 2 hari dengan fokus melakukan kegiatan peduli lingkungan”, tegas Zakaria.
Dan KEI turut memberikan dukungan penuh bagi para guru-guru dan ASN dalam rangka mengikuti ujian kompetsi para guru agar meningkatkan kualitas dengan memiliki sertifikasi kompetensi.
Kegiatan bersih kepedulian lingkungan ini sesuai dengan program KEI ECO BRIGH untuk membersihkan lingkungan hidup di Kepulauan Pagerungan. Dan membangun SLTPN di Sapekan, dan SDN di Pagerungan besar.
Ditegaskan CSR Officer KEI Ahmad Baidowi, pihak KEI turut memberikan masukan bahwa Kawasan Sapekan dapat dijadikan kawasan wisata laut dengan menyajikan keindahan pantai, snorkeling, hobi pancing serta menikmati keindahan alam Pantai Sapeken dengan pantai berpasir putih. “Ini sebuah upaya agar industry pariwisata, hotel, resto dapat menjadi pertumbuhan ekonomi yang bisa berkelanjutan”, tegas Ahmad Baidowi.

